Light Dark

Jago Hadapi Hewan Buas, Kisah Mbah Durak dan Benda Pusaka di Teluk Ciletuh Sukabumi

Sukabumi | 23 Jun 2021, 11:44 WIB
Ciletuh-Palabuhanratu Unesco Global Geopark di Sukabumi merupakan pesona alam Indonesia yang ada di selatan Jawa. Foto ini diambil pada 2011 dan menjadi foto pertama Teluk Ciletuh dari Puncak Darma. | Dedi Suhendra

SUKABUMIUPDATE.com - Bukan hanya dikenal sebagai orang pertama yang datang ke kawasan Teluk Ciletuh di Kecamatan Ciemas, Kabupaten Sukabumi, Mbah Durak juga disebut meninggalkan sejumlah benda pusaka seperti keris dan gobang. Sementara dalam seni budaya, ia meninggalkan buncis dan gondang.

Menurut cerita yang terus dipelihara warga setempat, Mbah Durak juga dikenal dengan kemampuannya menaklukan hewan buas dan ahli kadugalan berupa ilmu untuk berkelahi. Salah satu keturunannya, Abdulloh (40 tahun) mengaku pernah melihat benda pusaka berupa keris dan gobang yang saat itu dipelihara kakek-neneknya.

"Bahkan dari keterangan nenek bahwa ada satu keris yang dijuluki Si Jalak. Dari ceritanya keris tersebut mampu memadamkan api yang membakar hutan Cikalong. Tidak tahu persis benda pusaka tersebut berada di mana saat ini," katanya, Selasa, 22 Juni 2021.

Berdasarkan cerita orang tuanya, kata Abdulloh, Mbah Durak memang memiliki berbagai ilmu, baik kabeujikan maupun kadugalan. "Itu terbukti saat masih ada cucu-cucu Mbah Durak, di mana mereka ada yang punya ilmu tersebut," ucap Abdulloh. "Beberapa kesenian seperti buncis dan gondang sekarang masih dilestarikan dan tersebar di Pajampangan," tambah dia.

Selain kisah Mbak Durak, Abdulloh juga menyebut ada perantau dari Makassar yang bermukim di Kampung Cikalong, bernama Mbah Bugis. "Keturunannya sekarang berada di Kampung Cigadok Desa Mekarsakti," terangnya. "Buyut-buyutnya sekarang masih ada yakni orang tua kami, paling tua usianya 80 tahun dan di antaranya ada juga yang memiliki keahlian dalam mengobati lemah syahwat," ucapnya.

Baca Juga :

Sebelumnya diceritakan Teluk Ciletuh di Kecamatan Ciemas adalah penyangga utama keberadaan Ciletuh-Palabuhanratu Unesco Global Geopark atau CPUGGp. Mbah Durak disebut-sebut sebagai orang pertama yang datang ke kawasan itu, membangun permukiman dan lahan pertanian, hingga makam tuanya dijadikan salah satu cagar budaya oleh CPUGGp.

Konon katanya, Mbah Durak memilih nama Cikalong untuk permukiman pertama yang berdiri di kawasan tersebut. Nama kampung Cikalong hingga kini masih dilestarikan, berada di Desa Mekarsakti, Kecamatan Ciemas, Kabupaten Sukabumi.

Mbah Durak sendiri disebut sebagai keturunan kerajaan Galuh Cirebon yang mengembara ke pantai selatan, datang bersama sejumlah saudaranya membuka hutan belantara menjadi lahan pertanian dan permukiman di wilayah tersebut.

Keturunannya hingga kini masih berada di Kampung Cikalong, merawat Makam Mbah Durak yang berada di pinggir jalan Kabupaten ruas Nyomplong-Citiis.

Ulasan lebih lengkap soal Ciletuh-Palabuhanratu Unesco Global Geopark dapat dibaca di sini.

Image

Ragil Gilang

Reporter

Image

Oksa Bachtiar Camsyah

Redaktur