Menu

28 Jan 2020, 14:16 WIB

Guru SD di Kota Sukabumi yang Pukul Siswa Pakai LKS Diistirahatkan 

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Sukabumi, Dudi Fathutjawad. | Sumber Foto:Oksa BC

SUKABUMIUPDATE.com - Oknum guru SDN Benteng 3 Kota Sukabumi yang melakukan pemukulan kepada delapan siswa kelas III, untuk sementara waktu tidak melakukan aktivas mengajar. Oknum guru berinisial S ini diistirahatkan sementara waktu.

Keputusan tersebut merupakan hasil mediasi yang dihadiri wali murid atau orang tua murid, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Sukabumi, pihak SDN Benteng 3 Kota Sukabumi dan DPRD Kota Sukabumi, Selasa (28/1/2020).

BACA JUGA: Kelas Gaduh, Orang Tua Protes Oknum Guru SD di Sukabumi Pukul Siswa Pakai Buku LKS

"Alhamdulillah telah ada kesepakatan islah yang cukup baik, para orang tua legowo memaafkan bapak guru. Saya lihat juga gurunya sendiri sudah merasakan bahwa itu tindakan khilaf. Guru yang bersangkutan untuk sementara menenangkan hati dulu artinya tidak ada kegiatan proses mengajar," kata Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Sukabumi, Dudi Fathutjawad kepada sukabumiupdate.com.

Sebelumnya, guru laki-laki berinisial S kesal kepada beberapa orang siswanya yang membuat kegaduhan di dalam kelas. Dia kemudian memukul leher bagian belakang siswa dengan buku LKS dan siswa ditoyor jidatnya. Peristiwa yang terjadi pada Senin (27/1/2020) siang ini terungkap setelah siswa yang dipukul dan ditoyor itu mengadu ke orang tuanya. 

BACA JUGA: Siswa SD Dihukum Merokok oleh Guru di Sukabumi, Menteri Yohana: Itu Bukan Guru Namanya

Dudi mengatakan, pihaknya akan terus  melakukan pembinaan kepada para guru, minimal melalui para kepala sekolah agar tidak terulang kembali peristiwa tersebut di kemudian hari.

"Guru yang bersangkutan akan menenangkan hati dulu. Ke depan, terserah yang bersangkutan nanti dengan lembaga sekolah ini," tambah Dudi.

BACA JUGA: Siswa SDN Cisande 1 Sukabumi Diduga Dihajar Guru Gara-gara Motor Baru

Sementara itu Anggota DPRD Kota Sukabumi Tatan Kustandi menuturkan, dirinya hanya melakukan pendampingan terhadap orang tua murid yang tidak menerima anaknya diperlukan seperti itu oleh oknum guru tersebut.

"Mereka memang selalu mengadu kepada saya. Ada yang mengadu bahwa ada segerombolan orang yang dipukul oleh guru. Jdi saya hanya mendampingi orang tuanya, karena orang tuanya sangat emosi," ucap Tatan.

 

Reporter : OKSA BC
Redaktur : ANDRI SOMANTRI
E-mail Redaksi : sukabumiupdateredaksi@gmail.com
E-mail Marketing : marketingsukabumiupdate@gmail.com
Komentar Anda
sukabumiupdate.com tidak bertanggujawab atas komentar yang ditulis. Isi komentar sepenuhnya menjadi tanggujawab komentator seperti yang tertuang dalam UU ITE.

BERITA TERBARU

SUKABUMIUPDATE.com - Di tengah pandemi corona, semua anggota keluarga terpaksa berada rumah sepanjang hari selama beberapa minggu untuk social distancing. Dilansir dari tempo.co, ini tak hanya membuat orang tua...

SUKABUMIUPDATE.com - Komisi II DPR RI menyatakan sepakat atas penundaan pelaksanaan Pilkada serentak tahun 2020 imbas dari pandemi virus corona Covid-19. Dilansir dari suara.com, kesepakatan itu didapat usai Komisi II...

SUKABUMIUPDATE.com - Sejak munculnya wabah virus Corona atau Covid-19, Wedang Jahe Beras Hitam produksi rumah pamer beras hitam Saung Palapah Katersna, Desa Waluran Mandiri, Kecamatan Waluran, Kabupaten Sukabumi justru...

SUKABUMIUPDATE.com - Wali Kota Sukabumi, Achmad Fahmi mengaku baru akan mempertimbangkan karantina wilayah secara parsial apabila hasil pemeriksaan Covid-19 sudah bisa didapat. Sebelumnya, Fahmi mengaku sudah mengirim sampel 60 warga...

Ikuti Berita
Sukabumi Update Lainnya