Light Dark

Hujan dan Petir Jelang Kemarau, BMKG: Atmosfer Terganggu Picu Anomali Cuaca

Science | 15 May 2022, 09:20 WIB
Memasuki Musim Kemarau Tapi Masih Hujan dan Petir, BMKG: Atmosfer Terganggu Picu Anomali Cuaca | iStock

SUKABUMIUPDATE.com - Memasuki musim kemarau, Hujan dengan intensitas sedang hingga lebat beberapa hari ke depan akan tetap berlangsung.

Melansir dari suara.com, Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Wilayah IV Makassar menyebut, hal ini disebabkan gangguan Atmosfer yang memicu terjadinya anomali cuaca.


Advertisement

Baca Juga :

"Hujan yang terjadi beberapa hari terakhir ini memang disebabkan adanya gangguan atmosfer," ujar Prakirawan BMKG Wilayah IV Makassar, Sulawesi Selatan, Agusmin H dilansir suara.com dari Antara, Sabtu 14 Mei 2022.

Ia menjelaskan Hujan dengan intensitas Hujan sedang hingga lebat terjadi selama beberapa hari terakhir, dipicu gangguan atmosfer. Berupa adanya perlambatan pergerakan massa udara di sebelah barat. Tepatnya di perairan Selat Makassar bagian selatan.


Advertisement

"Sehingga faktor ini menyebabkan bibit awan-awan konvektif dengan mudah tumbuh dan berkembang membentuk awan-awan Hujan yang dapat disertai kilat atau petir dan angin kencang (Cumulonimbus)," katanya menjelaskan.

Menurut Agusmin, seharusnya kondisi saat ini sudah memasuki musim kemarau.photoIlustrasi Cuaca Ekstrim - (Freepik)

Namun, karena adanya gangguan Atmosfer tersebut memicu terjadinya anomali atau perubahan cuaca berdampak Hujan pada sejumlah wilayah Sulawesi Selatan, Barat dan sekitarnya.

"Sebenarnya, saat ini baru memasuki musim kemarau, diperkirakan puncaknya nanti Agustus sampai September tahun 2022. Tapi, saat ini terjadi Hujan karena adanya gangguan yang di maksud tadi," tuturnya.

Dengan gangguan Atmosfer itu, bibit-bibit awan konvektif dengan mudah terbentuk dan tumbuh berkembang kemudian menjadi awan-awan Hujan yang menyebar ke wilayah Sulselbar dan sekitarnya.

SUMBER: SUARA.COM

Image

Admin SUpdate

Image

Noity