Light Dark

25 Hektar Sawah di Gunungguruh Sukabumi Terancam Kering, Talang Irigasi Longsor

Sukabumi | 06 Sep 2021, 16:34 WIB
P2BK Gunungguruh Sukabumi cek kerusakan talang irigasi akibat longsor | dok. P2BK Gunungguruh

SUKABUMIUPDATE.com - Areal pertanian khusus sawah di kawasan Gunungguruh Kabupaten Sukabumi Jawa Barat terancam kering. Suplai irigasi terputus akibat jembatan besi talang air hancur tergerus longsor yang terjadi Sabtu malam lalu, 4 September 2021.

Dalam laporan yang disampaikan P2BK Gunungguruh Ade Suparman kepada pusdalops BPBD Kabupaten Sukabumi, kejadian longsor diperkirakan sekitar pukul 21.00 WIB. Tebing yang berada di pinggir sungai dan saluran irigasi longsor hingga menyebabkan pondasi jembatan talang air rusak.

Baca Juga :


Advertisement

Lokasinya berada di Kampung Cipesing RT 01/02 Desa Kebon Manggu Kecamatan Gunungguruh. "Longsor akibat kondisi tanah lebih, tebing setinggi 10 meter longsor menimpa talang saluran air irigasi panjang 25 meter," tulis Ade dalam laporan tersebut.

photoKerusakan talang irigadi di Gunungguruh Sukabumi yang terkena longsor - (dok P2BK Gunungguruh)

Dalam foto yang dilampirkan terlihat, kondisi talang air hancur karena pondasi rusak. talang yang berbahan besi dan berwarna biru berserakan di tebing pinggir sungai.Dari asesmen di lokasi kejadian dan koordinasi dengan pihak desa, kecamatan, Babinsa, Babinmas diprediksi 25 hektar sawah akan terdampak dari rusaknya talang irigasi tersebut.


Advertisement

"Tafsiran kerugian sekitar Rp 300 juta. Dari informasi yang didapatkan talang saluran air irigasi yang rusak berat ini dibangun dari bantuan provinsi Jawa Barat 2 bulan lalu melalui Dinas Pekerjaan Umum," tegasnya.

Image

Admin SUpdate

Image

Fit NW

Redaktur