Light Dark

Butuh Rp 996 Miliar untuk Tuntaskan Tol Bocimi hingga Sukabumi Timur

Keuangan | 02 Sep 2021, 22:08 WIB
Foto udara. Untuk menyelesaikan secara utuh ruas tol Bocimi sesuai rencana awal hingga wilayah Sukabumi Timur, PT Waskita Karya (Persero) meminta tambahan modal melalui Penyertaan Modal Negara (PMN). | dok Kemen PUPR

SUKABUMIUPDATE.com - Untuk menyelesaikan secara utuh ruas tol bocimi sesuai rencana awal hingga wilayah Sukabumi Timur, PT Waskita Karya (Persero) meminta tambahan modal melalui Penyertaan Modal Negara (PMN). Kebutuhan untuk menyelesaikan tol bocimi mencapai Rp 996 Miliar. 

Hal ini diungkapkan Direktur Utama WSKT, Destiawan Soewardjono dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi VI DPR di Jakarta, Rabu 1 September 2021. Keseluruhan Waskita Karya meminta tambahan modal Rp3 triliun di tahun 2022, untuk menyelesaikan tol Kayuagung-Palembang-Betung dan Ciawi-Sukabumi.


Advertisement

"Untuk ruas tol Kayu Agung senilai Rp 2,004 triliun dan Ciawi Rp 996 miliar," kata Destiawan Soewardjono dikutip dari suara.com.

Kedua ruas tol itu memiliki target selesai masing-masing pada Maret 2023 dan Juli 2024 dan merupakan bagian dari tujuh ruas tol yang sedang dikerjakan Waskita pada tahun 2021 dan 2022.

Untuk informasi, tujuh ruas tol itu diantaranya Kayu Agung-Palembang-Betung, Bekasi-Cawang-Kampung Melayu yang ditargetkan selesai pada Maret 2022, Cimanggis-Cibitung di Januari 2023, dan Ciawi-Sukabumi.

Kemudian, ruas tol Krian-Legundi-Bunder-Manyar diperkirakan rampung pada Juni 2022, Pasuruan-Probolinggo Desember 2023, serta Pejagan-Pemalang yang telah selesai pembangunannya.


Advertisement

photoDirektur Utama WSKT, Destiawan Soewardjono - (dok waskita karya)

Ia menambahkan, tujuan keseluruhan PMN tahun 2022 adalah untuk penguatan permodalan dalam rangka restrukturisasi serta tambahan modal kerja dan investasi penyelesaian konstruksi jalan tol.

Destiawan mengatakan, PMN yang diberikan pada tahun 2022 tersebut akan memberikan banyak dampak positif ke berbagai pihak, seperti ke Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) yakni kepastian tersedianya dana dan melancarkan proses restrukturisasi kredit.

Waskita Group juga melancarkan proses restrukturisasi keuangan serta melengkapi PMN tahun 2021, sedangkan untuk masyarakat manfaatnya adalah memberikan manfaat ekonomis dan mendorong perekonomian.

Baca Juga :

Seperti diberitakan sebelumnya, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat menyatakan progres konstruksi Jalan Tol Bogor-Ciawi-Sukabumi atau tol bocimi Seksi II ruas Cigombong-Cibadak telah mencapai 75,55 persen--dari total panjang 11,9 kilometer, dengan targetkan rampung akhir 2021. Itu termuat dalam website resmi kementerian yang diunggah pada 6 Agustus 2021.

Jalan tol bocimi sendiri memiliki panjang total 54 kilometer. Rinciannya, Seksi I Ciawi-Cigombong (15,35 kilometer) dan sudah beroperasi pada Desember 2018. Seksi II Cigombong-Cibadak (11,9 kilometer). Seksi III Cibadak-Sukabumi Barat (13,7 kilometer). Terakhir, Seksi IV Sukabumi Barat-Sukabumi Timur (13,05 kilometer).

Image

Admin SUpdate

Image

Fit NW

Redaktur