Menu

26 Mei 2019, 16:34 WIB

Ponpes Riyadhul Muata'alimin Parungkuda Sukabumi Terbakar, Santri Terluka

Kondisi bangunan Pondok Pesantren (Ponpes) Riyadhul Muataalimin di Kampung Pangandegan RT 18/07, Desa Sundawenang, Kecamatan Parungkuda, Kabupaten Sukabumi, yang dilanda kebakaran, Minggu (26/5/2019). | Sumber Foto:Rawin Soedaryanto

SUKABUMIUPDATE.com - Kebakaran melanda Pondok Pesantren (Ponpes) Riyadhul Muata'alimin di Kampung Pangandegan RT 18/07, Desa Sundawenang, Kecamatan Parungkuda, Kabupaten Sukabumi, Minnggu (26/5/2019).

Kebakaran yang terjadi sekitar pukul 09.15 WIB ini menghanguskan bangunan dua lantai ponpes. Kebakaran diduga disebabkan korsleting listrik.

BACA JUGA: Ponpes di Curugkembar Sukabumi Ludes Terbakar

Warga Opan Sopandi (53 Tahun) mengatakan, api muncul di lantai dua bangunan ponpes. Karena lantai dua ini terdiri dari kayu dan bilik sehingga api dengan cepatnya melalap seluruh bangunan.

Masyarakat berusaha memadamkan api dengan alat seadanya. Tak lama kemudian datang satu unit Damkar dari Pos Damkar Cibadak. Sekitar dua puluh menit api dapat dipadamkan.

BACA JUGA: Kebakaran di Jampang Tengah Sukabumi, Satu Rumah Ludes Dilalap si Jago Merah

Kerugian akibat kebakaran mencapai ini mencapai Rp 150 juta. Bukan hanya bangunan, kebakaran juga menghanguskan ratusan kitab dan Alquran. Harga kitab  mulai dari harga puluhan ribu hingga Rp 20 juta terbakar, itu yang saat ini kita pikirkan, karena ini adalah sumber ilmu," jelasnya.

Dalam peristiwa kebakaran ini satu orang santri bernama Ali Azi Halimudin (15 tahun) mengalami luka bakar di pelipis, kaki, dan tangan. Korban saat itu sedang tidur di lantai satu dan terbangun ketika api sudah mengepung seluruh bangunan ponpes.

BACA JUGA: Ibu-ibu Pingsan, Rumah Makan di Jalan Ahmad Yani Kota Sukabumi Terbakar

"Saya sedang tidur, saya terbangun karena pelipis kanan saya kejatuhan kayu yang terbakar, saya kaget dan berusaha menghindar dari kobaran api," ujar Ali.

BACA JUGA: Kebakaran di Cibadak Sukabumi, Penjaga Gudang Barang Bekas Luka Bakar di Badan dan Tangan

Ali panik karena api sudah besar sedangkan pintu terkunci. Beruntung Ali dapat keluar dengan cara loncat dari jendela sehingga selamat dari peristiwa kebakaran tersebut.

"Saya nekad lompat dari jendela lantai satu," ujarnya.

Ali kemudian menjalani perawatan di klinik PMC Parungkuda setelah itu pulang ke rumahnya.

 

 

Reporter : RAWIN SOEDARYANTO
Redaktur : ANDRI SOMANTRI
E-mail Redaksi : sukabumiupdateredaksi@gmail.com
E-mail Marketing : marketingsukabumiupdate@gmail.com
Komentar Anda
sukabumiupdate.com tidak bertanggujawab atas komentar yang ditulis. Isi komentar sepenuhnya menjadi tanggujawab komentator seperti yang tertuang dalam UU ITE.

BERITA TERBARU

SUKABUMIUPDATE.com - Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Achmad Yurianto melaporkan penambahan pasien baru Covid-19 hari ini, Rabu, 3 Juni 2020, mencapai 684 orang. "Sehingga total menjadi 28.233 kasus," kata...

SUKABUMIUPDATE.com - Setidaknya 127 wartawan di 31 negara di dunia meninggal setelah terinfeksi virus corona dalam tiga bulan terakhir. Lembaga nirlaba yang bermarkas di Jenewa, Swiss, Press Emblem Campaign...

SUKABUMIUPDATE.com - Menteri Keuangan Sri Mulyani menyebut insentif bagi tenaga medis di tengah pandemi Covid-19 baru cair Rp 10,45 miliar dari total Rp 5,6 triliun. Dia menjelaskan dana Rp 10,45...

SUKABUMIUPDATE.com - Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil telah menerbitkan peraturan gubernur (Pergub) penerapan PSBB proporsional sebagai persiapan menuju normal baru atau adaptasi kebiasaan baru (AKB) di seluruh kabupaten/kota Jawa...

Ikuti Berita
Sukabumi Update Lainnya