Light Dark

Keren, Pelajar SMA Doa Bangsa Belajar Bikin Robot di Negeri Singa

News | 21 Jun 2019, 11:38 WIB
Pelajar dari SMA Doa Bangsa, Keyla Danang Padhendra Ramadhani saat mengikuti Asia Math Engineering Challenge (AMEC), di Negara Singapura pada 18 hingga 22 Juni 2019. | Istimewa

SUKABUMIUPDATE.com - Seorang pelajar dari SMA Doa Bangsa, Keyla Danang Padhendra Ramadhani patut diacungi jempol. Pasalnya ia berhasil mendapatkan kesempatan untuk mengikuti Asia Math Engineering Challenge (AMEC), di Negara Singapura pada 18 hingga 22 Juni 2019.  

BACA JUGA: Jago Debat, SMA Doa Bangsa Sabet Juara 1 LDBI dan Mewakili Sukabumi di Provinsi

Kepala SMA Doa Bangsa, Teguh Eka Prahara mengatakan sebelum siswa yang akrab disapa Danang ini mengikuti AMEC di Negara dengan julukan Negeri Singa itu, terlebih dahulu danang mengikuti seleksi oleh official Amec dan berhasil menjadi salah satu yang mewakili dari Indonesia. 

"Kebetulan officialnya datang ke sekolah, kemudian siswa diseleksi, setelah itu Danang mendapatkan undangan untuk mengikuti kegiatan tersebut," ujarnya kepada sukabumiupdate.com, Jumat (21/6/2019).

Teguh menjelaskan, Asia Math Engineering Challenge ini diikuti oleh delapan Negara, yaitu Singapura, Indonesia, Brunei Darussalam, Malaysia, Kamboja, Myanmar, Vietnam dan Bangladesh. 

"Event ini diselenggarakan oleh Astana Ilmu, lembaga yang didirikan oleh para peserta alumni Olimpiade Sains Nasional, Internasional dan Pecinta sains dari Indonesia," paparnya.

BACA JUGA: SMA Doa Bangsa Sukabumi Raih Juara 3 dan 4 Lomba Debat Konstitusi Dsparted 2018

Kegiatannya itu, kata Teguh memberikan kesempatan bagi siswa untuk mengembangkan pemikiran kreatif dan keterampilan pemecahan masalah. 

"Menyelenggarakan Lokakarya robotika bagi siswa untuk mengasah keterampilan pemrograman dasar dan lomba mikroteknik controller," jelasnya.

Peserta juga akan mendapatkan pengalaman teknologi inovatif, tambah Teguh seperti realitas virtual dan drone. Sebagian besar dari program ini akan terdiri dari belajar bagaimana menggunakan Arduino dan Micro: bit microchip. 

"Para peserta nantinya diharapkan bekerja dalam tim dan mereka akan ditugaskan untuk merancang serta memahami solusi robotika inovatif, untuk masalah yang mereka alami  atau amati di komunitas asal mereka," tandasnya.

BACA JUGA: Prestasi Gemilang di ALPHASESMIC 2019, SMA Doa Bangsa Dua Kali Juara Umum

Sementara itu, Pembina Yayasan Pembina Pendidikan Doa Bangsa (YPPDB), Ayep Zaki menegaskan terus berkomitmen menjadikan SMA Doa Bangsa menjadi sekolah unggulan dari Kabupaten Sukabumi. 

"Pendidikan merupakan syarat mutlak generasi bangsa dalam menghadapi tantangan bangsa kedepan dan bisa mencetak generasi masa depan. Selain itu juga bisa mengimplementasikan Pancasila dan NKRI ke dalam gerak sehari hari," pungkasnya.

Image

Redaktur

Image

Reporter

Image

Reporter