Menu

17 Jan 2020, 21:15 WIB

Ahli Sejarah Sukabumi Sebut Sunda Empire Kaum Utopis, Irman: Berhalusinasi

Ahli Sejarah Sukabumi, Irman Musafir Sufi. | Sumber Foto:Istimewa

SUKABUMIUPDATE.com - Belakangan ini jagat dunia maya dihebohkan dengan kemunculan video Sunda Empire. Video tersebut bertebaran di jejaring media sosial.

BACA JUGA: Sunda Empire Menyamar saat Mau Muncul di Hadapan Publik

Tak ayal, kemunculan video yang dianggap aneh itu pun mengundang perhatian publik, salah satunya ahli sejarah Sukabumi, Irman Musafir Sufi. Kepada sukabumiupdate.com Irman menuturkan, mereka bukanlah orang yang stres, melainkan memamg kaum utopis yang mirip berhalusinasi.

"Kultur di kita ada yang sebagian merindukan kejayaan masa lalu, itu semacam romantisme sejarah. Ada juga kultur harapan semacam konsep ratu adil. Namun ada yang salah kaprah dalam bentuk utopia dengan membuat gerakan yang tak menapak dan memanfaatkan militansi orang-orang yang kurang pengetahuan," ucap Irman, Jumat (17/1/2020).

BACA JUGA: Geger Sunda Empire, Gubernur Jenderal Nusantara Klaim Bawa Misi Penting

Irman menjelaskan, jalan yang mereka tempuh itu memanfaatkan romantisme masa lalu dan berharap melakukan perubahan tatanan dunia. Sayangnya, sambung Irman, polanya seperti juga yang mengaku nabi atau malaikat yang memiliki pengikut.

"Kalo saya lihat, mereka bertujuan membentuk tatanan dunia baru atau new world order, meniru konsep freemasonry. Tapi saya lihat bawa baligho mengenang kehancuran Hindia Belanda," jelas Irman.

BACA JUGA: Sejarah Perkembangan Kota Sukabumi

Kemunculan mereka, lanjut Irman, biasanya seiring dengan ketidakstabilan ekonomi dan boleh jadi akibat tekanan kehidupan alam bawah sadar. Akhirnya, mereka mencari pelepasan dengan harapan-harapan sesuai halusinasinya. Maka, kisah-kisah kejayaan tadi coba mereka implementasikan, meski tak wajar dan dilengkapi seolah-olah benar.

"Dulu sempat ada yang meramaikan harta karun emas Bung Karno, dimana itu juga modusnya hampir sama, yaitu harta kerajaan Sunda kuno dan harta peninggalan Bung Karno. Gerakan nyeleneh begitu sering ada dalam kultur kita sejak dulu," tandas Irman.

Reporter : OKSA BC
Redaktur : HERLAN HERYADIE
E-mail Redaksi : sukabumiupdateredaksi@gmail.com
E-mail Marketing : marketingsukabumiupdate@gmail.com
Komentar Anda
sukabumiupdate.com tidak bertanggujawab atas komentar yang ditulis. Isi komentar sepenuhnya menjadi tanggujawab komentator seperti yang tertuang dalam UU ITE.

BERITA TERBARU

SUKABUMIUPDATE.com - BPJAMSOSTEK Cabang Sukabumi melakukan kegiatan Employee Volunteering di Kota Sukabumi dengan melakukan pembagian tas belanja sebagai wujud dukungan pengurangan penggunaan plastik atau diet kantong plastik. Diding Ramdani, Kepala...

SUKABUMIUPDATE.com - Semua kepala dinas dan camat di lingkungan Pemkab Cianjur dikumpulkan di Bale Prayoga, komplek Pendopo Kabupaten Cianjur, Minggu (20/9/2020). Mereka mendapat arahan dan pemahaman tentang pentingnya netralitas...

SUKABUMIUPDATE.com - Kantor Desa Bojongjengkol, Kecamatan Jampang Tengah, Kabupaten Sukabumi, dibobol maling, Senin (21/9/2020). Kepala Desa Bojongjengkol, Dadan Sutisna saat dihubungi melalui telepon seluler mengatakan, aksi pencurian diduga dilakukan pada...

SUKABUMIUPDATE.com - Sebanyak 115 orang di lingkungan Sekretariat DPRD Kabupaten Cianjur menjalani tes usap (swab test), Senin (21/9/2020). Mereka terdiri dari 49 Anggota DPRD dan sisanya pegawai sekretariat.  Sekretaris DPRD...

Ikuti Berita
Sukabumi Update Lainnya