Light Dark

BMKG Catat Gempa Ketiga dan Keempat di Perairan Ujung Genteng Sukabumi, Swarm?

Sukabumi | 02 Oct 2020, 14:24 WIB
Infografis paramater gempa ketiga di Perairan Ujung Genteng Sukabumi, Jumat (2/10/2020) | BMKG

SUKABUMIUPDATE.com – Tak hanya dua (kembar), Badan Meteorologi Klimatologi Geofisika (BMKG) hari ini, Jumat (2/10/2020) mencatat gempa ketiga dan keempat kembali terjadi di perairan sekitar Ujung Genteng Kabupaten Sukabumi. Gempa ketiga terjadi pukul 16:53:23 WIB, sedangkan gempa keempat pukul 17:01:47 WIB.

BMKG mencatat parameter gempa ketiga berkekuatan magnitudo 3.4. Pusat gempa berada di lokasi 7.85 LS - 106.67 BT, di laut sekitar perairan ujung genteng (96 kilometer Tenggara Kabupaten Sukabumi) dengan kedalaman 15 kilometer.


Advertisement

Sedangkan gempa keempat, berkekuatan magnitudo 2.3. Gempa ini berpusat di 7.74 LS - 106.71 BT (94 kilomeer Tenggara kabupaten sukabumi dengan kedalaman 33 kilomenter.

Belum ada keterangan lebih lanjut dari BMKG terkait gempa ketiga dan keempat ini. Namun di dua gempa sebelumnya, BMKG menyebut ada laporan guncangan dirasakan oleh sejumlah warga di kabupaten sukabumi dengan skala intensitas II MMI.

BACA JUGA: Lempeng Eurasia Picu Gempa Kembar di Pesisir Ujung Genteng Sukabumi, Ini Kata BMKG

Dalam rilis BMKG, gempa sebelumnya terjadi pukul 12:12:29 WIB, berkekuatan magnitudo 3.0. Episenter gempa berada di koordinat 7.69 lintang selasan dan dan 106.55 bujur timur, berlokasi di laut pada jarak 77 kilometer Selatan kabupaten sukabumi Jawa Barat, dengan kedalaman 33 kilometer. 


Advertisement

“Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenter, gempabumi yang terjadi merupakan jenis gempabumi Dangkal akibat aktivitas penyesaran dalam Lempeng Eurasia,” tulis Kepala BBMKG Wilayah II Tangerang, Hendro Nugroho, Jumat

Dampak gempabumi ini menurut Hendro, digambarkan oleh peta tingkat guncangan (Shakemap) BMKG d berdasarkan laporan dari masyarakat dirasakan  di wilayah Sukabumi dengan skala intensitas II MMI (Dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung bergoyang).  

“Namun hingga saat ini belum ada laporan mengenai kerusakan bangunan sebagai dampak gempabumi tersebut. Hingga pukul 14:30 WIB, hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempabumi susulan (aftershock),” lanjut Hendro.

BACA JUGA: Gempa Swarm Getarkan Kabandungan Sukabumi, Warga Diminta Tenang dan Waspada

“Kepada masyarakat dihimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya,” pungkasnya.

BMKG juga merilis, pukul 11:15:34 WIB juga terjadi gempa di lokasi yang tidak berjauhan. Berkekuatan magnitude 3.2, dengan episentrum 7.74 lintang selatan dan 106.55 bujur timur, kedalaman 33 kilometer.

Dari sejumlah literasi termasuk BMKG, rentetan atau serangkaian aktivitas gempa bermagnitudo kecil dengan frekuensi kejadian yang sangat sering dan relatif lama di suatu kawasan dikenal dengan nama gempa swarm. Gempa ini terjadi tanpa ada gempa utama (mainshock), sebagaimana gempa utama yang frekuensinya lebih besar dari gempa susulan.

Ingat pesan ibu: 3M (memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan dengan sabun). Redaksi sukabumiupdate.com mengajak seluruh pembaca untuk menerapkan protokol kesehatan Covid-19 di setiap kegiatan.

 

Image

Fit NW

Redaktur

Image

Fit NW

Redaktur

Image

RAGIL GILANG

Reporter