Menu

01 Sep 2018, 21:03 WIB

Komunitas Duduluran Pajampangan Salurkan Bantuan Korban Gempa Lombok

Penyaluran bantuan oleh komunitas Duduluran Pajampangan dan relawan Yetty Nteseo Sahabat (YNS) Bandung di lokasi gempa Lombok, Nusa Tenggara Barat. | Sumber Foto:Ragil Gilang

SUKABUMIUPDATE.com - Hasil penggalangan dana untuk korban gempa Lombok, NTB, oleh komunitas Duduluran Pajampangan, yang dilakukan selama tiga hari, 24-26 Agustus 2018, terkumpul sekitar Rp 5 juta. Bantuan tersebut diserahkan langsung oleh anggota komunitas Duduluran kepada korban Lombok.

Anggota komunitas Duduluran Pajampangan Yayuk Dewi (37 tahun) menjelaskan bantuan sebesar Rp 5 juta dan Rp 1 juta dari teman teman di TK Kazzaria Kampung Bedeng Desa Pasiripis ini diserahkan kepada korban gempa dalam bentuk kebutuhan sekolah, dari buku, alat tulis dan Alquran.

Menurut dia, bantuan disebar dibeberapa titik dan disesuikan dengan kebutuhan.

BACA JUGA: Duduluran Pajampangan Galang Dana Korban Gempa Lombok

"Sasaran yang sudah dicapai sebanyak enam titik, lima di Lombok Barat, dan satu di Lombok Utara," jelas Yayuk kepada sukabumiupdate.com dihubungi terpisah, Sabtu (1/9/2018).

Yayuk berangkat ke Lombok bergabung dengan Yetty Nteseo Sahabat (YNS) Bandung, sebuah lembaga edukasi untuk Indonesia.

"Kami dari Bandung berangkat hari Kamis (30 /8/2018), selain memberikan bantuan berupa kebutuhan makanan, pakaian juga pemulihan psikologi mereka dari trauma, posko kami bersama relawan setempat di Griya Permata kota, Selagas, Mataram, Lombok Barat," jelasnya.

BACA JUGA: Guitarlab Sukabumi Gelar Konser Sederhana Galang Dana untuk Lombok

Anggota Relawan YNS Bandung Mansur Asy'arie (46 tahun) mengungkapkan, pihaknya bergabung dan berkoordinasi dengan komunitas relawan yang sudah dulu terjun ke Lombok. Rencananya mereka berada di Lombok selama 10 hari.

Relawan akan fokus pada pemulihan trauma.

"Jadi yang diperkuat adalah pemulihan mental, sasaran umum baik anak pra sekolah, anak sekolah dan dewasa, tentu disesuaikan dengan potensi dan kemampuan di YNS tersebut," jelasnya.

BACA JUGA: Gerakan Cebu Cebu Sukabumi Galang Dana Untuk Korban Lombok

Hingga kini para pengungsi masih membutuhkan terpal untuk tenda.

"Sekitar 32 ribu KK yang rumahnya hancur, tiap satu KK membutuhkan dua lembar terpal ukuran 4 x 6 meter, jadi masih kekurangan terpal," pungkasnya.

Reporter : RAGIL GILANG
Redaktur : ANDRI S
E-mail Redaksi : sukabumiupdateredaksi@gmail.com
E-mail Marketing : marketingsukabumiupdate@gmail.com
Komentar Anda
sukabumiupdate.com tidak bertanggujawab atas komentar yang ditulis. Isi komentar sepenuhnya menjadi tanggujawab komentator seperti yang tertuang dalam UU ITE.

BERITA TERBARU

SUKABUMIUPDATE.com - Tidak semua pasien positif virus corona harus tinggal di rumah sakit. Dilansir dari tempo.co, mereka yang tidak memiliki gejala dan layaknya orang sehat bisa melakukan isolasi mandiri...

SUKABUMIUPDATE.com - Setengah dari populasi Indonesia diperkirakan akan terinfeksi virus corona di Indonesia jika tak kunjung diberlakukan lockdown. Dilansir dari suara.com, hingga Jumat (27/3/2020), tercatat ada 893 kasus virus corona...

SUKABUMIUPDATE.com - Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Sukabumi merilis data lonjakan Orang Dalam Pemantauan (ODP) per hari ini, Sabtu (28/3/2020). Tercatat ODP yang sehari sebelumnya berjumlah 202 orang,...

SUKABUMIUPDATE.com - Juru Bicara Pemerintah untuk Penangananan Covid-19 Achmad Yurianto dianggap melontarkan kalimat kontroversial ketika memberikan keterangan pers soal perkembangan kasus corona di Indonesia. Dilansir dari suara.com, dalam pernyataan...

Ikuti Berita
Sukabumi Update Lainnya