Light Dark

Dinkes Jabar Sebut Tingkat Stunting di Kabupaten Sukabumi Tinggi

Sehat | 25 Apr 2019, 14:29 WIB

Dinkes Jabar Sebut Tingkat Stunting di Kabupaten Sukabumi Tinggi

Sehat | 25 Apr 2019, 14:29 WIB
Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat, Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat, Sri Sudartini, diwawancarai oleh awak media di Aula Pendopo Kabupaten Sukabumi, Kamis (25/4/2019). | CRP 1

SUKABUMIUPDATE.com - Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat, Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat, Sri Sudartini mengungkapkan, Kabupaten Sukabumi masuk dalam daftar 14 kabupaten yang memiliki tingkat Stunting yang tinggi di Provinsi Jawa Barat.

BACA JUGA: Pantun Bupati Sukabumi Tentang Stunting di Hari Gizi Nasional 

"Seperti yang kita ketahui bahwa ada 14 kabupaten yang menjadi lokus Stunting di Jawa Barat dan Kabupatan Sukabumi masuk di dalamnya, bahkan masuk dalam kategori tinggi," ungkap Sri kepada sukabumiupdate.com, di Aula Pendopo Kabupaten Sukabumi, Kamis (25/4/2019).

Dalam penyelesaian masalah stunting ini, Sri menegaskanakan menggunakan pendekatan melalui 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK). Dimana, pendekatan tersebut di mulai sejak anak dalam kandungan atau kepada ibu hamil. 

"270 hari pertamanya itu di mulai sejak anak dalam kandungan. Bagaimana ibu yang hamil tersebut harus menjalani empat kali pemeriksaan dan juga dipastikan menerima minimal 90 tablet tambah darah selama masa kehamilan," pungkas Sri.

BACA JUGA: Cegah Stunting, Itu Penting! Menyambut Bonus Demografi 2030

Informasi yang diperoleh sukabumiupdate.com, angka stunting di Jabar mencapai 29,2 persen atau 2,7 juta balita yang tersebar di delapan kabupaten dan kota yang memiliki prevalensi stunting masih tinggi.

Diantaranya Kabupaten Garut (43,2 persen), Kabupaten Sukabumi (37,6 persen), Kabupaten Cianjur (35,7 persen), Kabupaten Tasikmalaya (33,3 persen), Kabupaten Bandung Barat (34,2 persen), Kota Tasikmalaya (33,2 persen), Kabupaten Majalengka (30,2 persen), dan Kabupaten Purwakarta (30,1 persen). 

Image

garis

Redaktur

Image

CRP 1

Reporter