Dibawa Lari Saat Usia 11 Tahun, Gadis di Bawah Umur Pulang Hamil 9 Bulan

Selasa 28 Januari 2020, 12:15 WIB

SUKABUMIUPDATE.com - Seorang lelaki parobaya berinisial SF asal Kecamatan Naringgul, Kabupaten Cianjur, membawa kabur anak perempuan di bawah umur hampir empat tahun. Sekarang, korbannya yang saat dibawa kabur masih berusia 11 tahun, tengah hamil sembilan bulan. Pelaku diringkus jajaran Polsek Naringgul pada Kamis (23/01/2020) saat kembali lagi ke kampung halamannya di Kecamatan Naringgul.

Berdasarkan informasi, kasus penculikan anak di bawah umur terjadi pada 2016 lalu. Modus yang dilakukan pelaku dengan cara meminta korban memijat tubuhnya. 

BACA JUGA: Jelang Pilkada 2020, Jurnalis dan Kesbangpol Cianjur Kolaborasi di Sawala Politika

Kabarnya, meskipun terbilang masih anak-anak, tapi korban dikenal memiliki kemampuan memijat. Pelaku juga diketahui langganan dipijat korban. 

Namun, usai memijat, korban tidak pernah kembali lagi ke rumah orangtuanya. Rupanya, korban dibawa lari pelaku ke luar daerah. Kurun 3×24 jam, orangtua korban pun melaporkan kasus tersebut ke pihak kepolisian dengan nomor laporan LP/03/B/II/2016/PLD JBR/RES CJR/Sektor Naringgul tertanggal 23 Februari 2016. 

"Kasus ini kejadiannya sekira 2016. Pelaku membawa lari anak di bawah umur atau pencabulan. Pelaku menelepon orangtua korban agar anaknya membantu memijat. Orangtua korban tidak curiga karena selama ini sudah 4 kali pelaku dipijat korban," ujar Wakapolres Cianjur Kompol Jaka Mulyana, kepada wartawan di Mapolres Cianjur, Selasa (28/01/2020).

BACA JUGA: Sidang Perdana Lima Mahasiswa, Kasus Meninggalnya Polisi Saat Amankan Unjuk Rasa di Cianjur

Pascapelaporan, anggota Polsek Naringgul mencari jejak keberadaan pelaku bersama korban. Pelaku pun masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) karena tidak diketahui keberadaannya. Namun pada Kamis (23/01/2020), warga setempat melaporkan melihat pelaku bersama korban yang hamil sembilan bulan kembali lagi ke kampung halamannya.

"Kami mendapat informasi bahwa si pelaku ada di rumahnya. Anggota kami di Polsek Naringgul langsung menangkap pelaku," tutur Jaka. 

Selama dalam pelarian, kata Jaka, pelaku membawa korban berpindah-pindah tempat di luar daerah. Dari pengakuan pelaku, sebut Jaka, mereka pernah tinggal di kawasan perkebunan Bandung dan di Garut. 

"Selama empat tahun, kami dari kepolisian terus berkoordinasi dan berkomunikasi dengan keluarga korban. Namun untuk mencari keberadaan pelaku dan korban cukup kesulitan," sebutnya.

BACA JUGA: Baliho Ditutup Gambar Forkopimda, Bakal Calon Bupati Cianjur Sewot

Pelaku dijerat Pasal 81 Ayat (2) UU RI Nomor 17/2016 tentang Perubahan Kedua atas UU RI Nomor 23/2002 tentang Perlindungan Anak. Pelaku diancam pidana penjara paling singkat tiga tahun dan paling lama 15 tahun serta denda pidana paling sedikit Rp 60 juta dan paling banyak Rp 300 juta.

Selain kasus tersebut, jajaran Satreskrim Polres Cianjur juag mengungkap kasus dugaan pencabulan anak di bawah umur lainnya selama periode Mei-Desember 2019. Polisi menangkap delapan tersangka masing-masing berinisial MAS, NO, AS, JR, AH, SA, R, dan AR. Korbannya diketahui sebanyak sembilan orang.

"Delapan laporan polisi ini kasusnya dugaan pencabulan dan persetubuhan anak. Semua kasus ini dalam penanganan dan tersangkanya sudah kami amankan. Pelakunya ada yang merupakan orang-orang terdekat, seperti keluarga, tetangga, dan sebagainya," pungkas Jaka.

BACA JUGA: Residivis Curanmor Dihadiahi Timah Panas di Cianjur

Kasatreskrim Polres Cianjur, AKP Niki Ramadhany menambahkan, kasus perlindungan perempuan dan anak merupakan kasus atensi. Apalagi pada kasus yang berhasil diungkap Polres Cianjur, hampir semua korbannya masih di bawah umur. "Kami harus melakukan pendampingan bagi korban, baik assesmen, observasi, dan lainnya dengan dinas-dinas terkait," kata Niki.

Pun kasus korban anak di bawah umur asal Naringgul yang sekarang hamil 9 bulan. Tentu harus dipikirkan masa depan korban dan anaknya. "Kedua orang tua korban juga secara ekonomi sangat lemah. Kondisi korban terlihat masih trauma. Ini yang ada trauma healing. Penanganannya harus dilakukan secara khusus," pungkasnya.

Follow Berita Sukabumi Update di Google News
Simak breaking news Sukabumi dan sekitarnya langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita SukabumiUpdate.com WhatsApp Channel : https://whatsapp.com/channel/0029VaXv5ii0LKZ6hTzB9V2W. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.
Berita Terkini
Life22 Februari 2025, 09:01 WIB

Cara Menanamkan Kebiasaan Puasa pada Anak Sejak Dini: Trik Sukses Agar Mereka Bersemangat

Mengajarkan anak untuk berpuasa sejak dini adalah salah satu cara yang efektif untuk menanamkan nilai-nilai spiritual dan kedisiplinan.
Ilustrasi Mengajarkan Kebiasaan Puasa Pada Anak Sedari Dini (Sumber : Freepik)
Bola22 Februari 2025, 09:00 WIB

Persib Bandung vs Madura United di Liga 1: Tantangan Pangeran Biru Raih 3 Poin!

Persib vs Madura akan tersaji malam ini dalam lanjutan Liga 1 2024/2025.
Persib vs Madura akan tersaji malam ini dalam lanjutan Liga 1 2024/2025. (Sumber : X@persib/@MaduraUnitedFC).
Inspirasi22 Februari 2025, 08:00 WIB

Info Loker Lulusan D3 Semua Jurusan, Penempatan di Area Jabodetabek

Loker D3 Semua Jurusan ini tersedia untuk mengisi posisi Manufacturing Apprentice dan dibuka hingga 21 April 2025 mendatang.
Info Loker Lulusan D3 Semua Jurusan, Penempatan di Area Jabodetabek (Sumber : Freepik/@pressfoto)
Food & Travel22 Februari 2025, 07:00 WIB

Resep Mie Leor Bumbu Kacang, Menu Takjil yang Banyak Dijual di Bulan Puasa

Menu Mie Leor bahkan banyak dijual di bulan puasa sebagai makanan takjil.
Resep Mie Leor Bumbu Kacang, Menu Takjil yang Banyak Dijual di Bulan Puasa. Foto: IG/@TeniSondari
Science22 Februari 2025, 06:00 WIB

Prakiraan Cuaca Jawa Barat 22 Februari 2025, Sedia Payung Saat Keluar Rumah

Sebagian besar wilayah Jawa Barat termasuk Sukabumi dan sekitarnya diperkirakan mengalami cuaca berawan hingga hujan pada 22 Februari 2025.
Ilustrasi. Sebagian besar wilayah Jawa Barat termasuk Sukabumi dan sekitarnya diperkirakan mengalami cuaca berawan hingga hujan pada 22 Februari 2025. | Foto: Pixabay
Food & Travel22 Februari 2025, 05:30 WIB

Serunya Wisata Rafting Sambil Menikmati Keindahan Alam di Caldera Adventure Cikidang Sukabumi

Selain resort dan rafting, Caldera Adventure Cikidang Sukabumi juga menawarkan berbagai aktivitas outdoor.
Keseruan berwisata arung jeram atau rafting di Sungai Citarik Sukabumi bersama Caldera Adventure. (Sumber Foto: Dok. Caldera Adventure)
Sukabumi21 Februari 2025, 22:28 WIB

Temani Warga yang Dipanggil Polisi Pasca Kematian Samson, Massa Geruduk Mapolres Sukabumi

Puluhan warga Cihurang Simpenan Sukabumi geruduk Mapolres Sukabumi pasca kematian Samson.
Puluhan warga Kampung Cihurang, Desa Cidadap, Kecamatan Simpenan, Kabupaten Sukabumi mendatangi Mapolres Sukabumi pasca kematian Samson. (Sumber : SU/Ilyas)
Sehat21 Februari 2025, 21:00 WIB

5 Cara Ampuh Mengatasi Gejala Kolesterol Tinggi pada Kulit

Kolesterol tinggi dapat meningkatkan risiko penyakit jantung dan stroke. Tanda-tandanya biasanya tidak kentara, namun terkadang, Anda dapat melihat gejala Kolesterol tinggi pada kulit.
Ilustrasi cara mengatasi gejala kolesterol tinggi pada kulit (Sumber: Freepik/@freepik)
Sukabumi21 Februari 2025, 20:48 WIB

Aksi Indonesia Gelap di Sukabumi, Mahasiswa Kritisi Efisiensi Anggaran hingga MBG

Wakil Ketua DPRD Kota Sukabumi Rojab Asyari menilai semua tuntutan yang disampaikan mahasiswa cukup realistis dan sesuai dengan keadaan di masyarakat.
Aksi Indonesia Gelap di Kota Sukabumi, ratusan mahasiswa berunjukrasa di depan Kantor DPRD, Jumat (21/2/2025). (Sumber Foto: SU/Asep Awaludin)
Inspirasi21 Februari 2025, 20:18 WIB

Integrasi AI di Newsroom Media Lokal Tingkatkan Efisiensi dan Kualitas Konten

Pemimpin Redaksi Suara.com, Suwarjono, menekankan pentingnya adaptasi teknologi, termasuk AI, bagi media lokal
LMC Talk