Menu

07 Apr 2020, 11:30 WIB

Polsek Jampang Tengah Sukabumi Sita Ratusan Botol Miras dari Warung Jamu

Polisi saat menyita miras dari tempat berkedok warung jamu di daerah Jampang Tengah, Kabupaten Sukabumi. | Sumber Foto:Ragil Gilang

SUKABUMIUPDATE.com - Polsek Jampang Tengah menyita ratusan botol minuman keras (miras) yang dijual di tempat berkedok warung jamu di wilayah Jampang Tengah Kabupaten Sukabumi. 202 botol miras tersebut disita dalam operasi Curat, Curanmor dan Curas (C3) yang dilakukan pada Sabtu (4/4/2020) malam. 

Kapolsek Jampang Tengah, AKP Usep Nurdin mengatakan operasi C3 tersebut sengaja dilakukan, karena akhir-akhir ini banyak sekali ditemukan kasus pidana yang berawal dari minuman keras. "Operasi ini, akan terus kami lakukan karena minuman keras kerap kali menjadi pemicu kericuhan, tawuran dan perkelahian," ungkap Usep.

BACA JUGA: Polisi Grebek Warung Miras di Cikembang Sukabumi

Penyitaan miras ini bermula dari laporan warga soal adanya sejumlah warung jamu yang kerap dijadikan tempat transaksi jual beli miras. Berdasarkan laporan itu, pihak kepolisian langsung melakukan penyelidikan lebih dalam untuk mengetahui kebenarannya.

Saat ini ratusan botol miras tersebut  diamankan di Mapolsek Jampang Tengah untuk dijadikan barang bukti dan pemeriksaan lebih dalam. Sementara untuk penjualnya, akan dikenakan sanksi sesuai dengan Peraturan Daerah nomor 7 tahun 2015, tentang nol persen alkohol. "Kami juga memberikan pembinaan kepada penjual miras agar tidak melakukan perbuatannya lagi. Untuk para penjual miras akan kami memberikan sanksi pidana ringan," tegasnya.

BACA JUGA: Dimediasi Polisi dan TNI, Pemilik Warung Miras di Purwabakti Janji Tak Jualan Lagi

Kami mengimbau kepada seluruh warga Kecamatan Jampang Tengah untuk senantiasa aktif dalam memberikan informasi kepada kepolisian terkait peredaran miras di tengah masyarakat. Dengan peran serta masyarakat, polisi bisa mengantisipasi dengan cepat dan baik setiap gejala gangguan Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas).  

Selain menyita Miras, kata Usep, sekitar dua bulan yang lalu juga dilakukan juga pendataan warung remang-remang. Dari dua warung remang-remang, didapati lima orang wanita di salah satu warung. 

"Iya didata, sempat dipinta KTPnya juga, tahap awal kita hanya berikan himbauan saja, mereka berdalih jualan katanya tidak mengaku bahwa dia mencari mangsa," pungkasnya.

Reporter : RAGIL GILANG
Redaktur : ANDRI SOMANTRI
E-mail Redaksi : sukabumiupdateredaksi@gmail.com
E-mail Marketing : marketingsukabumiupdate@gmail.com
Komentar Anda
sukabumiupdate.com tidak bertanggujawab atas komentar yang ditulis. Isi komentar sepenuhnya menjadi tanggujawab komentator seperti yang tertuang dalam UU ITE.

BERITA TERBARU

SUKABUMIUPDATE.com - Di awal pandemi COVID-19, anak-anak disebut sebagai kelompok usia yang relatif tidak rentan terinfeksi virus corona. Melansir dari tempo.co, namun, Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) mengemukakan fakta...

SUKABUMIUPDATE.com - Dilansir dari suara.com, pandemi virus corona memang tidak hanya membuat orang terinfeksi Covid-19. Tapi juga membuat pasien penyakit lainnya mestir menunda pengobatannya. Selama lebih dari dua bulan sudah...

SUKABUMIUPDATE.com - Selama lebih dari dua bulan di rumah saja, setiap orang tentu mengalami perubahan dari segi kegiatan. Dilansir dari tempo.co, beberapa di antaranya mungkin melakukan dengan berlebihan, namun...

SUKABUMIUPDATE.com - Kabupaten Cianjur tercatat dalam daftar 15 kota/kabupaten di Jawa Barat yang termasuk level 2 atau zona biru pandemi Covid-19. Oleh sebab itu, kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar...

Ikuti Berita
Sukabumi Update Lainnya