Light Dark

Masa Depan UMKM Cerah Pasca Pandemi, Diskumindag Kota Sukabumi Latih e-Commerce

Inspirasi | 15 Sep 2021, 08:00 WIB
Ilustrasi. Pelatihan e-Commerce bagi pelaku UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah) yang digagas Diskumindag Kota Sukabumi | freepik

SUKABUMIUPDATE.com - Wali Kota Sukabumi Achmad Fahmi membuka pelatihan e-Commerce bagi pelaku UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah). Pelatihan ini digagas Diskumindag (Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perindustrian, dan Perdagangan) Kota Sukabumi di Hotel Balcony, pada Selasa, 14 September 2021.

Menurut Fahmi pelatihan ini mendorong pelaku UMKM lebih berkembang dengan melibatkan teknologi informasi atau digitalisasi usaha. "Pandemi memberikan keprihatinan dalam dua tahun terakhir, tapi ada hikmah diantaranya muncul pelaku UMKM baru,'' ujarnya, dikutip dari website KDP Kota Sukabumi.

Migrasi profesi dari pekerja menjadi wirausaha sebagai dampak pandemi ternyata mendorong sektor UMKM lebih kreatif, tumbuh dan berkembang. "Pelaku UMKM harus terus berinovasi karena gubernur menyebutkan ada 7 ekonomi baru pasca pandemi salah satunya UMKM," tegas Fahmi.

UMKM memiliki masa depan cerah pasca pandemi sehingga harus sumber daya manusia yang tangguh. Ke depan lanjut Fahmi, Pemkot Sukabumi akan menjadikan UMKM salah satu dari 7 baru ekonomi di Jabar.

Baca Juga :

''Saya apresiasi pelatihan yang diinisiasi Diskumindag yang dilakukan dengan peserta bergantian agar semua kebagian,'' ujar Fahmi yang berhadap mudah-mudahan mampu memberikan pengembahan pengetahuan dan skil kepada pelaku UMKM.

Wali kota berpesan UMKM jangan jadi alternatif harus fokus untuk jadi pelaku usaha. UMKM di masa mendatang, tidak bisa lagi mengandalkan door to door karena dibatasi interaksi, sehingga menggunakan teknologi menjadi wajib. 

photoali Kota Sukabumi Achmad Fahmi membuka pelatihan E-Commerce bagi pelaku UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah). - (KDP Kota Sukabumi)

''Ketika UMKM tidak melibatkan teknologi sulit berkembang, makanya pelatihan motivasi agar berusaha melibatkan teknologi di dalamnya. Dengan teknologi tidak ada waktu karena bisa 24 jam dan tak ada sekat geografis," tegas Wali Kota.

Pemda kata Fahmi, memfasilitasi bagaimana pelaku UMKM menggunakan e commerce atau pelibatan digitalisasi dalam usaha. Hal ini dalam rangka pemulihan ekonomi.

Selain itu menggratiskan PIRT, laik higiene dan sertifikat halal akan terus dilakukan sehingga ketika teknologi siap, usaha terdaftar secara resmi. ''Mari maju bersama dan berkembang serta kuat bersama,'' imbuh dia.

Kepala Diskumindag Kota Sukabumi Ayi Jamiat menambahkan pelatihan ini diikuti 30 orang pelaku wirausaha yang belum pernah ikut pelatihan dan berlangsung selama 3 hari. Targetnya pelaku usaha bisa memasarkan produk secara online. "Pemda akan memfasilitasi untuk menguasai teknologi, termasuk perizinan dan sertifikat halal," ungkapnya.

Image

Admin SUpdate

Image

Fit NW

Redaktur