Menu

Selasa, 15 Januari 2019, 18:06 WIB

Sadis, Kronologis dan Kesaksian Pengeroyokan Band Slowly Project (Sukabumi)

Rizky (18 tahun), salah satu fans band Slowly Project asal Kota Sukabumi yang mengalami luka di bagian lutut dan wajah akibat pengrusakan dan pengeroyokan oleh sejumlah oknum suporter bola pada hari Minggu malam (13/1/2018) sekira pukul 21.35 WIB di JK7. | Sumber Foto:Istimewa

SUKABUMIUPDATE.com - Rombongan unit musik ska/reggae asal Sukabumi, Slowly Project (SP) mengalami insiden pengrusakan dan pengeroyokan oleh sejumlah oknum suporter bola, Minggu (13/1/2018) malam, sekitar pukul 21.35 WIB, di JK7 Bar Club Hotel Arion, Kemang Mampang Prapatan, Jakarta Selatan.

Wig (33 tahun), Manager Band SP menjelaskan kronologis kejadian tersebut. Awal mula Band SP mendapatkan undangan manggung dari Event Organizer (EO) asal Jakarta bernama DapurLetter, di sebuah acara yang bernama Rockshows Gigs (Let’s Get Skankin) yang digelar di JK7 Bar Club Hotel Arion.

"13 Januari, kita dapat undangan dari pihak DapurLetter untuk manggung di acara mereka di Jakarta Selatan,” papar Wig kepada sukabumiupdate.com, Selasa (15/1/2019).

Akhirnya, rombongan SP Sukabumi berjumlah 22 orang diantaranya enam anggota personil SP, enam kru manajemen SP, dan 10 fans SP berangkat ke acara tersebut sekitar pukul 12.00 WIB.

"Kami berangkat menggunakan dua mobil, satu mobil band dan satu mobil manajemen band. Sedangkan fans ada yang berangkat menggunakan kereta api, ada juga yang naik bus,” terangnya.

Mereka tiba di lokasi acara sekira pukul 18.00 WIB, menurut Wig, kondisi di sekitaran acara masih terpantau sepi dan bahkan pada saat itu ketua penyelengara acara sedang tidak berada di lokasi.

“Ketua penyelenggara waktu itu lagi ada di Bogor katanya, kita telepon ke dia kata dia udah tunggu aja di situ nanti ada tim kita yang ke sana, gitu bilangnya,” ucap Wig.

Setelah itu, ada empat orang dari tim EO menghampiri mereka dan band pun mulai masuk ke dalam ruangan acara tersebut. Wig menuturkan, yang mempunyai akses ke belakang panggung saat itu hanyalah enam personil band SP saja, namun bagi kru manajemen dan fans, harus membeli tiket untuk masuk ke acara tersebut.

“Enam personil semua masuk, kita sisanya sama fans beli tiket untuk masuk,” imbuhnya.

Band SP sendiri menurutnya di tempatkan tampil di line up terakhir dalam acara tersebut, ada empat band yang meramaikan acara tersebut, namun Wig mengatakan bahwa sebenarnya ada lima band yang direncanakan tampil. Kondisi di sekitaran acara. Wig juga memaparkan ada sekitar 70-150 orang di dalam ruangan, lalu sekitar 30-50 orang di sekitaran basement dekat mobil mereka.

BACA JUGA: Penyerangan Slowly Project Band Asal Sukabumi di Jakarta, Diduga Terkait Sentimen Sepak Bola

“Jadi ada band dari Jakarta, ada The Last Karbit, Circle Cloud, The Brankcut dan dua band asal Sukabumi yakni Slowly Project dan Suit Case Bandit. Namun, pada hari acara Suit Case Bandit tidak dapat hadir ke acara dengan alasan ada anggota personilnya yang sedang sakit,” kata Wig.

Berbagai intimidasi pun mulai terjadi, kata Wig banyak sekali laporan dari fans SP kepadanya pada saat di lokasi acara dan memberi tahu padanya bahwa ada sejumlah orang yang entah itu siapa melakukan aksi intimidasi verbal kepada fans-fans SP bahkan kepada personil.

"Ketika kita masih di basement kumpul, sebelum masuk ke ruangan acara, ada satu-tiga orang sambil lewat ngucap Viking Anjing, lalu pada saat fans kita lagi di wc pun ada yang bilang bahwa temen-temen lo gak bakalan keluar selamat. Ditambah lagi vokalis kita Geean ketika berada di wc pun ada yang bilang itu band apa ya SP, band viking tuh,” ungkap Wig.

Bahkan sebelum kejadian pengeroyokan terjadi, tambah Wig salah satu kru dari band SP yang tinggal di dalam mobil dan semua personil, kru dan fans masuk ke area acara, sejumlah orang sudah mengitari mobil milik band SP dan mobil manajemen SP sambil mengeluarkan kata-kata provokasi.

“Jadi ada temen kita yang sakit gigi, standby di dalam mobil kru, dan lihat ada sejumlah orang yang mengelilingi mobil personil band sambil bilang mobil viking nih,” tuturnya.

BACA JUGA : Reaksi Marwan dan Fahmi Soal Penyerangan Band Ska Asal Sukabumi di Jakarta

Dengan adanya laporan tersebut, personil band SP merasa tidak nyaman dengan kondisi itu, lalu setelah diadakan perundingan akhirnya mereka memutuskan untuk pergi dan membatalkan tampil. Lanjut Wig, setelah berbicara dengan pihak panitia acara, pihak panitia memberitahu padanya untuk tidak pergi dan membatalkan penampian mereka.

“Tim panitia sempet bilang ke kita jangan pergi, keamanan dan keselamatan kita dijamin jadi tenang saja, gitu katanya,” kata Wig.

Namun band memutuskan untuk pergi dan berkemas meninggalkan acara tersebut sekira pukul 21.30 WIB. Lalu pada saat di sekitaran basement dekat mobil mereka, tiba-tiba datanglah satu orang yang mendekati mereka lalu meminta mereka membuat sebuah video.

“Kita ke basement udah ada beberapa orang di sana, tiba-tiba ada satu orang datang ke kita dan bilang untuk bikin vlog video, ternyata mereka menyuruh kita untuk bikin video yang isinya kita harus bilang bahwa "lo Suit Case Bandit suit" cemen gak berani datang ke Jakarta anjing, gitu bahasanya,” papar Wig.

Pihak band SP menolak permintaan orang tersebut karena merasa tidak etis untuk melakukan hal itu, setelah beberapa menit, mulailah terjadi pengeroyokan oleh orang-orang tersebut kepada personil band SP, kru dan manajemen SP dan fans-fans SP.

“Awalnya ada satu fans kita yang kena pukul lalu salah satu tim kru kita namanya Dikri (28 tahun), melerai dan akhrinya menjadi target amukan mereka, kejadiannya begitu cepat, kita semua lari menyelamatkan diri, ada yang lari ke sana kemari, kita bergegas masuk ke mobil, pada saat itu empat orang masuk mobil milik anggota band SP dan tujuh orang masuk ke mobil milik kru," terangnya. 

Masih kata Wig situasinya saat itu sangat chaos, mobil sudah berjalan pun mereka masih berlari mengikuti dan merusak kendaraan dengan alat seperti batu dan helm, ada yang naik ke atas mobil juga.

BACA JUGA: Kaki Remuk Dilindas Truk Kontainer, Buruh Cicurug Berhutang Rp 51 Juta ke Rumah Sakit

"Di depan menuju jalan keluar basement pun sudah ada beberapa orang yang menunggu kita dan melakukan pengrusakan pula, namun akhirnya dua mobil bisa selamat dan berpencar. Mobil kru langsung menuju Polres Jakarta Selatan dan mobil personil band menuju rumah sakit Kemang Medical Care lalu menuju Polsek Mampang Prapatan,” papar Wig.

Setelah sampai di Polsek Jakarta Selatan, langsung memberikan laporan kejadian kepada pihak polisi, akhirnya pihak polisi, kru dan personil band mencoba kembali ke lokasi acara untuk menjemput beberapa fans yang masih bertahan di lokasi acara sambil melakukan pengumpulan barang bukti di lapangan.

“Setibanya kembali ke lokasi acara, kita jemput temen-temen kita yang masih bertahan di hotel, kita kumpulkan orang-orang kita, polisi langsung melakukan olah TKP juga, namun tiga orang fans kita dinyatakan hilang dan belum diketahui kabarnya pada saat itu,” jelas Wig.

Proses pencarian tiga fans yang masih hilang tersebut antara lain Thesar, Tirta dan Ido. Wig mengungkapkan, dirinya beserta kru manajemen band masih bertahan di Jakarta hingga hari Senin (14/1/2019) siang pukul 11.00 WIB. Hingga pada akhirnya kru manajemen beserta personil memutuskan untuk kembali pulang ke Sukabumi.

“Kita akhirnya pulang ke Sukabumi untuk menyelamatkan yang ada dulu, pada saat proses pencarian tiga fans itu saya keliling Jakarta sama temen di Jakarta tapi gak ketemu. Lalu pada saat diperjalanan pulang ke Sukabumi sekira kurang lebih enam jam mereka mendapatkan kabar bahwa Tirta sudah berada di Sukabumi dan diselamatkan oleh seorang ibu-ibu di Jakarta, lalu Ido pun sudah mengabari kita bahwa sudah pulang dengan selamat dan Thesar baru mengabari tadi malam juga dan mengatakan sudah sampai di rumahnya,” imbuhnya.

Hingga kini, pihak band SP masih menunggu hasil penyelidikan polisi untuk menuntaskan kasus pengerusakan dan pengeroyokan terhadap mereka dan meminta adanya ganti rugi dari pantia terkait kerugian materil yang mereka dapatkan.

“Kita minta pihak kepolisian wilayah sana segera menangkap para pelaku, panita juga agar mengganti rugi kerugian yang kita dapat,” pungkasnya.

Reporter : MUHAMMAD GUMILANG
Redaktur : GARIS NURBOGARULLAH
E-mail Redaksi : sukabumiupdateredaksi@gmail.com
E-mail Marketing : marketingsukabumiupdate@gmail.com
Komentar Anda
sukabumiupdate.com tidak bertanggujawab atas komentar yang ditulis. Isi komentar sepenuhnya menjadi tanggujawab komentator seperti yang tertuang dalam UU ITE.

BERITA TERBARU

SUKABUMIUPDATE.com - Nasib nahas dialami Muhamad Robri Ilham Juliansyah, warga Kampung Limbangan, Desa Bojonglongok, Kecamatan Parakansalak, Kabupaten Sukabumi. Anggota Bobotoh Maung Bandung Bersatu (Bomber) Kahuripan Sukabumi itu terpaksa dilarikan ke rumah...

  SUKABUMIUPDATE.com - Komisaris PT PERSIB Bandung Bermartabat (PERSIB) Kuswara S. Taryono menegaskan pihaknya telah menyerahkan wewenang sepenuhnya kepada pelatih Miljan Radovic untuk menentukan nasib sejumlah pemain muda yang saat ini...

SUKABUMIUPDATE.com - Penjaga Gawang PERSIB I Made Wirawan mengaku sudah tak sabar untuk kembali tampil di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) dengan dukungan ribuan bobotoh. Seperti diketahui, sejak...

SUKABUMIUPDATE.com - PERSIB kembali kedatangan satu pemain baru. Kali ini Maung Bandung kedatangan pemain naturalisasi asal Argentina, Esteban Vizcarra. Pemain yang berposisi sebagai gelandang ini tiba di Pintu Utara...

    © 2017 Copyright. SukabumiUpdate.com. All Right Reserved
Ikuti Berita
Sukabumi Update Lainnya