Menu

Senin, 05 November 2018, 19:37 WIB

Kemenaker Panggil Bos Perusahaan Wig di Parungkuda, GMNI Minta Pemkab Sukabumi Tegas

Ilustrasi. | Sumber Foto:Dok.sukabumiupdate.com

SUKABUMIUPDATE.com - Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Sukabumi meminta Pemerintah Kabupaten Sukabumi menindak tegas PT Nina Venus. Perusahaan pabrik wig itu disorot Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) karena tidak mendaftarkan banyak karyawannya ke kepesertaan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan dan Kesehatan.

Dari data yang dihimpun, terdapat dua pabrik PT Nina Venus di Kecamatan Parungkuda yang beroperasi dibidang rambut palsu (wig) yaitu Nina Venus I dan II. Dari ribuan orang, hanya kurang dari 400 buruh yang melakukan pendaftaran ke program BPJS ketenagakerjaan.

BACA JUGA: Buruh Tak Terdaftar BPJS, Kemenaker Panggil Bos Pabrik Wig di Parungkuda Sukabumi

”Pemkab harus bertindak secara tegas. Karena kalau dibiarkan bagaimana nasib buruh kedepannya,” ujar Ketua GMNI Sukabumi, Abdullah Masydudi kepada sukabumiupdate.com, Senin (5/11/2018).

Terlebih, kata Abdul, jaminan kesehatan adalah hak setiap warga negara yang difasilitasi oleh pemerintah sesuai dengan amanat perundang-undangan.

”Apabila ditemukan banyak karyawan yang tidak didaftarkan BPJS Ketenagakerjaan atau Kesehatan oleh pihak perusahaan, berarti perusahaan telah telah mengabaikan kewajibannya,” katanya.

BACA JUGA: Buruh Sukabumi Dilibatkan dalam Tim Pengawas Pelayanan BPJS

Menurutnya, maka peran Pemerintah Daerah (Pemda) Sukabumi harus menindak tegas perusahaan yang tidak mendaftarkan karyawannya ke BPJS dengan memberikan sanksi yang tegas dan nyata.

”Kalau pihak perusahaan tidak mau lebih baik. Lebih hengkang saja dari Sukabumi daripada hanya mempersulit dan membahayakan buruh,” tukasnya.

Reporter : SAEPUL RAMDANI
Redaktur : MULVI MN
E-mail Redaksi : sukabumiupdateredaksi@gmail.com
E-mail Marketing : marketingsukabumiupdate@gmail.com
Komentar Anda
sukabumiupdate.com tidak bertanggujawab atas komentar yang ditulis. Isi komentar sepenuhnya menjadi tanggujawab komentator seperti yang tertuang dalam UU ITE.

BERITA TERBARU

SUKABUMIUPDATE.com - Pernyataan anggota Dewan Pengawas BPJS Ketenagakerjaan non-aktif, Syafri Adnan Baharuddin, bahwa dirinya terjebak dalam hubungan istimewa yang terjalin dengan eks sekretaris pribadi dipertanyakan. Syafri merujuk kepada aduan tindak pemerkosaan dan pelecehan...

SUKABUMIUPDATE.com - AH alias Oma (63 tahun) hanya bisa pasrah sambil menitikkan air mata saat rekonstruksi digelar setelah ia ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus pembunuhan terhadap Fatimah (50 tahun). Korban...

    © 2017 Copyright. SukabumiUpdate.com. All Right Reserved
Ikuti Berita
Sukabumi Update Lainnya