Menu

02 Jun 2019, 12:53 WIB

Berkah Ramadan Dari Cangkang Ketupat Bagi Warga Nyalindung Sukabumi

Eko (26 tahun) warga Cijangkar, Kecamatan Nyalindung, Kabupaten Sukabumi di lapak jualan cangkang ketupat, ruas jalan Sukabumi-Sagaranten. | Sumber Foto:Demmi Pratama

SUKABUMIUPDATE.com - Ketupat menjadi makanan khas di hari lebaran. Keberadaan ketupat seperti sudah menjadi keharusan bagi masyarakat Indonesia yang merayakannya. Namun bagi sebagian orang, ketupat ini menjadi penghasilan tambahan.

Para pedagang cangkang ketupat musiman di Nyalindung, Kabupaten Sukabumi contohnya. Beberapa pedagang mengaku mendapat omset sekitar Rp 500.000 hingga Rp 1 juta setiap tahun, saat musim pesanan cangkang ketupat.

BACA JUGA: Pengusaha Kue Lebaran Sukabumi Keluhkan Harga Bahan Baku Terus Naik

Salah satunya adalah Eko (26 tahun) warga Kampung Kubengan, Desa Cijangkar, Kecamatan Nyalindung, Kabupaten Sukabumi. Ayah dua anak ini mengaku sudah tiga tahun terakhir menjadi pengrajin sekaligus penjual cangkang ketupat di ruas jalan provinsi Sukabumi-Sagaranten.

"Ya lumayan, penghasilannya buat nambah-nambah biaya lebaran. Saya rutin jual ini setiap tahun, biasanya empat hari menjelang lebaran seperti saat ini," jelasnya pada sukabumiupdate.com, Minggu (2/6/2019).

BACA JUGA: Pedagang Ketupat di Kota Sukabumi Kebanjiran Pembeli

Meskipun baru satu hari, Eko yang dibantu dua orang temannya membuat cangkang ketupat ini optimis jika barang dagangannya akan laris seperti tahun lalu. 

"Satu ikat saya jual Rp 5.000 saja, isinya 10 buah. Biasanya sehari dapatnya sekitar Rp 100.000 sampai Rp 200.000," sambungnya.

BACA JUGA: Pedagang Ketupat di Pasar Cicurug Sukabumi Diserbu Pembeli

Eko dan teman-temannya hanya membutuhkan waktu kurang dari menit untuk membuat satu buah cangkang ketupat.

"Ini mah sekalian ngabuburit aja tapi menghasilkan uang buat keluarga dan baju baru buat anak di hari lebaran nanti. Apalagi saya ini hanya kuli serabutan," pungkasnya.

Reporter : DEMMI PRATAMA
Redaktur : HERLAN HERYADIE
E-mail Redaksi : sukabumiupdateredaksi@gmail.com
E-mail Marketing : marketingsukabumiupdate@gmail.com
Komentar Anda
sukabumiupdate.com tidak bertanggujawab atas komentar yang ditulis. Isi komentar sepenuhnya menjadi tanggujawab komentator seperti yang tertuang dalam UU ITE.

BERITA TERBARU

SUKABUMIUPDATE.com - Abrasi mengancam pemukiman warga pesisir Pantai Cipatuguran, Kelurahan Palabuhanratu, Kecamatan Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi. Abrasi yang terjadi di Kampung Cipatuguran saat ini semakin mengkhawatirkan dan mengancam rumah warga...

SUKABUMIUPDATE.com - Naksir seseorang bisa mendebarkan sekaligus menakutkan, pada saat yang bersamaan. Meski suasana hati terasa bahagia, tetapi juga bisa membuat Anda rentan. Secara alami, Anda pasti ingin mengawasi...

SUKABUMIUPDATE.com - Sebagian relawan uji klinis vaksin Covid-19 mengaku tetap sehat pasca suntikan pertama yang diterima pada Selasa 11 Agustus 2020. Hari itu sekaligus hari pertama pelaksanaan uji klinis...

SUKABUMIUPDATE.com - Forum Nasabah Korban Jiwasraya Saving Plan menyebutkan tak sedikit nasabah sakit dan akhirnya meninggal tanpa tahu kepastian pengembalian uang yang  telah disetor ke PT Asuransi Jiwasraya (Persero). "Sekitar...

Ikuti Berita
Sukabumi Update Lainnya