Menu

26 Des 2019, 13:14 WIB

Diaga dan GMPP Protes Seleksi Panwascam Sukabumi, Bawaslu: Tunggu Data, Bukti dan Fakta

Aksi unjuk rasa ormas Diaga dan GMPP Sukabumi di halaman Bawaslu Kabupaten Sukabumi, Kamis (26/12/2019). | Sumber Foto:Syahrul Himawan

SUKABUMIUPDATE.com - Puluhan  massa yang tergabung dalam Ormas Demokrasi Indonesia Anti Gerakan Anakrisme (Diaga) dan Gerakan Mahasiswa Penegakan Pancasila (GMPP) menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Bawaslu, Kabupaten Sukabumi, Kamis (26/12/2019).

BACA JUGA: Hasil Tes Wawancara Tidak Dipublikasikan, Ini Jawaban Bawaslu Kabupaten Sukabumi

Koordinator Aksi, Dewex Sapta Anugerah mengatakan, kedatangannya ini mendesak Bawaslu Kabupaten Sukabumi untuk bekerja secara profesional dan inpenden. 

"Bagaimanapun Bawaslu itu adalah instrumen demokrasi yang harus berdiri independen dalam pelaksanaan Pilkada 2020 mendatang. Kami datang ke Bawaslu untuk memastikan bahwa proses demokrasi di Kabupaten Sukabumi telah terjadi maraknya KKN," ujarnya kepada sukabumiupdate.com di lokasi.

BACA JUGA: Mertua Jadi Panwascam, Ketua Bawaslu Kabupaten Sukabumi: Yang Tidak Boleh Itu Pasutri

Lanjut Dewex, KKN yang dimaksud adalah mengenai perekrutan Panwascam se-Kabupaten Sukabumi yang hingga kini masih perlu dipertanyakan. Ia juga menyoroti proses wawancara pada saat perekrutan yang dinilai subjektif dan tidak memiliki tolok ukur.

"Saya pikir hari ini Bawaslu perlu evaluasi kembali proses perekrutan Panwascam tersebut. Tapi kita juga akan menunggu sampai sejauh mana koordinasi mereka itu berjalan. Bawaslu adalah badan yang perlu kita awasi," tandasnya.

BACA JUGA: Seleksi Panwascam Diprotes, Bawaslu Sukabumi Sebut Tudingan Nepotisme Berita Bohong

Di tempat yang sama, Ketua Bawaslu Kabupaten Sukabumi, Teguh Haryanto menegaskan proses perekrutan Panwascam sudah dijalankan dengan baik dan benar berdasarkan arahan Bawaslu RI dan regulasi yang ada.

"Mengenai tuntutan-tuntutan massa aksi, mengenai transparansi, dugaan KKN, serta evaluasi rekrutmen Panwascam, itu akan kita tanggapi, tapi sesuai aturan yang berlaku. Memang selalu ada ketidakpuasan, tetapi kita menanggapi dengan terbuka. Tapi harus berdasarkan data, bukti dan fakta," ujar Teguh.

Reporter : SYAHRUL HIMAWAN
Redaktur : HERLAN HERYADIE
E-mail Redaksi : sukabumiupdateredaksi@gmail.com
E-mail Marketing : marketingsukabumiupdate@gmail.com
Komentar Anda
sukabumiupdate.com tidak bertanggujawab atas komentar yang ditulis. Isi komentar sepenuhnya menjadi tanggujawab komentator seperti yang tertuang dalam UU ITE.

BERITA TERBARU

SUKABUMIUPDATE.com -  Kepolisian Daerah Istimewa Yogyakarta menetapkan satu orang Pembina Pramuka sekaligus guru di SMPN 1 Turi Sleman dengan inisial IYA sebagai tersangka kasus susur sungai. Status tersangka itu ditetapkan...

SUKABUMIUPDATE.com - Tak sedikit travelers yang merasa khawatir dengan kesehatan mereka saat traveling karena ancaman virus corona baru atau Covid-19. Belum lama ini, sepasang penumpang pesawat di Australia diketahui rela...

SUKABUMIUPDATE.com – Kasus tewasnya Raisad Laksana P, siswa MAN 1 Cibadak yang dibacok oleh pelajar sekolah lainnya mengejutkan publik Sukabumi. Korban diserang dan dibacok pelajar lainnya usai menonton pertandingan...

SUKABUMIUPDATE.com - Umumnya, orang harus tidur selama 8 jam. Tetapi, tidur lebih lama lagi karena begadang malam ternyata tidak baik untuk kesehatan, terutama anak-anak dalam masa pertumbuhan. Sebuah studi baru...

Ikuti Berita
Sukabumi Update Lainnya