Menu

29 Jul 2020, 23:20 WIB

Warga Sukabumi Mau Berkurban? Ini Perlakuan hingga Tata Cara Menyembelih Hewan 

Yadi Abdullah, dari Juru Sembelih Hewan Halal (Juleha) di acara Live Ngawangkong Bareng Sebagai Tukang Jagal di sukabumiupdate.com, Rabu (29/7/2020). | Sumber Foto:Istimewa

SUKABUMIUPDATE.com - Banyak hal yang mesti dilakukan sebelum melakukan penyembelihan hewan kurban. Yadi Abdullah, dari Juru Sembelih Hewan Halal (Juleha) Sukabumi menyatakan hewan kurban harus disejahterakan, sebelum disembelih.

"Ada Kesrawan atau kesejahteraan hewan. Sebelum disembelih itu hewan harus disejahterakan. Tidak boleh kepanasan, tidak boleh kedinginan, kehujanan, dikasih minum dikasih makan. Tidak boleh disiksa, disakiti," jelas Yadi, usai acara Live Ngawangkong Bareng Sebagai Tukang Jagal di sukabumiupdate.com, Rabu (29/7/2020). 

BACA JUGA: Saran WHO Untuk Pelaksanaan Kurban: Hindari Menyembelih di Rumah

Bahkan, kata Yadi, dalam islam perlakuan kepada hewan yang akan disembelih itu lebih detail lagi. "Di Islam lebih detail tidak boleh mengasah (pisau) di depan hewan. Tidak boleh menyembelih hewan di depan hewan lain," jelasnya.

Yadi menyatakan, apabila hewan kurban ngamuk saat hendak disembelih maka diamkan saja dan tunggu sampai tenang. Jangan ada kerumunan orang, sebab kerumunan ini yang membuat hewan panik. 

BACA JUGA: Tips agar Daging Kurban Empuk, Bungkus Daun Pepaya Jangan Langsung Dimasak

Cara lain membuat hewan ngamuk ketika hendak disembelih agar tenang yaitu datangkan hewan sejenis. "Jangan dibikin panik dengan kerumunan orang. Apabila masih ngamuk datangkan hewan sejenis. (Ketika) masih ngamuk tunggu sampai tenang," jelasnya.

Dalam menyembelih hewan, Yadi menyatakan harus memastikan putusnya tiga urat. 

BACA JUGA: Tanpa Plastik! Ini Rekomendasi 5 Wadah Daging Kurban yang Ramah Lingkungan

"Putusannya 3, yang pertama mari', Hulqum dan Wadaj. Dua urat tenggorokan, kerongkongan dan dua urat leher. Ketika udah putus, darah keluar dan memastikan kematian hewan. Kalau hewan sudah mati baru digantung, disisit, dipotong-potong. Tapi kalau belum mati jangan sekali-kali menyentuh hewan. Jangankan dipotong, disisit, digusur saja jangan. Karena khawatir hewan mati karena hal yang lain bukan karena disembelih," jelasnya.

Redaktur : ANDRI SOMANTRI
E-mail Redaksi : sukabumiupdateredaksi@gmail.com
E-mail Marketing : marketingsukabumiupdate@gmail.com
Komentar Anda
sukabumiupdate.com tidak bertanggujawab atas komentar yang ditulis. Isi komentar sepenuhnya menjadi tanggujawab komentator seperti yang tertuang dalam UU ITE.

BERITA TERBARU

SUKABUMIUPDATE.com - Memanaskan makanan sudah jadi kebiasaan bagi masyarakat perkotaan. Entah karena kesadaran untuk tidak membuang-buang makanan atau tidak memiliki waktu untuk memasak makanan segar.  Banyak yang mengatakan bahwa makanan...

SUKABUMIUPDATE.com - Pandemi Covid-19, gelombang tinggi, hingga guyuran hujan tak menyurutkan para pelancong lokal hingga luar daerah yang ingin menghabiskan waktu libur panjang dan cuti bersama di pengujung Oktober...

SUKABUMIUPDATE.com - Masa depan bek Bayern Munich David Alaba di klub juara Eropa ini masih belum jelas setelah pembicaraan kontraknya selama berbulan-bulan tak kunjung mencapai kemajuan ke arah kontrak...

SUKABUMIUPDATE.com - Netflix pada pekan ini mengumumkan telah menaikkan harga berlangganannya di Amerika Serikat, demikian diwartakan sejumlah media seperti Digital Trends dan CNBC. Melansir Suara.com, untuk paket standar, harga Netflix...

Ikuti Berita
Sukabumi Update Lainnya