Menu

01 Apr 2020, 15:16 WIB

Polri Ungkap Kondisi 300 Siswa Setukpa di Kota Sukabumi Positif Covid-19 Versi Rapid Test

Setuka Lemdikpol Polri Kota Sukabumi. | Sumber Foto:Google Street View

SUKABUMIUPDATE.com - Kepala Pusat Kedokteran Kesehatan (Kapusdokkes) Polri, Brigjen Musyafak menyebut hasil rapid test bukan berarti ratusan siswa tersebut sudah benar-benar terjangkit Corona.

BACA JUGA: Polri Sebut 300 Siswa Positif Corona Versi Rapid Test Tengah Diisolasi di Setukpa Kota Sukabumi

"Kami sampaikan dan sekaligus mengklarifikasi. Memang benar siswa SIP dua hari yang lalu dilaksanakan rapid test karena adanya 7 temannya yang dirawat di RS Polri. Dari hasil tersebut memang ada yang positif 300," ujar Musyafak kepada awak media saat mendampingi Divisi Humas Polri Brigjen Argo Yuwono di Setukpa Lemdikpol Kota Sukabumi, Rabu (1/4/2020).

"Perlu kita ketahui bahwa pelaksanaan rapid test ini tidak menjamin yang bersangkutan positif COVID-19. Karena rapid test akurasinya hanya kurang lebih 80 persen dan itu pun tidak khusus COVID-19," kata Musyafak.

BACA JUGA: Rapid Test 60 Warga Kota Sukabumi Negatif Corona, Fahmi Tunggu Hasil PCR Siswa Setukpa

Kendati demikian, lanjut Musyafak, 300 siswa Setukpa tersebut tetap diperlakukan seperti Orang Dalam Pemantauan (ODP). Selain itu, proses belajar mengajar di Setukpa dihentikan sementara.

"Selain itu juga kita memberikan menu tambahan untuk tambahan stamina sekaligus memberikan obat-obatan. Salah satunya kemarin pemberian injeksi vitamin 1.000 miligram dengan harapan ada daya tahan tubuh yang tinggi. Sehingga kalau memang terinfeksi virus, tubuh bisa meng-counter," lanjutnya.

BACA JUGA: Kota Sukabumi Siapkan Skenario Karantina Wilayah Terbatas Pasca 7 Siswa Setukpa Positif Corona

Selain itu, masih kata Musyafak, dalam isolasi 14 hari diberikan tablet Vitamin C dan lainnya untuk meningkatkan daya tahan tubuh. Kemudian di hari ke-15 nanrti akan dilakukan pemeriksaan SWAB dan PCR.

"Disamping itu juga, mulai kemarin juga kita sudah melakukan foto rontgen untuk mengetahui apakah sudah ada gangguan ke dalam paru-parunya, merupakan tanda-tanda pneumonia atau tidak. Ternyata dari hasil foto rontgen semuanya dalam batas normal. Artinya apa, artinya tanda-tanda gangguan pneumonia negatif," katanya lagi.

BACA JUGA: 7 Siswa Setukpa Sukabumi Positif Covid-19 Setelah Rapid Test, 21 Lainnya ODP

Ia juga menjamin masyarakat yang tinggal di lingkungan sekitar Setukpa tidak akan terpapar. Ia juga mengimbau masyarakat tidak perlu khawatir.

"Luas Setukpa ini adalah 40 hektare, jadi dijamin masyarakat sekitar tidak akan terpapar. Karena yang bersangkutan 300 siswa ini diisolasi di dalam asrama. Jadi perlu disampaikan disini bahwa pelaksanaannya diisolasi di satu tempat. Kegiatannya hanya olah raga ringan dan berjemur setelah itu kembali sebagaimana pelaksanaan isolasi.

Reporter : OKSA BC
Redaktur : HERLAN HERYADIE
E-mail Redaksi : sukabumiupdateredaksi@gmail.com
E-mail Marketing : marketingsukabumiupdate@gmail.com
Komentar Anda
sukabumiupdate.com tidak bertanggujawab atas komentar yang ditulis. Isi komentar sepenuhnya menjadi tanggujawab komentator seperti yang tertuang dalam UU ITE.

BERITA TERBARU

SUKABUMIUPDATE.com - Bencana banjir bandang yang melanda Kecamatan Cicurug, Cidahu dan Parungkuda, Kabupaten Sukabumi, Senin (21/9/2020) lalu, menimbulkan simpati yang mendalam dari berbagai lapisan masyarakat, termasuk komunitas dan mahasiswa. Sejumlah...

SUKABUMIUPDATE.com - Setelah mendapat laporan soal aksi pencurian di Kantor Desa Loji, Kecamatan Simpenan, Kabupaten Sukabumi, Polsek Simpenan langsung melakukan pengumpulan bahan keterangan (Pulbaket). "Iya tadi anggota Polsek Simpenan sudah...

SUKABUMIUPDATE.com - Kane Tanaka, seorang wanita berusia 117 tahun dan 261 hari baru saja mencetak rekor sebagai orang yang paling lama hidup di Jepang. Dilansir dari suara.com, Sebelumnya pada...

SUKABUMIUPDATE.com - Beredarnya video sejumlah kepala desa dan Aparatur Sipil Negara (ASN) yang menyatakan dukungannya kepada salah satu bakal pasangan calon (bapaslon) Bupati dan Wakil Bupati Sukabumi di Pilkada 2020,...

Ikuti Berita
Sukabumi Update Lainnya