Menu

14 Apr 2019, 11:20 WIB

Kelezatan Sate Entok Bumbu Pajampangan Sukabumi

Proses pembakaran daging Entok | Sumber Foto:Ragil Gilang

SUKABUMIUPDATE.com - Botram adalah istilah kata sunda yang merujuk pada tradisi makan bersama. Bagi warga di daerah Pajampangan Sukabumi, bakar daging Entok menjadi salah satu menu favorit selain ayam, sebagai teman nasi atau liwet saat botram bersama keluarga, baik di tempat wisata maupun pada moment tertentu.

BACA JUGA: Opak Pasekon, Citra Rasa Kuliner Khas Pajampangan Sukabumi

Untuk memperoleh daging entok atau itik manila yang empuk untuk dibakar. Biasanya entok dipilih yang paling muda, antara lima sampai enam bulan. "Usia entok itu biasanya warga di Pajampangan menyebutnya Manila Jumantung," ujar Karwan (37 tahun), warga Kampung Cigelang, Desa Gunungbatu, Kecamatan Ciracap, Kabupaten Sukabumi, Minggu (14/4/2019).

Menurutnya, proses pembakaran daging entok cukup sederhana, setelah entok disembelih, lalu dibersihkan bulunya. Kemudian entok yang sudah bersih tersebut dipotong-potong ukuran sedang, baru ditaburi garam dan dibakar pakai tusukan bambu (sate).

"Dari proses awal sampai matang lamanya diperkirakan satu jam, entok memang paling nikmat kalau diolahnya dibakar, adapun bumbunya tergantung selera, begitupun dengan sambelnya. Biasanya cukup dengan sambel kecap saja," jelasnya.

BACA JUGA: Kedai Bakso Singkur di Cidolog Sukabumi, Saos Bawangnya Bikin Sendiri

Hewan sejenis unggas ini ukuranya lebih besar dari Bebek, kata Karwan, biasanya entok jantan beratnya hingga tiga kilogram, sedangkan betinannya mencapai dua kilogram.

"Kalau dijadikan hewan peliharaan entok ini bisa mencapai berat tujuh kilogram, sedangkan betina beratnya mencapai lima kilogram. Biasanya entok  di Panjampangan dijual per ekor Rp 40 ribu hingga Rp 60 ribu. Namun tergantung dari berat juga," pungkasnya.

Reporter : RAGIL GILANG
Redaktur : GARIS NURBOGARULLAH
E-mail Redaksi : sukabumiupdateredaksi@gmail.com
E-mail Marketing : marketingsukabumiupdate@gmail.com
Komentar Anda
sukabumiupdate.com tidak bertanggujawab atas komentar yang ditulis. Isi komentar sepenuhnya menjadi tanggujawab komentator seperti yang tertuang dalam UU ITE.

BERITA TERBARU

SUKABUMIUPDATE.com - Disinfektan menjadi salah satu bahan kimia yang penting buat masyarakat saat wabah virus corona sebab kandungan alkohol dan klorinnya dipercaya bisa membunuh mikroorganisme yang menempel pada barang-barang...

SUKABUMIUPDATE.com - Warga Desa Girijaya, Kecamatan Cidahu, Kabupaten Sukabumi mulai kesulitan mendapatkan gas LPG 3 kilogram atau biasa dijuluki "Si Melon". Informasi yang dihimpun, kelangkaan terjadi sejak empat hari...

SUKABUMIUPDATE.com - Hari pertama pelaksanaan isolasi lokal di Kabupaten Cianjur, Senin (30/3/2020), Pemkab Cianjur baru menutup akses masuk dari luar kota melalui Jalur Puncak. Rombongan pemudik asal Jakarta pun dihentikan...

SUKABUMIUPDATE.com - Puluhan ibu-ibu di Desa Citarik, Kecamatan Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi menggeruduk kantor Desa Citarik, Senin (30/3/2020). Para ibu-ibu tersebut melakukan demontrasi ke kantor desa lantaran kesal masih ditagih oleh...

Ikuti Berita
Sukabumi Update Lainnya