Menu

Jumat, 23 Maret 2018, 13:02 WIB

Coretan Dinding Ini Saksi Kisah Cinta Berujung Tragis Warga Cijangkar Nyalindung Sukabumi

Coretan nama dan simbol cinta pasangan Agung dan Nopi. | Sumber Foto:Demmi Pratama

SUKABUMIUPDATE.com - Kematian tragis bapak dan anak warga Kampung Legokarey 04/04, Desa Cijangkar, Kecamatan Nyalindung, Kabupaten Sukabumi, Jumat  (23/3/2018) menyisahkan banyak kisah duka. Keputusan Agung Akbar (24 tahun, sebelumnya ditulis 23 tahun) menghabisi nyawa anak semata wayangnya, Muhamad Raffi Akbar (3), menyisahkan penyesalan panjang.

Setelah membunuh anaknya di kebun pinggir desa, Agung pun nekat mengakhiri hidup dengan cara gantung diri di pohon mahoni, hanya berjarak kurang lebih 10 meter dari jasad Raffi. Bocah malang ini adalah buah cinta Agung dan Nopi Aprilianti (20), yang selama ini dikenal sebagai pasangan muda penuh cinta.

BACA JUGA:  Cerita Pilu Sang Kakek Temukan Cucunya Tewas di Hutan Desa Cijangkar Sukabumi

Salah satunya penanda hubungan mesra keduanya adalah coretan di dinding rumah mereka. Di dinding sebelah pintu masuk ada coretan besar dari cat semprot warna orange berbentuk hati.

Didalamnya ada gambar hati kecil berwarna merah yang dikelilingi tulisan nama Agung dan Nopi. Setelah pacaran, keduanya menikah muda, dan tiga tahun lalu lahirlah Raffi, anak laki-laki tampan buah cinta pasangan Agung dan Nopi.

Menurut kerabat korban, coretan ini dibuat sendiri oleh Nopi tak lama setelah mereka menikah pada tanggal 13 Januari 2015 silam.

BACA JUGA: Kesaksian Keluarga Dibalik Kematian Tragis Bapak Anak di Cijangkar Nyalindung Sukabumi

"Rumah tangga mereka selama ini terbilang harmonis, hampir tak pernah terjadi percekcokan rumah tangga," ungkap Jumiati (36) bibi Nopi kepada sukabumiupdate.com, Jumat dirumah duka.

Jumiati shock mengetahui Agung nekat mengakhiri hidup dengan cara gantung diri. Ia bahkan tak pernah menyangka Agung yang selama ini dikenal sebagai pria, bapak dan suami bertanggung jawab tega membunuh buah hatinya sendiri, Raffi.

"Agung itu baik, pendiam dan rajin beribadah. Kami salut karena Agung ini sering membantu bahkan mengejarkan pekerjaan rumah saat Nopi bekerja di Jakarta. Saya benar-benar nggak nyangka," lanjut Jumiati penuh duka.

BACA JUGA: Tragis! Anak Ditemukan Tewas, Ayah Gantung Diri di Hutan Desa Cijangkar Sukabumi

Entah apa yang melatari keputusan nekat Agung ini, karena Nopi hingga saat ini memilih bungkam dan berdiam diri di dalam kamar. Saat ini Jenazah Raffi sudah berada di rumah duka Kampung Legokarey, Desa Cijangkar, Kecamatan Nyalindung, Kabupaten Sukabumi, dan menunggu proses pemakaman.

Sementara jasad Agung dibawa keluarganya ke Baros Kota Sukabumi. "Iya tadi dari rumah sakit langsung dibawa ke Baros, kayaknya mau dimakamin disana," tutup Jumiati.

Reporter : DEMMI PRATAMA
Redaktur : FIT NW
E-mail Redaksi : sukabumiupdateredaksi@gmail.com
E-mail Marketing : marketingsukabumiupdate@gmail.com
Komentar Anda
sukabumiupdate.com tidak bertanggujawab atas komentar yang ditulis. Isi komentar sepenuhnya menjadi tanggujawab komentator seperti yang tertuang dalam UU ITE.

BERITA TERKAIT

SUKABUMIUPDATE.com - Mayat pria tanpa identitas yang ditemukan di sungai Cibatu, Desa Cibatu, Kecamatan Cikembar akan di Autopsi dokter forensik Mabes Polri. Rencananya Autopsi dilakukan Senin (9/4/2018) sore ini....

SUKABUMIUPDATE.com - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sukabumi menggelar forum silaturahmi dengan kepala desa (Kades)  yang tergabung dalam Asosiasi Perangkat Desa Seluruh Indonesia Kabupaten Sukabumi di Aula Setda, Jalan Siliwangi, Palabuhanratu,...

SUKABUMIUPDATE.com - Tangis haru pecah saat jenazah Muhamad Raffi dimakamkan di tempat pemakaman umum di Kampung Legokarey RT 04/04 Desa Cijangkar, Kecamatan Nyalindung, Jumat (23/3/2018). Jenazah Raffi tiba di...

SUKABUMIUPDATE.com - Tim SAR gabungan hingga saat ini masih melakukan pencarian Rizki Dwi Hidayat (16 tahun) seorang pelajar Darus Sholihin Bogor, Sawangan Depok yang hilang tenggelam di Pantai Cibangban...

    © 2017 Copyright. SukabumiUpdate.com. All Right Reserved