Menu

25 Apr 2019, 16:58 WIB

Penjelasan Teknis Jebolnya Jalan Ahmad Yani Kota Sukabumi

Aspal yang jebol di sekitaran Simpang Bucheri, Jalan Ahmad Yani, Kelurahan Gunungparang, Kecamatan Cikole, Kota Sukabumi, Kamis (25/4/2019). | Sumber Foto:Muhammad Gumilang.

SUKABUMIUPDATE.com - Kepala Bidang Bina Marga Dinas Perhubungan Kota Sukabumi, Suhendar Syarif mengaku kondisi drainase saluran air, di Jalan Ahmad Yani dan mengakibatkan meluapkan air hingga ke jalan memang sudah dipenuhi oleh banyak sampah. 

"Saat kejadian, hujan besar membuat debit air meningkat dan air hujan masuk ke saluran drainase, namun terhambat oleh sampah, menyebabkan material air dan sampah menekan bagian plat bak kontrol yang telah dilapisi aspal menyebabkan aspal jebol," paparnya kepada sukabumiupdate.com, Kamis (25/4/2019).

BACA JUGA: Aspal Jebol, Jalan Ahmad Yani Dibongkar Isinya Sampah

Ia menerangkan, drainase di jalan Ahmad Yani khususnya sepanjang simpang jalan PGRI sampai dengan simpang BRI, merupakan saluran tertutup yang berada di badan jalan. Dengan interval tertentu, terdapat bak-bak kontrol yang ditutup Grill Besi atau Plat Beton, lalu untuk plat beton bagian atasnya dilapis dengan aspal.

"Kondisi eksisting sekarang, pada saluran drainase tersebut telah banyak sampah dan diperparah dengan hambatan-hambatan pengaliran air oleh utilitas lain yang memanfaatkan saluran drainase tersebut," terangnya.

BACA JUGA: Aspal Jebol di Jalan Ahmad Yani Kota Sukabumi, Harus Laporan Kemana?

Dengan terjadinya aspal yang jebol tersebut, kata Suhendar tim penanganan drainase Bina Marga telah melakukan tindakan penanganan dengan melakukan normalisasi pada saluran tersebut.

"Ya sudah kita keruk sampahnya tadi dan sementara sudah kita tutup lubangnya," pungkasnya.

Reporter : MUHAMMAD GUMILANG
Redaktur : GARIS NURBOGARULLAH
E-mail Redaksi : sukabumiupdateredaksi@gmail.com
E-mail Marketing : marketingsukabumiupdate@gmail.com
Komentar Anda
sukabumiupdate.com tidak bertanggujawab atas komentar yang ditulis. Isi komentar sepenuhnya menjadi tanggujawab komentator seperti yang tertuang dalam UU ITE.

BERITA TERBARU

SUKABUMIUPDATE.com - Tidak semua pasien positif virus corona harus tinggal di rumah sakit. Dilansir dari tempo.co, mereka yang tidak memiliki gejala dan layaknya orang sehat bisa melakukan isolasi mandiri...

SUKABUMIUPDATE.com - Setengah dari populasi Indonesia diperkirakan akan terinfeksi virus corona di Indonesia jika tak kunjung diberlakukan lockdown. Dilansir dari suara.com, hingga Jumat (27/3/2020), tercatat ada 893 kasus virus corona...

SUKABUMIUPDATE.com - Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Sukabumi merilis data lonjakan Orang Dalam Pemantauan (ODP) per hari ini, Sabtu (28/3/2020). Tercatat ODP yang sehari sebelumnya berjumlah 202 orang,...

SUKABUMIUPDATE.com - Juru Bicara Pemerintah untuk Penangananan Covid-19 Achmad Yurianto dianggap melontarkan kalimat kontroversial ketika memberikan keterangan pers soal perkembangan kasus corona di Indonesia. Dilansir dari suara.com, dalam pernyataan...

Ikuti Berita
Sukabumi Update Lainnya