Menu

02 Des 2019, 20:17 WIB

Sungai Cikaso Sukabumi Tercemar Warga Tiga Desa Minta Sumur Bor ke PLTMH

Pertemuan Kades bersama perwakilan warga dari tiga desa yaitu Desa Bangbayang dan Desa Sirnamekar Kecamatan Tegalbuleud serta dari Desa Bojong Kecamatan Kalibunder dengan pihak PLTMH. | Sumber Foto:Ragil Gilang

SUKABUMIUPDATE.com - Tiga Kepala Desa (kades) bersama beberapa perwakilan warga mendatangi kantor perusahaan PLTMH Tamaris di Desa Mekarsari, Kecamatan Sagaranten, Kabupaten Sukabumi, Senin (2/12/2019). Kedatangannya masih sama yaitu untuk meminta pertanggungjawaban soal dugaan pencemaran Sungai Cikaso. 

Kades yang datang dari Desa Bangbayang dan Desa Sirnamekar Kecamatan Tegalbuleud serta dari Desa Bojong Kecamatan Kalibunder. 

BACA JUGA: Minta Air Bersih Diberi yang Keruh, Warga Desa Bojong Sukabumi Kecewa ke PLTMH

Selain para kades dan perwakilan warga, pertemuan ini dihadiri pihak Polsek Sagaranten, Polsek Tegalbuleud, Polsek Kalibunder, Polsek Purabaya, Polsek Lengkong dan Muspika Sagaranten juga dari aktifitas lingkungan.

Para kades dan warga menuntut kepada PLTMH Tamaris dan PLTMH Zhong Meen agar memberi bantuan air bersih dan meminta dibuatkan sumur bor di tiga desa tersebut.

Pasalnya, warga tiga desa tersebut kini kesulitan mendapatkan air setelah Sungai Cikaso keruh dan berbau yang diduga akibat adanya aktivitas PLTMH di Sagaranten yang masih menjadi kawasan hulu Sungai Cikaso. Sedangkan air dari hulu Cikaso itu mengalir ke hilir melewati beberapa daerah di selatan Kabupaten Sukabumi.

BACA JUGA: Dua PLTMH di Hulu Cikaso Diduga Cemari Sungai, Warga Tuntut Air Bersih

Pertemuan ini lanjutan dari peremuan yang sebelumnya sudah dilakukan. Pada pertemuan antara warga dengan pihak PLTMH di jembatan Cikaso Sabtu (30/11/2019) itu, PLMTH bersedia memberikan air kepada. Akan tetapi, warga Desa Sirnamekar kecewa karena air yang diterimanya juga keruh.

"Sebenarnya tuntutan kami yang paling mendesak agar kedua pihak perusahaan PLTMH memberikan bantuan air bersih, bukan air keruh," tegas Kepala Desa Sirnamekar, Ajat Sudrajat.

BACA JUGA: Sungai Cikaso Sukabumi Dikotori Limbah, Warga Datangi PLTMH

Kedepannya warga pun meminta agar PLTMH membuat sumur bor. "Kami mengusulkan kepada kedua perusahaan untuk membangun sumur bor di tiga desa tersebut untuk mengantisipasi kalau kejadian seperti itu terulang kembali pada tahun-tahun yang akan datang,"imbuhnya.

Menurut Ajat, Sungai Cikaso saat musim kemarau menjadi tumpuan warga di beberapa desa. Air dari Sungai Cikaso, kata Ajat, dipakai untuk mandi dan mencuci.

BACA JUGA: Sungai Cikaso, Harapan Terakhir Warga Kalibunder dan Tegalbuled Dikala Kemarau

Ajat mengungkapkan, kejadian Sungai Cikaso keruh juga pernah terjadi pada tahun kemarin setelah adanya perusahaan PLTMH tersebut. Sebab sebelum-sebelumnya Sungai Cikaso tak pernah keruh meskipun di musim kemarau, terkecuali karena faktor alam.

"Sepengetahuan kami ini terjadi karena adanya perusahaan tersebut. Karena sebelumnya aliran Sungai Cikaso pada musim kemarau tidak pernah keruh terkecuali karena faktor hujan dihulu," pungkasnya.

BACA JUGA: Air Sungai Cikaso Sukabumi Mendadak Keruh dan Bau Besi

Sementara itu, Manajer PLTMH Tamaris Budiana, menanggapi persoalan yang disampaikan kades dan perwakilan tiga tersebut. "Hari ini kedatangan tiga kepala desa, perwakilannya warga dan aktivis lingkungan, Alhamdulilah kami bisa bersilaturahmi dan sekalian mengklarifikasi bahwa tidak ada pembuangan limbah ke aliran Sungai Cikaso," ungkapnya.

BACA JUGA: Sungai Cikaso Keruh, Cerita Kekesalan Warga Desa Sirnamekar Sukabumi Tunggu Air dari PLTMH

Menurut Budiono, pihaknya hanya melakukan proses normalisasi sungai. Dimana sungai yang dangkal dinormalkan kembali dengan pengerukan dan normalisasi dilakukan setiap tahun.

"Kami lakukan agar sungai normal, ini pun tidak lepas dari hulu Sungai Cikaso disekitar wilayah Lengkong. Kemarin kami mengecek ke arah hulu sungai, yang berada 30 kilometer dari PLTMH Tamaris (ke) wilayah Kecamatan Lengkong, ternyata disana juga kering, kondisinya tandus, serta pepohonan di area sungai sudah jarang, ketika ada hujan itu yang membuat keruh ke arah hilir," jelasnya.

BACA JUGA: Truk Besar Pengangkut Barang Perusahaan PLTMH Rusak Rumah Warga Sagaranten Sukabumi

Mengenai tuntutan yang disampaikan warga, Budiono mengatakan, akan memenuhi soal distribusi air. Sebab untuk sumur bor harus dibicarakan dengan manajeman.

"Kami akan bantu untuk mendistribusikan air bersih, satu desa dua tangki jadi jumlahnya enam tangki rencana (air akan didistribusikan) mulai besok. Adapun untuk sumur bor, hal tersebut akan kami bicarakan dulu dengan pihak manajemen," pungkasnya.

BACA JUGA: Ada TKA asal China di PLTMH Sagaranten Sukabumi, Ini Penelusurannya

Setelah selesai audensi yang menghasilkan beberapa kesepakatan, warga berniat melihat instalasi pengolahan PLTMH, namun pihak perusahaan tidak memperbolehkan dengan alasan hanya dinas terkait yang boleh melihatnya.

Reporter : RAGIL GILANG
Redaktur : ANDRI SOMANTRI
E-mail Redaksi : sukabumiupdateredaksi@gmail.com
E-mail Marketing : marketingsukabumiupdate@gmail.com
Komentar Anda
sukabumiupdate.com tidak bertanggujawab atas komentar yang ditulis. Isi komentar sepenuhnya menjadi tanggujawab komentator seperti yang tertuang dalam UU ITE.

BERITA TERBARU

SUKABUMIUPDATE.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membuka Program Indonesia Memanggil untuk posisi spesialis Humas Utama alias Juru Bicara. Dilansir dari Tempo.co, lewat program ini, KPK akan melakukan seleksi untuk...

SUKABUMIUPDATE.com – Dalam update harian, Sabtu (8/8/2020) GTPP (Gugus Tugas Percepatan Penanganan) Covid-19 Kabupaten Sukabumi kembali mengumumkan tidak ada penambahan kasus untuk semua kategori. Hinggga hari ini, masih ada...

SUKABUMIUPDATE.com - Satuan Tugas Penanganan Covid-19 melaporkan penambahan kasus konfirmasi positif sebanyak 2.277 orang pada Sabtu, 8 Agustus 2020. Dengan penambahan itu, angka kumulatif pasien positif di Indonesia mencapai 123.503...

SUKABUMIUPDATE.com – Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Kota Sukabumi kembali mengumumkan kesembuhan pasien terkonfirmasi positif corona. Dua warga Kota Sukabumi hari ini, Sabtu (8/8/2020) diumumkan sembuh dari...

Ikuti Berita
Sukabumi Update Lainnya