Light Dark

Vietnam Tunda SEA Games ke-31 Hingga 2022

Arena | 09 Jun 2021, 18:50 WIB
Sejumlah atlet Vietnam sedang berlaga di SEA Games 2003 silam | Hoang Dinh Nam/AFP

SUKABUMIUPDATE.com - Vietnam berencana akan menunda perhelatan Pesta Olahraga Asia Tenggara atau SEA Games 2021 sampai tahun depan, dengan alasan pandemi virus corona atau COVID-19.

"Komite Olimpiade Vietnam telah berkirim surat ke negara-negara Asia Tenggara, untuk menginformasikan proposal penundaan sampai dengan 31 Juli 2022, karena situasi rumit akibat pandemi Covid-19," tulis situs berita Phap Luat Online, dikutip dari Vietnam News.

Dewan SEA Games yang berbasis di Bangkok, Thailand, akan bertemu dengan pimpinan negara di bidang Olahraga pada pertengahan bulan Juni 2021 untuk membicarakan usulan Vietnam tersebut dan membuat keputusan. 

Rencananya, SEA Games 2021 akan berlangsung di Hanoi dan sebelas lokasi lainnya di Vietnam pada 21 November hingga 2 Desember 2021. Vietnam telah melakukan berbagai persiapan, termasuk membangun infrastruktur.

Di awal pandemi, Vietnam dipuji dunia berkat respon cepat mencegah penyebaran virus corona. Vietnam berhasil melacak penyebaran, mengunci permukiman, dan menerapkan jarak sosial dengan ketat.

Baca Juga :

photoPoster perhelatan Pesta Olahraga Asia Tenggara atau SEA Games 2021 yang digelar di Vietnam - (Vietnam News)

Kisah sukses Vietnam menahan pandemi berakhir sejak April 2021. Namun setelahnya, ditemukan banyak kasus lokal dan jumlahnya terus meningkat. 

Tercatat, pada bulan Juni 2021, sebanyak 9.000 kasus warga Vietnam positif COVID-19. Jumlah tersebut tiga kali lipat lebih tinggi dibanding dua bulan sebelumnya.

Meski jauh lebih rendah dibanding negara Asia Tenggara lainnya, tingkat vaksinasi per kapita negara Vietnam menjadi yang terendah di antara negara-negara ASEAN. 

Oleh karena itu, pemerintah Vietnam tidak ingin terjadi lonjakan kasus akibat perhelatan SEA Games.

Vietnam pernah menjadi tuan rumah SEA Games pada 2003 silam. Untuk pagelaran SEA Games 2021 ini, Vietnam telah mengalokasikan anggaran sebanyak 69 juta USD atau sekira Rp 983 miliar, dengan harapan mampu menyediakan fasilitas mumpuni bagi 7.000 atlet beserta staf dari sebelas negara.

Image

Teguh Setiawan

Reporter

Image

Muhammad Gumilang

Redaktur