Menu

07 Nov 2018, 14:49 WIB

Siswa SD Dihukum Merokok oleh Guru di Sukabumi, Menteri Yohana: Itu Bukan Guru Namanya

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Yohana Susana Yembise dalam acara peresmian Rumah Sahabat Ibu dan Anak di Desa Sukamantri, Kecamatan Cisaat, Kabupaten Sukabumi, Rabu (7/11/2018). | Sumber Foto:Herlan Heryadie

SUKABUMIUPDATE.com - Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Yohana Susana Yembise mengungkapkan kekesalannya terhadap tindakan seorang guru yang menghukum 11 siswa SDN 1 Pamuruyan dengan cara disuruh merokok.

Yohana menyatakan guru tersebut melakukan tindakan yang salah dan berlebihan.

"Ya salah. Itu bukan guru namanya. Kalau memang sekolah itu sudah betul ramah anak tidak akan seperti itu. Kami kan sudah bilang kepada para guru kalau mau merokok diluar. Kalau anak-anak merokok harus ditegur," ungkap Yohana usai menghadiri peresmian Rumah Sahabat Ibu dan Anak di Desa Sukamantri, Kecamatan Cisaat, Kabupaten Sukabumi, Rabu (7/11/2018).

Ia menilai, semestinya hal tersebut bisa diantisipasi dengan tidak mencontohkan kebiasaan merokok kepada anak-anak. Baik itu guru, maupun orang tua. Hal itu untuk menghindari anak meniru kebiasaan merokok dari orang tua dan gurunya.

"Yang bagus itu pencegahan. Ini semua tergantung dari orang tua dari guru. Orang tua tidak membawa kebiasaan merokok ke rumah, begitupun guru kalau mau merokok harus jauh-jauh dari sekolah. Jangan di depan anak-anak," katanya.

BACA JUGA: Orang Tua Sesalkan Tindakan Guru yang Menghukum Siswa SDN I Pamuruyan Sukabumi

Dalam hal ini pemerintah pusat melalui pemerintah kabupaten dan kota, kata Yohana, sudah menggalakkan program Kabupaten dan Kota Layak Anak. Salah satu poinnya adalah bagaimana anak tumbuh kembang tanpa terkontaminasi perilaku merokok.

"Kalau memang sekolah itu ramah anak, tidak ada guru dan siswa yang merokok di sekolah. Saya sudah berbicara bersama beberapa perwakilan organisasi masyarakat untuk menggelar rapat khusus dengan Presiden, untuk membahas tentang anak-anak yang merokok, dan mudah-mudahan ini ada jalan keluar," ujarnya.

Reporter : HERLAN HERYADIE
Redaktur : ANDRI S
E-mail Redaksi : sukabumiupdateredaksi@gmail.com
E-mail Marketing : marketingsukabumiupdate@gmail.com
Komentar Anda
sukabumiupdate.com tidak bertanggujawab atas komentar yang ditulis. Isi komentar sepenuhnya menjadi tanggujawab komentator seperti yang tertuang dalam UU ITE.

BERITA TERBARU

SUKABUMIUPDATE.com - Masyarakat Indonesia khususnya di Jakarta dan sekitarnya akan memasuki minggu keempat social distancing. Pemerintah terus mengimbau agar membatasi aktivitas di luar ruangan guna meminimalkan risiko penyebaran virus...

SUKABUMIUPDATE.com - Kebijakan social distancing serta physical distancing yang diterapkan di berbagai negara telah membuat orang-orang lebih banyak menghabiskan waktu di dalam ruangan. Dilansir dari suara.com, meski ada yang mulai...

SUKABUMIUPDATE.com - Bencana tanah longsor menerjang Desa Sundawenang, Kecamatan Parungkuda, Kabupaten Sukabumi, Minggu (5/4/2020) malam. Akibat kejadian ini sebuah rumah di Kampung Sundawenang RT 25/11, Desa Sundangwenang, rusak setelah tertimpa...

SUKABUMIUPDATE.com - Penyebaran Covid-19, penyakit yang disebabkan oleh virus corona baru, sulit dihindari saat ini. Melansir dari tempo.co, itu sebabnya Anda disarankan untuk tetap berada di rumah melakukan social...

Ikuti Berita
Sukabumi Update Lainnya