Menu

13 Sep 2018, 16:50 WIB

Konservasi Budaya Ngariksa Ngaraksa Ngarumat, Tunggu Tanggal Mainnya di Kota Sukabumi

Ketua DKKS (Dewan Kesenian Kota Sukabumi) Bob Muslim (pakaian putih) bersama pegiat komunitas budaya. | Sumber Foto:Istimewa

SUKABUMIUPDATE.com - Dewan Kesenian Kota Sukabumi (DKKS) bersama sejumlah komunitas seni dan budaya tengah mempersiapkan hadiah istimewa perayaan hari Sumpah Pemuda 28 Oktober mendatang. DKKS menegaskan pertunjukkan seni budaya sunda buhun ini belum pernah digelar di Kota Sukabumi sebelumnya.

Pertunjukkan akan dikemas dalam sebuah alur cerita bernama Konservasi Budaya, Ngariksa, Ngaraksa, Ngarumat. Bob Muslim, Ketua DKKS yang juga berperan sebagai ketua panitia mengatakan sengaja mengusung tema budaya sunda buhun sebagai upaya mengangkat kembali serta melestarikan kesenian sunda yang sudah hampir tidak dikenal lagi oleh generasi saat ini.

BACA JUGA: Siap-siap! Bunda Kirana Ajak Goyang di Konser Gemerlap Bintang SDS

Momentum Sumpah Pemuda diambil sebagai semangat generasi muda dalam melestarikan nilai-nilai luhur kesenian tradisional.  "Generasi mudalah yang bertanggung jawab terhadap kekayaan warisan budaya yang kita miliki, jangan sampai kekayaan ini malah tidak diketahui oleh kita selaku ahli warisnya yang sah," ujar Bob, Kamis (13/9/2018).

Bob menjelaskan, pagelaran seni akan menampilkan Angklung Badag, Dogdog Lojor, Rajah Karinding, Ibing Pencak Silat, Drama dan banyak lagi atraksi budaya. “Semuanya akan diramu dalam sebuah alur cerita hingga menjadi kesatuan pertunjukan yang memikat.”

Uniknya lagi acara ini tidak hanya merangkul komunitas budaya seperti Soerawoeng, Kipahare, Karasukan dan Egrang, komunitas lain seperti Komunitas Pecinta dan Pelaku Seni (Komppeni) Sukabumi Violin Comunity (SVC) dan para difabel pun turut dilibatkan.

BACA JUGA: Bunda Kirana Penyanyi Dangdut Asal Sukabumi, Pilih Putus Pacar Daripada Dilarang Nyanyi

Bob juga mengatakan apa yang dilakukan DKKS bersama komunitas ini merupakan implementasi dari Undang-Undang Pemajuan Kebudayaan Tahun 2017." Pemerintah dan masyarakat berkewajiban untuk menghidupkan kembali budaya asli yang semakin hari semakin tergerus zaman," jelasnya.

Disinggung mengenai persiapan dan pendanaan, Bob menjawab dilakukan sejak jauh hari megingat banyak yang harus disiapkan terkait tampilan serta jumlah orang yang dilibatkan. “Jujur acara ini menghabiskan uang dalam jumlah besar, tapi kami tidak sepeserpun menggunakan uang pemerintah. Seorang dermawan tanpa kepentingan apapun yang menanggung seluruh biayanya.”

Redaktur : FIT NW
E-mail Redaksi : sukabumiupdateredaksi@gmail.com
E-mail Marketing : marketingsukabumiupdate@gmail.com
Komentar Anda
sukabumiupdate.com tidak bertanggujawab atas komentar yang ditulis. Isi komentar sepenuhnya menjadi tanggujawab komentator seperti yang tertuang dalam UU ITE.

BERITA TERBARU

SUKABUMIUPDATE.com - Setidaknya 127 wartawan di 31 negara di dunia meninggal setelah terinfeksi virus corona dalam tiga bulan terakhir. Lembaga nirlaba yang bermarkas di Jenewa, Swiss, Press Emblem Campaign...

SUKABUMIUPDATE.com - Menteri Keuangan Sri Mulyani menyebut insentif bagi tenaga medis di tengah pandemi Covid-19 baru cair Rp 10,45 miliar dari total Rp 5,6 triliun. Dia menjelaskan dana Rp 10,45...

SUKABUMIUPDATE.com - Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil telah menerbitkan peraturan gubernur (Pergub) penerapan PSBB proporsional sebagai persiapan menuju normal baru atau adaptasi kebiasaan baru (AKB) di seluruh kabupaten/kota Jawa...

SUKABUMIUPDATE.com - Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (IKAPPI) menemukan setidaknya 382 pedagang di 64 pasar berbagai daerah positif Covid-19. Dari total tersebut 25 orang diantaranya meninggal dunia karena terpapar penyakit...

Ikuti Berita
Sukabumi Update Lainnya