Light Dark

Sulap Halaman Rumah Jadi Tempat Parkir, Warga Cikembar Sukabumi Bisa Naik Haji

Sukabumi | 25 Jan 2022, 14:52 WIB
Lahan parkir di rumah Hasbi (46 tahun), warga Desa Bojongraharja, Kecamatan Cikembar, Kabupaten Sukabumi, Selasa, 25 Januari 2022. | Sukabumiupdate.com/CRP 3

SUKABUMIUPDATE.com - Memiliki rumah yang berdekatan dengan kawasan industri, melahirkan penghasilan baru bahkan untuk beribadah haji. Itu yang dialami Hasbi (46 tahun), warga Desa Bojongraharja, Kecamatan Cikembar, Kabupaten Sukabumi. Rumahnya berdekatan langsung dengan PT Glostar Indonesia atau GSI.

Sejak 2011, Hasbi memanfaatkan lahan 300 meter di halaman rumahnya sebagai tempat parkir sepeda motor para pekerja PT GSI. Ide usaha ini pun tak direncanakan, melintas begitu saja hingga akhirnya menjadi sumber penghasilan tetap Hasbi, yang sebelumnya fokus bekerja di bidang konstruksi salah satu perusahaan swasta.

"Usaha ini lahir ketika PT GSI awal dibuka. Kebetulan, banyak karyawan yang bawa motor, sementara pabrik tidak menerima motor yang tak punya surat atau tidak membawa helm. Mereka pun mencari lahan untuk parkir dan masuklah ke rumah saya," kata Hasbi kepada sukabumiupdate.com di rumahnya, Selasa, 25 Januari 2022.


Advertisement

photoHasbi (46 tahun), warga Desa Bojongraharja, Kecamatan Cikembar, Kabupaten Sukabumi, Selasa, 25 Januari 2022. - (Sukabumiupdate.com/CRP 3)

Baca Juga :

Hasbi yang secara spontan membuka usaha tersebut, langsung kebanjiran pelanggan. Ketika awal dibuka, ada kurang lebih 400 hingga 500 sepeda motor yang diparkir di lahan miliknya dalam sehari. Namun perlahan, banyak warga yang membuka usaha serupa dan membuat jumlah pelanggan Hasbi berkurang dari lahan parkir ini.


Advertisement

"Kalau sekarang paling 200 hingga 250 unit," ucap dia. Kekinian, terdapat 12 lahan parkir yang tersebar di luar pabrik, dari semula hanya dua yakni milik Hasbi dan tetangganya.

Bertarif Rp 2 ribu per sepeda motor, Hasbi memastikan keamanan di lahan parkirnya karena setelah seluruh pekera memarkirkan motor, gerbang langsung digembok dan tak sembarangan orang bisa masuk. "Alhamdulillah dari usaha ini saya bisa naik haji, menghidupi keluarga, dan buka warung," kata Edi.

REPORTER: CRP 3

Image

Admin SUpdate

Image

Oksa Bachtiar Camsyah

Redaktur