Light Dark

Saat Kemarau, Warga Cisalada Sukabumi Manfaatkan Air Selokan Untuk Sehari-hari

Sukabumi | 06 Oct 2021, 12:29 WIB
Saat kemarau, Warga Kampung Cisalada, Sagaranten Sukabumi, terpaksa memanfaatkan air selokan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. | Ragil Gilang

SUKABUMIUPDATE.com - Setiap memasuki musim kemarau, warga Kampung Cisalada, Desa Puncak Manggis, Kecamatan Sagaranten, Kabupaten Sukabumi, harus memanfaatkan air selokan untuk kebutuhan sehari-hari.

Mereka juga harus membuat sumur dadakan di sekitar aliran sungai atau di sekitar pegunungan yang dekat perkampungan. Hal itu terpaksa dilakukan karena warga Cisalada selalu mengalami kesulitan mendapatkan air bersih untuk mandi,cuci dan kakus.


Advertisement

Baca Juga :

Air yang diperoleh warga dari kawasan pegunungan atau sungai itupun kualitasnya sangat tidak layak, karena cenderung keruh. 

Biasanya warga berduyun-duyun ke sumber air untuk keperluan mandi,cuci baju atau buang air besar. Setelah itu mereka membawa pulang sedikit air dengan alat seadanya. 

Menurut Ketua RT Cisalada, Ali, jika kemarau melanda lebih dari tujuh bulan, warganya terpaksa harus mencari sumber air dengan menempuh jarak sekitar 1-2 kilometer dengan berjalan kaki. 


Advertisement

Sumber air yang dimaksud yakni aliran sungai dan mata ir di kawasan pegunungan. "Saat kemarau warga disini biasanya membuat sumur dadakan di sekitar sungai atau di pegunungan," ujar Ali.

photoBeginilah kondisi sarana MCK di Kampung Cisalada, Sagaranten Sukabumi. - (Ragil Gilang)

Selama ini warga terpaksa hanya mengandalkan air selokan yang disalurkan ke tempat penampungan melalui pipa.

Kepala Desa Puncak Manggis, Ahmad Nuryani mengakui sebanyak 40 kepala keluarga di Kampung Cisalada selalu mengalami kesulitan air bersih saat musim kemarau tiba.

"Selama ini  warga menggunakan air selokan dari pegunungan untuk kebutuhan air bersih, dan memang saat terjadi kemarau untuk memperoleh air harus berjalan 1-2 kilometer untuk membuat sumur dadakan ditepi sungai," beber Ahmad Nuryani. 

Namun kini, lanjut Ahmad, kesulitan warga untuk mendapatkan air bersih sepertinya akan tertanggulangi. Hal ini menyusul adanya bantuan sumber air bersih dan sarana MCK dari perusahaan milik pemerintah. 

Image

Ragil Gilang

Reporter

Image

Toni Kamajaya