Menu

26 Apr 2019, 06:30 WIB

Aspal Jebol Jalan Ahmad Yani Kota Sukabumi, Dinas Tunjuk Sana Sini

Sampah yang masih berserakan di lokasi aspal jebol di sekitaran Simpang Bucheri, Jalan Ahmad Yani, Kelurahan Gunungparang, Kecamatan Cikole, Kota Sukabumi, Kamis (25/4/2019). | Sumber Foto:Muhammad Gumilang

SUKABUMIUPDATE.com - Persoalan sampah yang menghambat saluran air di Jalan Ahmad Yani menjadi pekerjaan rumah bagi Pemkot Sukabumi. Hal itu buntut peristiwa aspal jebol di simpang Bucherri, Jalan Ahmad Yani yang disebabkan banyaknya sampah di saluran air kawasan pusat Kota Sukabumi tersebut.

BACA JUGA: Aspal Jebol, Jalan Ahmad Yani Dibongkar Isinya Sampah

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Sukabumi, Adil Budiman mengatakan, perihal rencana normalisasi atau pembersihan sampah yang ada di drainase saluran air Jalan Ahmad Yani, pihaknya akan melakukan koordinasi terlebih dahulu dengan dinas terkait lainnya.

"Nanti kita akan koordinasikan dengan Dinas PU, karena ada tupoksi di Dinas PU juga," tuturnya kepada sukabumiupdate.com, Kamis (25/4/2019).

BACA JUGA: Aspal Jebol di Jalan Ahmad Yani Kota Sukabumi, Harus Laporan Kemana?

Ia menilai, permasalahan sampah masih menjadi polemik berbagai pihak, baik dari sisi masyarakatnya dan sisi pemerintahnya. Adil mengatakan, semua pihak harus lebih memiliki kesadaran lagi untuk menjaga lingkungan sekitarnya, salah satu contohnya tidak membuang sampah sembarangan.

"Menjaga lingkungan bukan semata-mata kewajiban pemerintah, tapi kita semua selaku warga masyarakat," ujarnya.

BACA JUGA: Ngeri, Aspal di Jalan Ahmad Yani Kota Sukabumi Mendadak Jebol

Meskipun, kata Adil, untuk tempat sampah sendiri tidak sampai ke setiap rumah-rumah warga, namun pihaknya sudah menyiapkan tempat sampah atau Tempat Pembuangan Sampah (TPS) di beberapa titik di tiap kelurahan.

"Kalau buang sampahnya tepat waktu setiap jam 18.00-06.00 WIB, lalu buang sampahnya tidak sembarangan, Insyallah bisa tertangani. Yang terjadi kan, masih banyak warga yang buang sampah mulai jam 06.00 WIB sampai dengan besok paginya lagi, jadi akhirnya sampah numpuk terus di TPS seolah-olah tidak diangkat," tandasnya.

BACA JUGA: Video: Aspal Jalan Ahmad Yani Sukabumi Jebol! Air dan Sampah Meluap

Sementara itu, seorang warga yang tinggal di dekat lokasi aspal jebol, di Jalan Ahmad Yani bernama Uguy (35 Tahun) berpendapat, permasalahan sampah yang menumpuk di saluran air di bawah Jalan Ahmad Yani tersebut dapat diatasi asal ada keseriusan pemerintah untuk turun tangan.

"Ini kan mereka seolah-olah saling tunjuk sana tunjuk sini, kewenangannya siapa lah. Padahal ini sudah jelas kejadian, dampaknya sudah ada. Toh kita masyarakat kalau diajak untuk bersih-bersih dari mulai hulu saluran air ini siap kita mah. Soalnya kita juga ingin kota ini bersih dan enggak mau kejadian jebol aspal gara-gara sampah dibawah menumpuk saking banyaknya," tegasnya.

BACA JUGA: Penjelasan Teknis Jebolnya Jalan Ahmad Yani Kota Sukabumi

Selain itu, perihal kesadaran membuang sampah, ia menilai masyarakat sendiri terkadang mengalami kesulitan untuk membuang sampah dikarenakan jumlah tempat sampah yang ada masih sedikit. 

"Di sepanjang Jalan Ahmad Yani juga, tempat sampah masih sedikit, enggak tahu tuh berapa jumlah tempat sampah di daerah hulu saluran ini juga jumlahnya memadai atau tidak. Saya mah yakin, kalau fasilitasnya memadai, masyarakat juga enggak akan buang sampah sembarangan sampai akhirnya terjadi seperti ini," pungkasnya.

Reporter : MUHAMMAD GUMILANG
Redaktur : HERLAN HERYADIE
E-mail Redaksi : sukabumiupdateredaksi@gmail.com
E-mail Marketing : marketingsukabumiupdate@gmail.com
Komentar Anda
sukabumiupdate.com tidak bertanggujawab atas komentar yang ditulis. Isi komentar sepenuhnya menjadi tanggujawab komentator seperti yang tertuang dalam UU ITE.

BERITA TERBARU

SUKABUMIUPDATE.com - Setengah dari populasi Indonesia diperkirakan akan terinfeksi virus corona di Indonesia jika tak kunjung diberlakukan lockdown. Dilansir dari suara.com, hingga Jumat (27/3/2020), tercatat ada 893 kasus virus corona...

SUKABUMIUPDATE.com - Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Sukabumi merilis data lonjakan Orang Dalam Pemantauan (ODP) per hari ini, Sabtu (28/3/2020). Tercatat ODP yang sehari sebelumnya berjumlah 202 orang,...

SUKABUMIUPDATE.com - Juru Bicara Pemerintah untuk Penangananan Covid-19 Achmad Yurianto dianggap melontarkan kalimat kontroversial ketika memberikan keterangan pers soal perkembangan kasus corona di Indonesia. Dilansir dari suara.com, dalam pernyataan...

SUKABUMIUPDATE.com - Hujan deras disertai angin kencang melanda Kecamatan Cidahu, Kabupaten Sukabumi, Sabtu (28/3/2020). Akibatnya, belasan rumah porak-poranda. Atap berterbangan dan pohon tumbang di Kampung Pasisangan RT 18/05 Desa Pondokkaso...

Ikuti Berita
Sukabumi Update Lainnya