Light Dark

Minta UMK 2022 Tetap Naik, Buruh Pabrik Garmen di Cidahu Sukabumi Mogok Kerja

Sukabumi | 21 Dec 2021, 13:46 WIB
Ribuan buruh GSBI melakukan aksi mogok kerja di pabrik garmen PT Gunung Salak Sukabumi di Kecamatan Cidahu, Selasa, 21 Desember 2021. Mereka meminta kenaikan UMK tahun 2022. | GSBI Kabupaten Sukabumi

SUKABUMIUPDATE.com - Ribuah buruh yang tergabung dalam Gabungan Serikat buruh Indonesia atau GSBI melakukan aksi mogok kerja di halaman pabrik garmen PT Gunung Salak Sukabumi di Desa Bababakanpari, Kecamatan Cidahu, Selasa, 21 Desember 2021. Mereka meminta kenaikan UMK tahun 2022 tetap dilakukan.

Ketua Dewan Pimpinan Cabang atau DPC GSBI Kabupaten Sukabumi Dadeng Nazarudin mengatakan, aksi mogok kerja tersebut dilakukan lantaran kebijakan pemerintah yang dinilai tak memihak terhadap buruh, khususnya soal Upah Minimum Kabupaten Sukabumi tahun 2022 yang tak mengalami kenaikan alias sama dengan 2021.


Advertisement

photoBuruh GSBI melakukan aksi mogok kerja di pabrik garmen PT Gunung Salak Sukabumi di Kecamatan Cidahu, Selasa, 21 Desember 2021. - (GSBI Kabupaten Sukabumi)

Diketahui, Ridwan Kamil telah menerbitkan Keputusan Gubernur Jawa Barat Nomor: 561/ Kep.732-Kesra/ 2021 tentang upah Minimum Kabupaten/Kota di Daerah Provinsi Jawa Barat Tahun 2022. Berdasarkan keputusan ini, UMK Kabupaten Sukabumi tahun 2022 tidak mengalami kenaikan dan masih ada di angka Rp 3.125.444,72.

"Di beberapa perusahaan (basis GSBI) ada yang sudah melakukan kesepakan antara pihak perusahaan dengan pihak serikat, kenaikannya ada yang sampai 5 persen," kata Dadeng menjelaskan adanya beberapa perusahaan yang tetap menaikkan UMK tahun 2022.

Baca Juga :


Advertisement

Baca Juga :

Dadeng tak merinci perusahaan mana yang menaikkan UMK tersebut. Tetapi, dia mengatakan ada dua perusahaan air minum dalam kemasan atau AMDK di Sukabumi yang menaikkan UMK tahun 2022. "Sudah berulang kali mengirim surat meminta perusahaan untuk perundingan kenaikan upah, tetapi perusahaan tidak merespons dengan baik sehingga terjadi aksi hari ini," katanya.

"Kalau aksi hari ini masih tidak ada respons dari pihak perusahaan, akan menyusul pabrik-pabrik lain yang melakukan aksi mogok kerja. Salah satunya pabrik CDB dan pabrik-pabrik khusus basis GSBI. Aksi akan dilakukan sampai tuntutan karyawan dikabulkan," imbuh Dadeng. "Ini adalah awal sebagai bentuk jawaban dari ketidakmampuan pemerintah dalam merespon aspirasi."

PT Gunung Salak Sukabumi adalah anak cabang Nobland Internasional yang berasal dari Korea Selatan dan kantor pusat Nobland Internasional beralamat di 197-15, Karak-Dong, Songpa-Gu, Seoul, 138-162 South Korea. Ini merupakan perusahaan yang memproduksi pakaian jadi.

Image

Admin SUpdate

Image

Oksa Bachtiar Camsyah

Redaktur