Light Dark

Keracunan Massal di Sukabumi, Warga Pusing Usai Makan Sambal Goreng Kentang

Sukabumi | 19 Jan 2022, 20:50 WIB
Warga korban keracunan massal di Desa Sindangresmi, Kecamatan Jampangtengah, Kabupaten Sukabumi, yang menjalani perawatan. | Istimewa

SUKABUMIUPDATE.com - Polisi memanggil beberapa orang sebagai saksi terkait peristiwa Keracunan Massal yang dialami warga Kampung Ciasahan RT 11/03, Desa Sindangresmi, Kecamatan Jampangtengah, Kabupaten Sukabumi.

"Tiga orang sedang dimintai keterangan. Mereka adalah juru masak, ketua RT dan ketua RW sedangkan yang mengadakan acara belum dipanggil,” ujar Kapolsek Jampangtengah AKP Usep Nurdin kepada sukabumiupdate.com, Rabu (19/1/2022).


Advertisement

Baca Juga :

Sebelumnya, beberapa orang merasakan pusing dan mual sehingga muntah serta terus menerus buang air besar. Kondisi ini dirasakan semakin parah oleh warga pada Selasa (18/1/2022) sekitar pukul 21.00 WIB.

Beberapa hari sebelumnya, yaitu pada Sabtu (15/1/2022) sore mereka mendapat makanan dari acara aqiqahan yang diselenggarakan warga di Kampung Ciasahan, Desa Sindangresmi, Kecamatan Jampangtengah.


Advertisement

Puskesmas Jampangtengah mencatat ada 8 orang yang mengalami mual muntah dan terus buang air besar. Mereka adalah Daman (52 tahun), Yeni Yuniarni (46 tahun), Lukman (13 tahun), Yani Septiani (32 tahun), Ridwan (4 tahun), Ika Sulastri (40 tahun), Adit (7 tahun) dan Uum (65 tahun).

Dari data, Daman dirujuk ke RS Kartika Kota Sukabumi kemudian Yeni, Lukman serta Yani dirawat di Puskesmas Jampangtengah. Adapun Ika dirawat di klinik Tabayun. Adit yang sebelumnya berobat ke puskesmas sudah pulang ke rumahnya. Uum juga dirawat di rumahnya dan Ridwan yang sebelumnya menjalani perawatan di klinik Tabayun sudah pulang ke rumahnya 

Kepala Puskesmas Jampangtengah, Imanuel menuturkan di acara aqiqah itu, warga menyantap hidangan berisi nasi, olahan daging domba dan sambal goreng kentang.

“Setelah makan yang dari aqiqahan tersebut terutama sambal kentang goreng katanya langsung terasa pusing dan malamnya diare. Setiap pasien mengira sakit biasa sehingga informasi  telat diketahui,” jelasnya.

Dia menyatakan, untuk penyebab sakit belum diketahui. Untuk memastikannya, pihak puskesmas sudah mengambil sampel air, adapun dari makanan yang disantap hanya daging saja yang masih ada. "Kami bawa dan dikirim ke Labkesda Kabupaten Sukabumi," terangnya.

Koleksi Video Lainnya:

Diimbau Minta Maaf, Arteria Dahlan Justru Bahas Sunda Empire

Image

Ragil Gilang

Reporter

Image

Andri Somantri

Redaktur