Menu

21 Jan 2020, 06:30 WIB

DPRD Kabupaten Sukabumi Minta Pemerintah Beri Penghargaan Nenek Pengajar Asal Caringin

Neneh Hasanah (84 tahun), saat mengajar di YPI Assahriyah Diniyah Takmiliyah Awaliyah (DTA) Misbahul Aulad, Kampung Ciseupan Hilir RT 03/06 Desa Seuseupan Kecamatan Caringin Kabupaten Sukabumi, Senin (20/1/2020).

SUKABUMIUPDATE.com - Anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Sukabumi Muhammad Yusuf meminta pihak Kementerian Agama (Kemenag) untuk memperhatikan Neneh Hasanah (84 tahun). 

BACA JUGA: Gaya Nenek 84 Tahun Asal Caringin Sukabumi Saat Mengajar

Seperti diketahui, Neneh Hasanah adalah seorang guru sekaligus kepala sekolah di Yayasan Pendidikan Islam (YPI) Assahriyah Diniyah Takmiliyah Awaliyah (DTA) Misbahul Aulad, Kampung Ciseupan Hilir RT 03/06 Desa Seuseupan Kecamatan Caringin Kabupaten Sukabumi.

"Guru yang seperti ini yang seharusnya dapat diperhatikan lebih oleh Kementerian Agama (Kemenag), karena beliau adalah salah satu guru DTA yang ada di bawah naungan Kemenag," kata Yusuf kepada sukabumiupdate.com, Senin (20/1/2020).

BACA JUGA: Nenek 84 Tahun Asal Caringin Sukabumi Luluskan 5.000 Siswa, Ada yang jadi Pejabat

Tak cukup sampai disitu, Yusuf mengatakan, Pemerintah Kabupaten Sukabumi pun sudah seharusnya hadir untuk memberikan apresiasi lebih kepada sosok Neneh yang notabene telah sangat berjasa bagi dunia pendidikan di Sukabumi.

"Pemkab Sukabumi pun selayaknya memberikan apresiasi lebih kepada Ibu Neneh Hasanah agar di pengujung usianya ini dapat berkehidupan lebih layak. Beliau sangat memiliki dedikasi yang luar biasa walaupun sudah renta, tapi semangat untuk berbakti kepada anak bangsa. Tak surut dimakan usia," tandas Yusuf.

BACA JUGA: Dirawat Orang Tua Asuh, Kisah Nenek 84 Tahun Asal Caringin Sukabumi yang Tetap Mengajar

Diberitakan sebelumnya, Neneh Hasanah mengajar sejak tahun 1954 dan masih aktif mengajar hingga detik ini. Matanya masih awas melihat huruf demi huruf, kata demi kata di buku pelajaran yang selanjutnya ia ajarkan kepada anak-anak didiknya.

Neneh mengaku sudah meluluskan lebih dari 5.000 siswa-siswi. Dari ribuan muridnya yang telah lulus tersebut, salah satunya ada yang menjadi pejabat di Manado, Sulawesi Utara. Tapi tak jarang pula, banyak siswanya yang sudah meninggal dunia mendahuluinya.

Reporter : OKSA BC/ADV
Redaktur : HERLAN HERYADIE
E-mail Redaksi : sukabumiupdateredaksi@gmail.com
E-mail Marketing : marketingsukabumiupdate@gmail.com
Komentar Anda
sukabumiupdate.com tidak bertanggujawab atas komentar yang ditulis. Isi komentar sepenuhnya menjadi tanggujawab komentator seperti yang tertuang dalam UU ITE.

BERITA TERBARU

SUKABUMIUPDATE.com - Tak sedikit travelers yang merasa khawatir dengan kesehatan mereka saat traveling karena ancaman virus corona baru atau Covid-19. Belum lama ini, sepasang penumpang pesawat di Australia diketahui rela...

SUKABUMIUPDATE.com – Kasus tewasnya Raisad Laksana P, siswa MAN 1 Cibadak yang dibacok oleh pelajar sekolah lainnya mengejutkan publik Sukabumi. Korban diserang dan dibacok pelajar lainnya usai menonton pertandingan...

SUKABUMIUPDATE.com - Umumnya, orang harus tidur selama 8 jam. Tetapi, tidur lebih lama lagi karena begadang malam ternyata tidak baik untuk kesehatan, terutama anak-anak dalam masa pertumbuhan. Sebuah studi baru...

SUKABUMIUPDATE.com - Keluarga Raisad Laksana P meminta penegak hukum agar pelaku pembacokan dihukum seberat-beratnya.  "Kami mengikhlaskan (kematian Raisad) tapi untuk proses hukum kami sangat berharap para pelaku ditangkap dan dihukum...

Ikuti Berita
Sukabumi Update Lainnya