Menu

Selasa, 12 Pebruari 2019, 11:17 WIB

Buruh PT Sentosa Utama Garmindo Sukabumi Tidur di Pabrik, Malu Tak Bisa Bayar Kosan

Buruh menggelar aksi unjuk rasa menuntut ketegasan pemerintah menyelesaikan persoalan PT Sentosa Utama Garmindo, di depan Kantor Kecamatan Cicurug, Jalan Raya Siliwangi, Selasa (12/2/2019). | Sumber Foto:Rawin Soedaryanto

SUKABUMIUPDATE.com - Persoalan buruh dengan pihak perusahaan PT Sentosa Utama Garmindo masih belum usai. Hingga kini para buruh masih belum menerima upah dari perusahaan garmen yang berada di Kampung Caringinkaret RT 03/04, Desa Nyangkowek, Kecamatan Cicurug, Kabupaten Sukabumi, ini.

Buruh yang tergabung dalam Gabungan Serikat Buruh Indonesia (GSBI) pun kembali menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Kecamatan Cicurug, Jalan Raya Siliwangi, Selasa (12/2/2019).

Akibat upah tak dibayarkan perusahaan, sejumlah buruh sudah tak mampu membayar uang kosan hingga harus meminjam uang ke tetangga atau menghutang ke warung untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.

BACA JUGA: PT Sentosa Utama Garmindo Tak Bayar Upah, Buruh Ancam Duduki Pendopo Sukabumi

"Kita pinjam dulu sama tetangga, kalau yang tinggal di kosan nunggak dulu. Apalagi yang punya anak minta dulu ke warung ngutang dulu," ujar Sendi Agustin (29 tahun) salah seorang buruh.

Menurut dia, saat ini sejumlah buruh tinggal di pabrik sebab malu tak bisa bayar kosan.

"Banyak buruh yang kerja di PT Sentosa tinggal di pabrik. Merasa malu ditagih pemilik kosan," ujarnya.

Sementara aksi unjuk rasa di depan kantor Kecamatan Cicurug, dilakukan agar pemerintah daerah Sukabumi serius menyelesaikan persoalan yang dihadapi buruh. Sebab Bupati Sukabumi sudah berjanji akan menyelesaikan persoalan buruh tersebut pada aksi unjuk rasa buruh di Pendopo Sukabumi, belum lama ini.

"Pemkab menjanjikan hari Jumat akan memanggil semua pihak terkait PT Sentosa Utama Garmindo dan ternyata tidak ada. Alasan dari pihak perusahaan tidak ada yang hadir, dan terus hari Senin diagendakan ada pertemuan lagi dengan semua pihak, termasuk buruh harus ikut rapat tapi tak ada kabar sama sekali," ujar Riki Afriansyah (31 tahun), buruh lainnya.

Reporter : RAWIN SOEDARYANTO
Redaktur : ANDRI S
E-mail Redaksi : sukabumiupdateredaksi@gmail.com
E-mail Marketing : marketingsukabumiupdate@gmail.com
Komentar Anda
sukabumiupdate.com tidak bertanggujawab atas komentar yang ditulis. Isi komentar sepenuhnya menjadi tanggujawab komentator seperti yang tertuang dalam UU ITE.

BERITA TERBARU

SUKABUMIUPDATE.com - Ratusan buruh PT Sentosa Utama Garmindo (SUG) yang tergabung dalam Gabungan Serikat Buruh Indonesia (GSBI) Kabupaten Sukabumi melangsungkan pertemuan dan audiensi dengan pihak perusahaan dan buyer, Rabu...

SUKABUMIUPDATE.com - Enam desa di Kecamatan Waluran, Kabupaten Sukabumi, menggelar musyawarah antar desa (MAD) bersama Badan Kerjasama Antar Desa (BKAD) dan Unit Pengelola Kegiatan Dana Bergulir Masyarakat (UPK DBM)...

SUKABUMIUPDATE.com - Asep Abdurahman (37 tahun), warga Kampung Tanjung, Desa Lengkong, Kecamatan Lengkong, Kabupaten Sukabumi, ditemukan tewas dalam keadaan gantung diri di rumahnya, Senin (11/2/2019). Korban yang akrab disapa...

SUKABUMIUPDATE.com - Jembatan di Desa Girijaya, Kecamatan Warungkiara, Kabupaten Sukabumi, ambruk, Senin (21/1/2019). Akibat jembatan ambruk akses lima kampung terputus, yaitu Cisarua, Lebakjero, Kubang, Cisalada, dan Cilutung. Agar bisa dilalui...

    © 2017 Copyright. SukabumiUpdate.com. All Right Reserved
Ikuti Berita
Sukabumi Update Lainnya