Menu

30 Mar 2020, 15:01 WIB

Kota Sukabumi Siapkan Skenario Karantina Wilayah Terbatas Pasca 7 Siswa Setukpa Positif Corona

Wali Kota Sukabumi Achmad Fahmi dan Kapolres Sukabumi Kota AKBP Wisnu Prabowo memimpin patroli pembubaran warga yang berkerumun pada Sabtu (28/3/2020) malam. | Sumber Foto:Humas Kota Sukabumi

SUKABUMIUPDATE.com - Pemerintah Kota Sukabumi menyiapkan skenario KWT (Karantina Wilayah Terbatas) pasca tujuh siswa Sekolah Pembentukan Perwira (Setukpa) Polri dinyatakan positif Corona hasil rapid test.

Skenario ini disiapkan bersama rencana pembangunan barak khusus untuk pasien Covid-19 di RSUD R Syamsudin SH yang bisa menampung hingga 80 orang.

BACA JUGA: Kota Sukabumi Lakukan Tracing dan Skrining, Pasca Rapid Test 7 Siswa Setukpa Positif Covid-19

Hal ini diungkapkan Wali Kota Sukabumi Achmad Fahmi kepada sukabumiupdate.com, menanggapi perkembangan informasi terjangkitnya siswa Setukpa Lemdikpol Polri.

"Saat ini kita melihat dulu situasi yang sedang ramai di media, terkait kasus di Setukpa. Bila kemudian ada perubahan status kegawatdaruratan, maka sangat memungkinkan Karantina Wilayah Terbatas (KWT) ini diterapkan," jelas Fahmi melalui sambungan telpon, Senin (30/3/2020).

BACA JUGA: 7 Siswa Setukpa Sukabumi Positif Covid-19 Setelah Rapid Test, 21 Lainnya ODP

Pemerintah Kota, kata Fahmi, saat ini masih menunggu konfirmasi. "Kita masih menunggu status selanjutnya. Tentu saja ketika penetapan KWT ini diterapkan, ada faktor sosial kemasyarakatan lain yang harus dipertimbangkan."

Pemkot tadi pagi sambung Fahmi, sudah berkoordinasi dengan Setukpa. "Covid-19 ini permasalahan secara nasional bahkan internasional, jadi semuanya terbuka, baik informasi, maupun data, dan penanganannya. Yang jelas mereka sudah ditangani di (RS Polri) Kramat Jati."

BACA JUGA: Update 30/3/2020: ODP di Kota Sukabumi Bertambah Total 116 Orang, 13 PDP Masih Dirawat

Kota Sukabumi memutuskan untuk mensentralisasi PDP covid-19 di RSUD R Syamsudin SH. Dimana akan ada barak khusus merawat PDP yang tidak memerlukan alat tambahan, dengan daya tampung 80 orang. 

"kita sentralisasi di RSUD R Syamsudin SH, sehingga jelas siapa saja yang menangani, baik dokternya, baik perawatnya. Sehingga nanti, dengan kejelasan ini kita bisa melakukan tindakan selanjutnya,” ungkap Wali Kota Sukabumi.

BACA JUGA: 5 ODP Baru di Kota Sukabumi Pemudik dari Luar Kota, Paling Banyak Jakarta

Ia menambahkan kondisi saat ini ada bantuan 500 unit Alat Perlindungan Diri (APD) tapi tidak lengkap. "Jadi sementara kita masih melakukan pemesanan dari kekurangan yang ada, 500 ini belum aman, belum ideal. Karena kita tidak tahu kapan outbreaknya," pungkas Fahmi.

Reporter : OKSA BC
Redaktur : ANDRI SOMANTRI
E-mail Redaksi : sukabumiupdateredaksi@gmail.com
E-mail Marketing : marketingsukabumiupdate@gmail.com
Komentar Anda
sukabumiupdate.com tidak bertanggujawab atas komentar yang ditulis. Isi komentar sepenuhnya menjadi tanggujawab komentator seperti yang tertuang dalam UU ITE.

BERITA TERBARU

SUKABUMIUPDATE.com - Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO pada Rabu, 27 Mei 2020, mengumumkan pembentukan sebuah yayasan yang akan menjadi sumber pendanaan baru, di mana uang yang terkumpul di yayasan...

SUKABUMIUPDATE.com - Presiden AS Donald Trump akan menandatangani perintah eksekutif pada perusahaan media sosial pada hari Kamis setelah Trump mengancam akan menutup situs web yang dituduhnya membungkam suara-suara konservatif. Dilansir...

SUKABUMIUPDATE.com - Pemerintah DKI Jakarta mensyaratkan mereka yang hendak masuk dan keluar wilayah Ibu Kota memiliki Surat Izin Keluar Masuk selama pandemi Covid-19. Dilansir dari tempo.co, jika tidak mengantongi...

SUKABUMIUPDATE.com - Lima mahasiswa terdakwa kasus meninggalnya Ipda Erwin dan terbakarnya tiga anggota Polres Cianjur dalam aksi unjuk rasa yang berujung ricuh diputuskan bersalah. Terdakwa utama dijatuhi hukuman 12...

Ikuti Berita
Sukabumi Update Lainnya