Menu

20 Peb 2020, 06:30 WIB

Angka Cerai Akibat Medsos Tinggi, Pemkot Sukabumi Rancang Curhat Online

Ketua Tim Penggerak PKK Kota Sukabumi Fitri Hayati Fachmi pada sebuah rapat yang membahas aplikasi curhat online atau curhat keliling, Rabu (19/2/2020). Aplikasi tersebut untuk menampung curhatan warga baik yang mengalami masalah pribadi, keluarga maupun | Sumber Foto:Istimewa

SUKABUMIUPDATE.com - Pemerintah Kota Sukabumi terus berupaya menekan angka perceraian. Adapun program yang tengah dilakukan Pemkot yaitu menggodok aplikasi Curhat Online.

Melalui program ini, masyarakat yang memiliki masalah pribadi, keluarga maupun sosial bisa mencurahkan isi hatinya kepada petugas atau konsultan dari pemerintah. Dengan harapan mendapatkan solusi.

BACA JUGA: 795 Kasus Perceraian di Sukabumi, Penggugat Didominasi Perempuan

Untuk kasus perceraian yang terjadi di Kota Sukabumi, angkanya cukup tinggi. Pada 2019 saja tercatat 971 perkara cerai. Salah satu penyebab perceraian ini diantaranya akibat masalah teknologi informasi diantaranya media sosial.

 

Agar program ini dapat berjalan, sejumlah pihak terlibat menggodoknya diantaranya Ketua Tim Penggerak PKK Kota Sukabumi Fitri Hayati Fachmi dan Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Pemberdayaan Masyarakat (Dalduk, KB, P3A, dan PM) Kota Sukabumi Nuraeni Komarudin.

BACA JUGA: Sebanyak 1.698 Kasus Perceraian Terjadi di Kabupaten Sukabumi Sepanjang 2018

Ke depannya pemerintah akan meluncurkan aplikasi yang disebut Sobat Sukabumi. Aplikasi ini dikembangkan untuk menampung keluh kesah warga Kota sukabumi terkait permasalahan sosial, ekonomi, dan keluarga. Caranya melalui layanan curhat online dalam bentuk chatting kepada petugas atau konsultan yang disediakan pemerintah.

Wali Kota Sukabumi Achmad Fahmi mengatakan, aplikasi ini dirancang agar memberikan rasa nyaman dan pemerintah dapat hadir di tengah masyarakat ketika masyarakat memiliki masalah pribadi. 

BACA JUGA: Siasat Pengadilan Agama Cibadak Tekan Angka Perceraian di Kabupaten Sukabumi

"Ada kewajiban pemerintah untuk memberikan rasa nyaman dan aman misalnya menerima masukan dan harapan serta keluhan warga,'' ujar Fahmi.

Namun pemda memiliki keterbatasan sehingga tidak mungkin secara langsung bertemu menampung aspirasi warga. Sehingga dibutuhkan pelibatam teknologi yang bisa dioptimalkan.

BACA JUGA: Januari 2016-Maret 2017 Ada Ribuan Kasus Perceraian, Sekda Kabupaten Sukabumi: Jangan Asal Nikah

"Nantinya warga bisa berkeluh kesah kepada konselor yang dianggap layak memberikan masukan. Konselor tersebut bisa berasal dari psikolog, ketahanan keluarga, dan keagamaan," tukasnya.

Redaktur : ANDRI SOMANTRI
Sumber : HUMPRO KOTA SUKABUMI/ADV
E-mail Redaksi : sukabumiupdateredaksi@gmail.com
E-mail Marketing : marketingsukabumiupdate@gmail.com
Komentar Anda
sukabumiupdate.com tidak bertanggujawab atas komentar yang ditulis. Isi komentar sepenuhnya menjadi tanggujawab komentator seperti yang tertuang dalam UU ITE.

BERITA TERBARU

SUKABUMIUPDATE.com - Pandemi global ketiga yang disebabkan oleh virus corona baru membuat sebagian besar orang di seluruh dunia cemas. Dilansir dari suara.com, kecemasan ini membuat masyarakat melakukan panic buying, yakni...

SUKABUMIUPDATE.com - Sebuah video singkat memperlihatkan Wali Kota Sukabumi Achmad Fahmi bersama Wakil Wali Kota Sukabumi Andri Hamami dan Sekda Kota Sukabumi Dida Sembada melakukan video conference bersama jajaran...

SUKABUMIUPDATE.com - Merebaknya virus corona baru atau Covid-19 membuat masyarakat semakin memperhatikan kebersihan diri dan lingkungan. Melansir dari tempo.co, anda bisa menggunakan air dan sabun sebagai senjata utama untuk...

SUKABUMIUPDATE.com - Status kegawatdaruratan Kota Sukabumi bakal meningkat setelah seorang warga terkonfirmasi positif Corona dari hasil swab. Hal ini diungkapkan Wali Kota Sukabumi Achmad Fahmi pada konferensi pers di Kantor...

Ikuti Berita
Sukabumi Update Lainnya