Menu

10 Mei 2018, 15:08 WIB

Upah Belum Dibayar, Kuli Bangunan GOR Merdeka Kota Sukabumi Dicurigai Istri

Kuli bangunan GOR Merdeka yang upahnya belum dibayar. | Sumber Foto:M Syahrul Himawan

SUKABUMIUPDATE.com - Sebanyak 17 orang kuli bangunan yang bekerja di proyek pembangunan Gedung Olahraga (GOR) belum mendapatkan pembayaran upah kerja.

Mereka pun meminta pertolongan Wali Kota Sukabumi, M Muraz, berharap manfasilitasi persoalan ini kepada pihak perusahaan yang memperkerjakan.

BACA JUGA:  Kasihan, Upah Kuli Bangunan GOR Merdeka Kota Sukabumi Belum Dibayar

Selama bekerja di proyek pembangunan GOR merdeka ini, 17 kuli bangunan ini diberi upah kerja dengan hitungan hari.

"Bayarannya berbeda-beda karena dibayar perhari sebesar Rp 80 ribu, uang yang belum saya terima mencapai Rp 7 juta," ujar Yudi Iskandar (28 tahun) salah seorang kuli bangunan kepada sukabumiupdate.com.

Akibat upah belum dibayar, Yudi tidak dapat memenuhi kebutuhan sehari-harinya dan membayar hutang sebesar Rp 12 juta. Istrinya Maida Sukmayanda kini sudah jarang berada di rumah, karena merasa malu sering ditagih.

BACA JUGA: Dedeh Sumringah, Hutang Nasi Bungkus Mandor Gor Merdeka Kota Sukabumi Lunas

"Bahkan Istri saya sempat kabur selama dua hari dari rumah," ungkapnya.

Yudi mengaku, selalu menanyakan hal ini kepada mandor proyek tersebut, namun selalu diabaikan hingga merasa jengkel. Maka dari itu satu-satunya cara meminta pertolongan ke Wali Kota Sukabumi.

"Sudah ada komunikasi kalau dengan perusahaan, tapi mereka cuman bilang iya nanti, iya lagi diusahakan," tukasnya.

BACA JUGA: Waduh! Proyek Gor Merdeka Sukabumi Sisakan Hutang Nasi Bungkus Rp 20 juta

Hal senada dikatakan Deni Junansyahh (43 tahun), Ia mengaku upahnya sebesar Rp 4,4 juta belum dibayar. Masalah ini merembet ke rumah tangganya. Sebab istrinya berprasangka buruk, menyangka uangnya dipakai yang tidak-tidak.

"Istri saya mikirnya uang itu sudah saya terima dan saya pakai untuk yang tidak-tidak sehingga meminta pisah. Padahal uang upahnya belum diterima," jelasnya.

Reporter : M SYAHRUL HIMAWAN
Redaktur : ANDRI S
E-mail Redaksi : sukabumiupdateredaksi@gmail.com
E-mail Marketing : marketingsukabumiupdate@gmail.com
Komentar Anda
sukabumiupdate.com tidak bertanggujawab atas komentar yang ditulis. Isi komentar sepenuhnya menjadi tanggujawab komentator seperti yang tertuang dalam UU ITE.

BERITA TERBARU

SUKABUMIUPDATE.com - Banyak informasi beredar menyatakan bahwa virus penyebab COVID-19 sengaja dibuat atau produk rekayasa laboratorium. Dilansir dari tempo.co, hasil studi yang hasilnya telah dipublikasikan dalam jurnal Nature Medicine...

SUKABUMIUPDATE.com - Disinfektan menjadi salah satu bahan kimia yang penting buat masyarakat saat wabah virus corona sebab kandungan alkohol dan klorinnya dipercaya bisa membunuh mikroorganisme yang menempel pada barang-barang...

SUKABUMIUPDATE.com - Warga Desa Girijaya, Kecamatan Cidahu, Kabupaten Sukabumi mulai kesulitan mendapatkan gas LPG 3 kilogram atau biasa dijuluki "Si Melon". Informasi yang dihimpun, kelangkaan terjadi sejak empat hari...

SUKABUMIUPDATE.com - Hari pertama pelaksanaan isolasi lokal di Kabupaten Cianjur, Senin (30/3/2020), Pemkab Cianjur baru menutup akses masuk dari luar kota melalui Jalur Puncak. Rombongan pemudik asal Jakarta pun dihentikan...

Ikuti Berita
Sukabumi Update Lainnya