Menu

21 Agu 2019, 10:50 WIB

Gempa Swarm Getarkan Kabandungan Sukabumi, Warga Diminta Tenang dan Waspada

Peta guncangan gempa bumi bermagnitudo 3,9 yang terjadi Rabu (21/8/2019) pukul 03.16 WIB. | Sumber Foto:Istimewa

SUKABUMIUPDATE.com - Gempa lagi-lagi terjadi di Sukabumi. Gempa bermagnitudo 3,9 terjadi pada Rabu (21/8/2019) pukul 03.16 WIB. Dari keterangan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), titik koordinat gempa di 6.77 LS - 106.52 BT dengan pusat gempa berada di darat 24 km Barat Laut Kabupaten Sukabumi. BMKG memperkirakan, gempa dangkal itu dipicu aktivitas Sesar Citarik. 

Salah satu daerah yang merasakan guncangan gempa tersebut yaitu Kecamatan Kabandungan. 

BACA JUGA: Gempa Terasa Beberapa Kali di Kabandungan Sukabumi, Siswa SD Tak Masuk Sekolah

Staf Kecamatan Kabandungan, Ade Setiawan mengatakan, sudah empat kali gempa terasa di wilayah kecamatannya. Walaupun guncangannya kecil tapi cukup membuat panik warga.

"Sudah terjadi empat kali dari jam tiga subuh tadi. Warga di sini juga panik ketika gempa mengguncang," ujar Ade.

Seluruh warga sudah diperingatkan untuk waspada, mengingat Kecamatan Kabandungan adalah wilayah rawan terdampak gempa. Sejauh ini belum ada laporan terkait dampak gempa.

BACA JUGA: Mengenal Sesar Citarik dari Palabuhanratu, Sumber Gempa Lainnya di Selatan Sukabumi

 "Yang terjadi pas jam 3 pagi kerasa gede guncangannya, tapi belum ada laporan soal yang terdampak. Kami juga sudah menghimbau warga," terangnya.

Sementara itu, Koordinator Pusat Pengendalian dan Operasi (Pusdalops) BPBD Kabupaten Sukabumi Daeng Sutisna menyatakan, belum ada laporan dampak kerusakan gempa akibat aktivitas Sesar Citarik dan gempa Rabu dini hari tadi. Sedangkan, baru dari Kecamatan Kabandungan yang merasakan guncangan gempa Rabu dini hari tersebut.

"Baru dari Kecamatan Kabandungan yang melaporakan merasa guncangan gempa Rabu dini hari tadi," ujarnya.

BMKG menegaskan fenomena rententan gempa ini sudah berlangsung sejak 10 Agustus 2019 silam. Termasuk ketegori gempa swarm yang terjadi terus menerus (frekwensi tinggi) di satu kawasan dengan magnitudo dibawah 5 (kecil)

Reporter : CRP 3/RUSLAN AG
Redaktur : ANDRI SOMANTRI
E-mail Redaksi : sukabumiupdateredaksi@gmail.com
E-mail Marketing : marketingsukabumiupdate@gmail.com
Komentar Anda
sukabumiupdate.com tidak bertanggujawab atas komentar yang ditulis. Isi komentar sepenuhnya menjadi tanggujawab komentator seperti yang tertuang dalam UU ITE.

BERITA TERBARU

SUKABUMIUPDATE.com - Disinfektan menjadi salah satu bahan kimia yang penting buat masyarakat saat wabah virus corona sebab kandungan alkohol dan klorinnya dipercaya bisa membunuh mikroorganisme yang menempel pada barang-barang...

SUKABUMIUPDATE.com - Warga Desa Girijaya, Kecamatan Cidahu, Kabupaten Sukabumi mulai kesulitan mendapatkan gas LPG 3 kilogram atau biasa dijuluki "Si Melon". Informasi yang dihimpun, kelangkaan terjadi sejak empat hari...

SUKABUMIUPDATE.com - Hari pertama pelaksanaan isolasi lokal di Kabupaten Cianjur, Senin (30/3/2020), Pemkab Cianjur baru menutup akses masuk dari luar kota melalui Jalur Puncak. Rombongan pemudik asal Jakarta pun dihentikan...

SUKABUMIUPDATE.com - Puluhan ibu-ibu di Desa Citarik, Kecamatan Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi menggeruduk kantor Desa Citarik, Senin (30/3/2020). Para ibu-ibu tersebut melakukan demontrasi ke kantor desa lantaran kesal masih ditagih oleh...

Ikuti Berita
Sukabumi Update Lainnya