Light Dark

Cerita Keluarga Guru Susan di Sukabumi, Membaik Setelah Lumpuh Usai Vaksinasi Covid-19

Sehat | 11 Jun 2021, 14:17 WIB
Guru honorer SMAN 1 Cisolok Kabupaten Sukabumi Susan Antela (31 tahun) memberi pesan kepada masyarakat melalui sebuah unggahan video agar tidak takut untuk di vaksinasi Covid-19. | Istimewa

SUKABUMIUPDATE.com -  Setelah lama tidak ada kabar, Susan Antela (31 tahun) guru honorer SMAN 1 Cisolok Kabupaten Sukabumi kembali muncul dengan kondisi yang jauh lebih membaik. Dia bahkan memberi pesan kepada masyarakat melalui sebuah unggahan video agar tidak takut untuk di vaksinasi Covid-19.

Seperti diketahui, beberapa waktu lalu Susan sempat mengalami kelumpuhan dan gangguan penglihatan akibat Guillain-Barre Syndrome (GBS), sehingga dia hanya bisa terbaring lemas di atas tempat tidurnya. Susan mengalami penyakit tersebut usai menjalani vaksinasi Covid-19 dosis kedua.

Yayu (26 tahun), adik dari Susan mengabarkan perkembangan kondisi terkini kesehatan kakaknya setelah mendapat pengobatan. Menurut Yayu, Susan sudah kuat berdiri, lancar berbicara, serta penglihatannya sudah tak lagi buram.

Baca Juga :

"Sekarang Alhamdulillah semakin banyak perbaikannya, sudah kuat berdiri sendiri walaupun belum sampai jalan, mata juga sudah mulai tipis blurnya walaupun kekontrasan warna belum tajam," ujar Yayu saat dihubungi sukabumiupdate.com, Kamis (10/6/2021).

"Bicaranya sekarang juga udah lancar, secara keseluruhan perbaikan kesehatannya udah banyak dari awal sampai sekarang, tadi juga bikin video ajakan vaksin ke masyarakat, tadi kata mamah ada petugas ke sini meminta bikin video itu," tambahnya.

Yayu mengungkapkan, bahwa kakaknya sudah beberapa kali melakukan kontrol terapi ke dokter di RSUD Palabuhanratu dan saraf di RSUD Sekarwangi. 

"Yang diseringkannya untuk terapi 3x dalam satu minggu, dan 1x dalam 1 minggu, untuk kontrol ke Poli saraf di RS Palabuhanratu, serta cek ke dokter spesialis, terapi 1 bulan sekali ke RS Sekarwangi," kata Yayu.

Dijelaskan Yayu, meski belum bisa berjalan dan penglihatannya belum setajam dulu, tapi dokter sangat mengapresiasi semangat Susan untuk sembuh.

"Jadi ngeliat yang warna coklat jadi krem gitu, jadi belum pas, setiap kontrol juga dokternya bilang bagus nih bu Susan semangat sembuhnya, selalu ada perbaikan katanya," pungkas Yayu.

Image

Nandi

Reporter

Image

Denis Febrian

Redaktur