Menu

28 Apr 2019, 05:42 WIB

Pais Odeng Ala Jampang Sukabumi, Bikin Pria Kuat di Ranjang

Pepes sarang lebah atau pais odeng buatan Ipah (43 tahun) pemilik rumah makan di Puncak Buluh perbatasan Kecamatan Lengkong dan Jampang Kulon, Kabupaten Sukabumi. | Sumber Foto:Demmi

SUKABUMIUPDATE.com - Bosankah Anda dengan menu makanan yang biasa-biasa saja? Jika Anda menginginkan makanan yang tidak biasa, Anda bisa mencoba makanan ekstrim, yaitu pepes sarang lebah atau masyarakat Pajampangan Sukabumi biasa menyebutnya Pais Odeng.

Kudapaan ini serupa dengan pepes, namun isinya berupa sarang tawon yang dipadukan dengan bumbu rempah. Bahkan pepes sarang tawon ini di percaya akan menambah kejantanan bagi pria yang memiliki masalah sexual, sehingga banyak diburu kaum adam.

BACA JUGA: Kelezatan Sate Entok Bumbu Pajampangan Sukabumi

Tak heran jika Ipah (43 tahun) pemilik rumah makan di Puncak Buluh perbatasan Kecamatan Lengkong dan Jampang Kulon ini berinisiatif membuat penganan langka tersebut.

Menurut Ipah, untuk membuat pais odeng ini terbilang mudah. Pertama siapkan satu papan sarang tawon (lebah), lalu parut 1/2 butir kelapa muda. Kemudian untuk bumbunya siapkan tiga buah cabe rawit, lima buah bawang merah, dua siung bawang putih, dua lembar daun jeruk, kunyit, jahe, kencur, mata asam jawa, satu sdt ketumbar, satu sdt gula merah, dan garam secukupnya.

"Setelah semua bumbu, kelapa dan sarang tawon siap, lalu campurkan dan bungkus dalam daun pisang seperti membuat pepes pada umumnya, dan kukus," papar Ipah kepada sukabumiupdate.com, Sabtu (27/4 /2019).

Untuk satu buah pepes sarang lebah atau pais odeng ini, Ipah menjualnya dengan harga Rp 10 ribu saja. Sangat murah untuk sebuah barang langka penambah stamina ini.

BACA JUGA: Tips Mengolah Menu Ikan Koyo atau Eteman ala Nelayan Palabuhanratu

Pais odeng ini memiliki rasa yang khas, kandungan protein yang tinggi sangat mirip dengan tekstur buah anggur, kenyal dan berair ketika digigit.

"Biasanya sarang lebah saya dapatkan dari penjual yang biasa mencari di hutan, karena langka makanya tidak sulit menjualnya, sangat banyak peminatnya terutama bapak-bapak," pungkasnya.

Reporter : DEMMI PRATAMA
Redaktur : GARIS NURBOGARULLAH
E-mail Redaksi : sukabumiupdateredaksi@gmail.com
E-mail Marketing : marketingsukabumiupdate@gmail.com
Komentar Anda
sukabumiupdate.com tidak bertanggujawab atas komentar yang ditulis. Isi komentar sepenuhnya menjadi tanggujawab komentator seperti yang tertuang dalam UU ITE.

BERITA TERBARU

SUKABUMIUPDATE.com - Juru bicara pusat informasi dan koordinasi Covid-19 Kabupaten Sukabumi Harun Alrasyid menyatakan, warga Desa Cibodas, Kecamatan Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, yang meninggal di RSUD Sekarwangi Cibadak pada Jumat...

SUKABUMIUPDATE.com - Indonesia Corruption Watch (ICW) merilis daftar narapidana kasus korupsi yang kemungkinan bebas bila Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly benar-benar merevisi Peraturan Pemerintah Nomor 99 Tahun 2012...

SUKABUMIUPDATE.com - Dinas Kesehatan mengajak warga Sukabumi yang berprofesi di bidang kesehatan untuk bergabung menjadi sukarelawan yang nantinya akan ditempatkan di Rumah Sakit (RS) darurat Covid-19. Penerimaan sukarelawan dalam penanganan Covid-19...

SUKABUMIUPDATE.com - Di tengah pandemi virus corona baru alias COVID-19, beraktivitas fisik tetap harus dilakukan demi menjaga daya tahan tubuh. Dilansir dari tempo.co, bolehkah olahraga sampai ke luar rumah...

Ikuti Berita
Sukabumi Update Lainnya