Light Dark

Tukang Petik Kelapa Bicara di Sukabumi Berharap PPKM Selesai 2 Agustus

Sukabumi | 30 Jul 2021, 14:57 WIB
Tempat wisata di Kabupaten Sukabumi ditutup sementara selama pelaksanaan PPKM Level 3. Hal itu membawa imbas terhadap usaha yang dijalankan Edi (42 tahun) sebagai seorang pemetik kelapa. | Istimewa

SUKABUMIUPDATE.com - Tempat wisata di Kabupaten Sukabumi ditutup sementara selama pelaksanaan PPKM Level 3. Hal itu membawa imbas terhadap usaha yang dijalankan Edi (42 tahun) sebagai seorang pemetik kelapa.

Usaha pemetik Kelapa ini dilakukan Edi bersama empat rekannya. Kelapa tersebut dijual ke warung-warung di sekitar Pantai Citepus, mulai dari Istana Presiden, RTH Citepus serta Pantai Citepus Muara dan sekitarnya. 

Baca Juga :

Meskipun warung makan dan PKL boleh buka saat PPKM Level 3 di Kabupaten Sukabumi, namun tetap saja permintaan Kelapa masih kurang.

Edi, bersama ke 4 rekannya membeli buah Kelapa dari petani Rp 2.500 per buah kemudian dijual ke warung Rp 4 ribu per buah. Saat wisatawan ramai di kawasan objek wisata, harga buah Kelapa bisa mencapai Rp 10 ribu per buah.

“Dulunya satu hari itu 300 biji dikirim ke warung-warung, sekarang 100 biji per hari,” kata Edi yang merupakan warga Desa Cibodas, Kecamatan Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, Jumat (30/7/2021).

Menurut Edi, uang dari hasil penjualan 100 Kelapa ke warung itu kemudian dibagikan untuk Edi bersama empat rekannya. Saat Pandemi, Edi menyebut pendapatan dari usaha yang dijalankannya tak seimbang dengan prosesnya. 

"Dari 100 buah Kelapa itu setelah dijual diuangkan dibagi lima. Kalau dihitung-hitung gimana ya, cape iya. Tapi ini pekerjaan rutin, belum manjat, belum transport, perjalanan ini itunya," terangnya.

Edi berharap setelah PPKM level 3 ini berakhir di tanggal 2 Agustus mendatang, tak ada perpanjangan PPKM lagi. “Kalau bisa PPKM ini segera selesai dan gak diperpanjang,”jelasnya.

Image

Nandi

Reporter

Image

Andri Somantri

Redaktur