Light Dark

Sebar Teror di Sukabumi, Mantan Anggota Geng Motor Sebut Ada 2 Kelompok Baru

Sukabumi | 22 Nov 2021, 21:27 WIB
Senjata tajam yang kerap kali dibawa geng motor di Sukabumi. | Pixabay

SUKABUMIUPDATE.com - Geng Motor kembali berbuat onar di Sukabumi. Dengan terang-terangan mereka berani menyebar video saat konvoi dan membawa senjata tajam hingga melakukan penyerangan secara membabi buta seperti yang terjadi pada Sabtu (20/11/2021) malam hingga Minggu dini hari (21/11/2021).

Gerombolan bermotor itu menyerang secara membabi buta sejumlah remaja yang tengah bersantai di tepi jalan di Kaum Kidul RT 01/05 Desa Cisaat, Kecamatan Cisaat, Kabupaten Sukabumi pada Sabtu malam. Tidak berselang lama atau sekira pukul 00.05 WIB, Minggu dinihari, kejadian serupa juga dilaporkan terjadi di Kampung Cimahi, Desa Cibolang Kaler, Kecamatan Cisaat.

Baca Juga :

Seorang mantan anggota Geng Motor di Sukabumi berinisial AS (29 tahun) buka suara soal aksi semacam itu. Ada hal mencengangkan yang terungkap, sebab ada dua Geng Motor baru di Sukabumi. 

"Sukabumi sekarang kedatangan kelompok Geng Motor baru yang bernama All Star yang identik membawa atribut bendera Inggris dan RSG yang membawa atribut bendera Rusia. Mereka baru bukan dari XTC, GBR, Brigez ataupun Moonraker," ujar AS, kepada sukabumiupdate.com, Senin (22/11/2021). 

Lebih lanjut, AS menyatakan dua Geng Motor tersebut bertujuan mencari panggung di Sukabumi. Dengan membuat onar agar nama mereka terangkat dan dikenal orang. 

"Yang harus diwaspadai, mereka menyerang siapa saja termasuk warga yang tidak berdosa. Setiap melihat ada yang nongkrong, tiba-tiba langsung diserang dengan menggunakan senjata tajam," tuturnya.

Menyerang dengan Senjata Tajam

Sukabumiupdate.com berhasil menemui seorang korban yang pernah lolos dari kejaran gerombolan bermotor yang diduga dari kelompok Geng Motor All Star tersebut. 

Dia berinisial DD, seorang warga Sukabumi yang berusia 18 tahun. Sekitar 2 minggu yang lalu tepatnya Sabtu malam, dia ditodong senjata tajam saat berkendara di kawasan jalur atau Jalan Lingkar Selatan Sukabumi.

"Saya pulang dari rumah saudara di daerah Gunung Sunda mau pulang ke Cibadak lewat jalan Jalur kemudian di tengah jalan dikejar oleh 15 motor," ujarnya.

Mengetahui dirinya dalam bahaya, dia kabur dan putar balik masuk ke pom bensin yang berlokasi di Jalan Lingkar Selatan tepatnya di Desa Babakan, Kecamatan Cisaat, Kabupaten Sukabumi. 

"Ketika masuk ke pom bensin, Geng Motor tidak berani mengejar karena di sana ramai," pungkasnya. 

Polisi Patroli di Media Sosial

Aksi brutal Geng Motor di Sukabumi ini direspons oleh pihak kepolisian dengan meningkatkan antisipasi untuk mencegah tindakan kriminal yang dilakukan gerombolan Geng Motor tersebut.

"Untuk langkah antisipasi, kami terus tingkatkan kegiatan patroli rutin di berbagai lokasi, yang dinilai rawan terjadinya tindak kejahatan oleh geng motor," ujar Kapolres Sukabumi Kota AKBP SY Zainal Abidin kepada awak media.

photoKapolres Sukabumi Kota AKBP SY Zainal Abidin. - (Istimewa)

Zainal menghimbau kepada seluruh warga masyarakat untuk turut berpartisipasi memberikan informasi jika mengetahui adanya aktivitas terkait geng motor.

Tak hanya menerjunkan patroli di titik rawan, polisi juga berpatroli di media sosial karena Geng Motor kerap menyebar ketakutan dengan memposting aksi brutalnya di media sosial.

"Patroli di media sosial juga kita lakukan secara internal mengingat saat ini maraknya aksi Geng Motor yang disiarkan secara langsung di media sosial. Namun demikian, kami juga membuka akses kepada warga masyarakat yang ingin memberikan informasi terkait geng motor," jelasnya. 

Sementara itu, Wali Kota Sukabumi Achmad Fahmi mengatakan pemerintah telah melakukan komunikasi secara intens dengan Polisi untuk penanggulangan Geng Motor tersebut. 

"Selain koordinasi dengan Polres Sukabumi Kota, kita juga harus berupaya keras bersama. Karena ini bukan hanya menjadi tugas pihak kepolisian saja, melainkan juga tugas kita bersama. Maka dari itu saya harap masyarakat bersama kita saling jaga lingkungan kita," Kata Fahmi kepada wartawan. 

Fahmi pun meminta masyarakat khususnya orang tua supaya lebih memperhatikan lagi dengan siapa anaknya bergaul dan melakukan apa saja. Apabila anak keluar malam tanpa tujuan yang jelas lebih baik dicegah.

"Jika tidak diperlukan keluar malam, jangan dibiarkan. Dan jika mengetahui perkumpulan Geng Motor di wilayahnya segera laporkan kepada petugas yang berwajib," Jelasnya.

Image

Riza

Reporter

Image

Andri Somantri

Redaktur