Menu

Sabtu, 10 Agustus 2019, 10:31 WIB

Umbi Gadung Beracun? Tidak Setelah Jadi Kerupuk Ala Cidadap Sukabumi

Kerupuk gadung yang siap untuk dinikmati. | Sumber Foto:CRP 2

SUKABUMIUPDATE.com - Warga Sukabumi pasti sudah begitu akrab dengan kerupuk, makanan yang kerap dijadikan teman nasi atau cemilan. Nah kalau kerupuk gadung, pernah mencoba tidak?                  

Gadung masih termasuk umbi-umbian. Namun, gadung memiliki racun yang bisa memicu mual bahkan muntah. Maka dari itu agar bisa dikonsumsi mesti benar dalam cara pengolahannya.

BACA JUGA: Opak dan Kerupuk Seblak Olahan Warga Cikembar Sukabumi Cocok untuk Teman Bersantai

Koriah (52 tahun), warga Kampung Ciragil RT 07/03, Desa Cidadap, Kecamatan Cidadap, Kabupaten Sukabumi adalah seorang pembuat kerupuk gadung. Yuk lihat lebih dekat cara mengolahnya dan bagaimana rasa kerupuk gadung ini?

Menurut Koriah, di hutan di sekitar Kampung Ciragil, gadung sangat mudah ditemukan. Menurutnya, seperti umbi-umbian pada umumnya buah gadung tumbuh di dalam tanah, ciri yang paling terlihat dari gadung ini yaitu pohonnya memiliki batang berduri.

BACA JUGA: Musim Hujan, Produksi Kerupuk di Sindangsari Sukabumi Menurun

Gadung yang diperoleh Koriah di hutan ini dikupas lalu diiris-iris tipis. Irisan gadung ditaburi dengan abu kayu bakar kemudian diaduk sampai merata. Langkah selanjutnya irisan gadung yang sudah tercampur dengan abu ini dimasukan dalam keranjang lalu direndam dalam air yang mengalir. 

Proses pengolahan gadung menjadi kerupuk.

"Merendam irisan gadung dalam air deras ini memakan waktu dua hari dua malam," ujar Koriah.

Proses perendaman ini biasanya dilakukan di sungai yang airnya deras. Menaburi abu dan merendam gadung dalam air yang mengalir ini penting dilakukan agar racun yang ada pada gadung hilang.

BACA JUGA: Renyahnya Kerupuk Beras Hitam Waluran Sukabumi, Dijamin Bikin Ketagihan

Setelah direndam, gadung kemudian dicuci bersih dan proses selanjutnya menaburi bumbu pada irisan gadung lalu dikukus sampai matang. Sudah matang gadung kemudian dijemur selama tiga hari sampai kering. Setelah kering, gadung baru bisa digoreng. 

Pada awalnya, Koriah membuat kerupuk gadung ini hanya untuk konsumsi sendiri. Namun karena rasanya renyah dan gurih banyak yang suka dan akhirnya pesan sehingga menjadi pendapatan bagi Koriah. "Untuk harga kerupuk gadung ini saya jual Rp 30 ribu per kilogramnya," kata Koriah.

BACA JUGA: Renyahnya Usaha Kerupuk Lelom di Desa Citanglar Sukabumi

Penjualan kerupuk gadung ini baru sebatas kepada tetangga atau kerabat dari kampung sebelah. Menurut Koriah, tak hanya dirinya saja yang membuat kerupuk gadung ini, karena banyak juga warga di kampung tersebut yang membuatnya. Namun banyak yang membuatnya secara asal-asalan sehingga zat beracun dalam gadungnya belum hilang. 

"Seringkali orang-orang membuat kerupuk gadung ini asal-asalan salah satunya merendamnya di air yang tidak mengalir, hal itu bisa menyebabkan zat berbahaya masih menempel pada gadung keluar. Inilah yang menyebabkan orang yang memakannya pusing dan mual," pungkas Koriah.

Reporter : CRP 2
Redaktur : ANDRI SOMANTRI
E-mail Redaksi : sukabumiupdateredaksi@gmail.com
E-mail Marketing : marketingsukabumiupdate@gmail.com
Komentar Anda
sukabumiupdate.com tidak bertanggujawab atas komentar yang ditulis. Isi komentar sepenuhnya menjadi tanggujawab komentator seperti yang tertuang dalam UU ITE.

BERITA TERBARU

SUKABUMIUPDATE.com - Sederet pertandingan Liga Champions akan kembali bergulir tengah pekan ini. Laga kali ini sekaligus menjadi jalan terakhir bagi Liverpool, Inter Milan, dan Chelsea untuk merebut tiket sisa...

SUKABUMIUPDATE.com - Kepala Bidang Rehabilitasi Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Sukabumi, Deni Hendrawan menegaskan, pihaknya belum menerima laporan terkait dengan maraknya Orang Dengan Gangguan Jiwa atau ODGJ di objek wisata...

SUKABUMIUPDATE.com - Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly mengatakan bahwa ancaman hukuman mati kepada koruptor sudah diatur di dalam undang-undang. Namun, hukuman itu tak pernah diterapkan. "Undang-undangnya sekarang ada. Yang...

SUKABUMIUPDATE.com - Kesibukan membuat Anda susah menghabiskan waktu berkualitas dengan pasangan. Sehingga tidak jarang perayaan hari penting pun sering terlewatkan. Bagi pasangan, ulang tahun pernikahan adalah hari yang istimewa....

    © 2017 Copyright. SukabumiUpdate.com. All Right Reserved
Ikuti Berita
Sukabumi Update Lainnya