Menu

28 Jun 2019, 11:12 WIB

MK Ketok Palu Sengketa Pilpres, Fahmi Yakin Presiden Terpilih Tidak Bedakan Kota Sukabumi

Wali Kota Sukabumi Achmad Fahmi. | Sumber Foto:Oksa BC

SUKABUMIUPDATE.com - Wali Kota Sukabumi Achmad Fahmi menyatakan, semua pihak harus menerima hasil putusan Mahkamah Konstitusi (MK) terkait sengketa Pilpres.  Menurut Fahmi, menerima putusan MK sebagai wujud warga negara yang baik.

Pada sidang sengketa Pilpres tersebut, MK memutuskan menolak seluruh gugatan kubu Prabowo Subianto - Sandiaga Uno.

BACA JUGA: Mahkamah Konstitusi Tolak Seluruh Permohonan Kubu Prabowo

Fahmi menghimbau agar masyarakat tetap waspada jangan terprovokasi dan jangan memprovokasi sebab semuanya sudah berdasarkan tahapan dan aturan yang telah ditetapkan oleh Undang-Undang.

"Kita ikuti dan taat hasil yang telah diputuskan dan kita pun saling menghargai dan tidak perlu berlebihan dalam merayakan kemenangan," ujar Fahmi kepada sukabumiupdate.com, Jumat (28/6/2019).

BACA JUGA: KPU Umumkan Presiden Terpilih 30 Juni 2019

Fahmi mengungkapkan, presiden terpilih tidak akan membeda-bedakan dukungan pembangunan terhadap setiap daerah. Dirinya yakin, presiden sangat bijak untuk memberikan dukungan-dukungan pembangunan, baik sektor infrastruktur maupun non infrastruktur.

"Tidak mungkin ada dalam pikiran presiden mana daerah yang menang dikasih anggaran lebih, mana daerah yang kalah tidak dikasih anggaran," pungkasnya.

BACA JUGA: Pleno KPU Kota Sukabumi, Capres 01 Hanya Mampu Raih 30,07 Persen Suara

Sebelumnya, pasangan Calon Presiden dan Wakil Presiden nomor urut 02 menang telak di Kota Sukabumi. Pasangan nomor urut 02 Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno mendapat 139.106 suara atau 67,65 persen. Sementara pasangan nomor urut 01 Joko Widodo dan KH Ma'ruf Amin mendapat 61.835 suara atau 30,07 persen.

Reporter : OKSA BC
Redaktur : ANDRI SOMANTRI
E-mail Redaksi : sukabumiupdateredaksi@gmail.com
E-mail Marketing : marketingsukabumiupdate@gmail.com
Komentar Anda
sukabumiupdate.com tidak bertanggujawab atas komentar yang ditulis. Isi komentar sepenuhnya menjadi tanggujawab komentator seperti yang tertuang dalam UU ITE.

BERITA TERBARU

SUKABUMIUPDATE.com - Masyarakat di Kecamatan Pabuaran, Kabupaten Sukabumi mengeluhkan listrik yang sering kali padam. Dalam sehari, bisa terjadi tiga kali padam. Sekali padam bisa sampai satu jam.  Menurut warga Kampung...

SUKABUMIUPDATE.com -  Kepolisian Daerah Istimewa Yogyakarta menetapkan satu orang Pembina Pramuka sekaligus guru di SMPN 1 Turi Sleman dengan inisial IYA sebagai tersangka kasus susur sungai. Status tersangka itu ditetapkan...

SUKABUMIUPDATE.com - Tak sedikit travelers yang merasa khawatir dengan kesehatan mereka saat traveling karena ancaman virus corona baru atau Covid-19. Belum lama ini, sepasang penumpang pesawat di Australia diketahui rela...

SUKABUMIUPDATE.com – Kasus tewasnya Raisad Laksana P, siswa MAN 1 Cibadak yang dibacok oleh pelajar sekolah lainnya mengejutkan publik Sukabumi. Korban diserang dan dibacok pelajar lainnya usai menonton pertandingan...

Ikuti Berita
Sukabumi Update Lainnya