Menu

02 Des 2019, 06:00 WIB

Sungai Cikaso Keruh, Cerita Kekesalan Warga Desa Sirnamekar Sukabumi Tunggu Air dari PLTMH 

Warga Kampung Cijoho, Desa Sirnamekar, Kecamatan Tegalbuleud, Kabupaten Sukabumi, mempersiapkan ember dan baskom untuk menampung air yang didistribusikan PLTMH. Namun dari Sabtu (30/11/2019) hingga Minggu (1/12/2019) sore air tak juga datang. | Sumber Foto:Ragil Gilang

SUKABUMIUPDATE.com - Kekecewaan warga Desa Sirnamekar, Kecamatan Tegalbuleud, Kabupaten Sukabumi kepada perusahaan Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH) semakin menjadi-jadi.

Pasalnya, desa ini belum juga mendapatkan distibusi air dari PLTMH, padahal warga sudah mempersiapkan wadah seperti ember dan baskom untuk menampung air. Sedangkan Sungai Cikaso yang biasa dimanfaatkan airnya oleh warga Desa Sirnamekar kini keruh dan berbau diduga akibat tercemar PLTMH yang ada di hulu Sungai Cikaso, di wilayah Desa Mekarsari, Kecamatan Sagaranten. Di hulu Sungai Cikaso sendiri, ada dua PLTMH yaitu Tamaris Hydro dan Zhong Meen Hydro.

BACA JUGA: Dua PLTMH di Hulu Cikaso Diduga Cemari Sungai, Warga Tuntut Air Bersih

Warga Desa Sirnamekar berharap mendapatkan air dari PLTMH, karena sebelumnya ada pertemuan antara warga Desa Bojong Kecamatan Kalibunder kemudian warga Desa Bangbayang termasuk warga Desa Sirnamekar Kecamatan Tegalbuleud. Dalam pertemuan yang digelar Sabtu (30/11/2019) itu, PLTMH bersedia memenuhi kebutuhan air warga.

"Hasil pertemuan Sabtu kemarin antara warga tiga desa yang diwakilkan kepada kepala desa masing-masing dan difasilitasi oleh pihak Polsek Kalibunder, pihak perusahaan menyepakati memberikan air bersih ke warga tiga desa," ujar Asep Ruhiat (63 tahun) warga Kampung Cijoho RT 01/01, Desa Sirnamekar, kepada sukabumiupdate.com, Minggu (1/12/2019).

BACA JUGA: Sungai Cikaso Sukabumi Dikotori Limbah, Warga Datangi PLTMH

Namun, distibusi air yang diharapkan tak juga datang."Sejak kemarin sore, kami menunggu mobil tangki pembawa air namun sampai hari ini pukul 17.00 WIB, belum kunjung datang juga," pungkasnya.

Warga lainnya, Apid (66 tahun) mengaku tak ikut dalam pertemuan tersebut. Namun Apid mendapat kabar dari tetangga bahwa siapkan tempat air karena ada bantuan air dari perusahaan. Apid pun menuruti hal itu tapi air tak kunjung tiba. "Ditunggu-tunggu belum ada juga," singkatnya.

Reporter : RAGIL GILANG
Redaktur : ANDRI SOMANTRI
E-mail Redaksi : sukabumiupdateredaksi@gmail.com
E-mail Marketing : marketingsukabumiupdate@gmail.com
Komentar Anda
sukabumiupdate.com tidak bertanggujawab atas komentar yang ditulis. Isi komentar sepenuhnya menjadi tanggujawab komentator seperti yang tertuang dalam UU ITE.

BERITA TERBARU

SUKABUMIUPDATE.com - Penis bengkak biasanya disertai oleh berbagai gejala lain, seperti bau tak sedap atau benjolan yang muncul di kulit penis. Dilansir dari tempo.co, gejala menyebalkan ini bisa menyebabkan...

SUKABUMIUPDATE.com - James Scott, pria 57 tahun ini menderita kondisi yang menyakitkan akibat kecelakaan di tempat kerjanya 4 tahun lalu. Dilansir dari suara.com, saat itu James kejatuhan 1,5 ton...

SUKABUMIUPDATE.com - Pencarian hari terakhir Barji (35 tahun) korban tenggelam di Sungai Cimandiri pada Kamis (20/2/2020) belum membuahkan hasil. Tim SAR Gabungan melakukan penyisiran dari tempat kejadian hingga Muara...

SUKABUMIUPDATE.com - Dump truk pengangkut batu base course yang mengalami kecelakaan di lokasi proyek double track Kereta Api di Kecamatan Cicurug, Kabupaten Sukabumi, telah dievakuasi, Kamis (20/2/2020) malam. Pantauan sukabumiupdate.com,...

Ikuti Berita
Sukabumi Update Lainnya