Masuk Daftar Tak Patuh PeduliLindungi, Ini Kata Pengelola Bukit Baros Sukabumi

Jumat 11 Februari 2022, 14:55 WIB

SUKABUMIUPDATE.com - Pengelola objek wisata Bukit Baros Sukabumi, buka suara terkait data Kemenkes soal daftar mal, restoran, Hotel dan tempat wisata yang tidak patuh dalam penggunaan Aplikasi PeduliLindungi

Dalam daftar tersebut disebut Bukit Baros Sukabumi, satu tempat wisata yang tidak patuh dalam penggunaan Aplikasi PeduliLindungi

Baca Juga :

Sebut Sukabumi: Kemenkes Rilis Daftar Mal, Hotel, dan Wisata Langgar Aplikasi PeduliLindungi

Asisten manager Bukit Baros Sukabumi Asep Tomtom menyatakan, selama pandemi Covid-19, Bukit Baros selalu taat pada peraturan tentang protokol kesehatan (prokes). Sampai hal detail pun diperhatikan demi mengantisipasi penularan virus Covid-19 seperti menerapkan patuh mencuci tangan terutama memakai masker. 

"Selama pandemi Covid-19, kita terapkan aturan yang ada, mulai dari PPKM, test rapid, maupun Protokol Kesehatan. Kami pun terapkan aturan akses masuk dengan syarat surat Vaksinasi ataupun scan aplikasi Pedulilindungi. Kita juga terapkan batas maksimal pengunjung, terkadang dengan metode waktu [kunjungan] bergiliran," ujar Asep kepada sukabumiupdate.com, Jumat (11/2/2022).

photoScan aplikasi pedulilindungi di Bukit Baros Sukabumi. - (CRP 1)</span

Untuk scan aplikasi Pedulilindungi sudah ada sejak sebelum tahun baru 2021 lalu. "Karena antisipasi pengunjung wisata yang datang dari luar kota," ujar Asep.

Dia menyatakan, apabila terjadi pelanggaran maka pihak Bukit Baros akan dipanggil pihak kecamatan. Namun hingga saat ini hal itu belum pernah terjadi, sebab Bukit Baros selalu menjalankan aturan di tengah Pandemi Covid-19. Bahkan aparat rutin mendatangi Bukit Baros untuk mengecek prokes. "Dari pihak aparat setempat selalu rutin cek kesini," pungkas Asep TomTom.

Reporter: CRP 1

Follow Berita Sukabumi Update di Google News
Simak breaking news Sukabumi dan sekitarnya langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita SukabumiUpdate.com WhatsApp Channel : https://whatsapp.com/channel/0029VaXv5ii0LKZ6hTzB9V2W. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.
Berita Terkini
Sukabumi24 November 2024, 23:11 WIB

Mobil Jazz Merah Ngebut, Penyebab Kecelakaan Beruntun Maut di Sukaraja Sukabumi

Peristiwa kecelakaan beruntun maut di Sukabumi yang melibatkan empat mobil dan satu motor itu mengakibatkan satu orang tewas dan 6 orang lainnya terluka.
Mobil Honda Jazz merah penyebab kecelakaan beruntun di Sukaraja Sukabumi saat dievakuasi. (Sumber : Istimewa)
Sukabumi24 November 2024, 22:51 WIB

Kecelakaan Beruntun di Sukaraja Sukabumi Libatkan 5 Kendaraan, 1 Korban Meninggal

Berikut kronologi kecelakaan beruntun di Sukaraja Sukabumi yang libatkan 5 kendaraan.
Kondisi kendaraan yang terlibat kecelakaan di Sukaraja Sukabumi. (Sumber : Istimewa)
Nasional24 November 2024, 22:15 WIB

Siap-siap, Harga Rumah Diproyeksi Bakal Naik Imbas Kebijakan PPN 12 Persen

Kenaikan tarif PPN 12 Persen mulai tahun depan ini disampaikan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dalam rapat kerja dengan komisi XI DPR pekan lalu.
Ilustrasi rumah. (Sumber : Shutterstock)
DPRD Kab. Sukabumi24 November 2024, 21:24 WIB

Reses Loka Tresnajaya di Desa Kutajaya Sukabumi, Infrastruktur Mendominasi Aspirasi

Menurut Loka, Desa Kutajaya adalah salah satu desa terluas di Cicurug namun masih memiliki sejumlah wilayah yang belum tersentuh aspal.
Anggota DPRD Kabupaten Sukabumi dari Partai Golkar, H.M. Loka Tresnajaya menggelar reses di Kampung Pereng, Desa Kutajaya, Kecamatan Cicurug, Sabtu 23 November 2024. (Sumber : Istimewa)
Sehat24 November 2024, 21:02 WIB

Tukak Lambung Pada Anak : Ketahui Gejala dan Penyebabnya

Tukak lambung atau yang juga dikenal sebagai tukak peptik diketahui sangat jarang terjadi pada anak-anak dibandingkan orang dewasa, tetapi ternyata hal ini terjadi lebih sering daripada yang dibayangkan.
Ilustrasi seorang anak menderita tukak lambung (Sumber : Freepik/@freepik)
Sukabumi24 November 2024, 20:23 WIB

10 Penumpang Terluka, Kronologi dan Dugaan Penyebab Bus Terguling di Lingsel Sukabumi

Berikut kronologi dan dugaan penyebab bus terguling di jalur Lingkar Selatan atau Lingsel Kota Sukabumi.
Bus yang terguling di Jalur Lingkar Selatan Kota Sukabumi saat dievakuasi oleh mobil derek. (Sumber Foto: Istimewa)
Life24 November 2024, 20:00 WIB

3 Legenda Curug Sanghyang Taraje, Tapak Sangkuriang Hingga Tangga Menuju Kayangan

Konon, Sangkuriang ingin mengambil bintang untuk Dayang Sumbi, ibu yang sangat dicintainya. Untuk mencapai bintang, Sangkuriang melewati Curug Sanghyang Taraje, yang dianggap sebagai tangga menuju kayangan.
Curug Sanghyang Taraje. Foto: IG/smiling.westjava
Mobil24 November 2024, 19:26 WIB

Sejarah dan Kisah Angkutan Umum di Pajampangan Sukabumi

Keberadaan angkutan umum di wilayah Sukabumi Selatan tersebut sudah ada sekitar tahun 1921, dengan jurusan Soekaboemi-Soerade.
Angkutan umum pertama Surade-Sukabumi (Sumber : Istimewa)
Sukabumi24 November 2024, 19:05 WIB

Diduga Depresi, Lansia Asal Cidahu Sukabumi Tewas Tergantung di Rumah Kosong

Berikut kronologi dari keluarga terkait tewasnya lansia asal Cidahu Sukabumi yang ditemukan tergantung di dalam rumah kosong.
TKP pria lansia ditemukan tewas tergantung di Cidahu Sukabumi. (Sumber : Istimewa)
Sehat24 November 2024, 19:00 WIB

Donor Jantung untuk Penderita Gagal Jantung, Ketahui 4 Hal Berikut Ini!

Donor Jantung adalah orang yang memberikan jantungnya untuk transplantasi kepada penderita gagal jantung.
Ilustrasi. Donor Jantung untuk Penderita Gagal Jantung, Perhatikan 4 Hal Berikut. (Sumber : Freepik/freepik)