Light Dark

Bawa KTP Sukabumi atau Surat Sehat! Ratusan Kendaraan Wisatawan Gagal ke Pantai

Travel | 14 May 2021, 19:23 WIB
Ratusan kendaraan wisatawan yang hendak menuju pantai di Palabuhanratu dan sekitarnya dipaksa balik arah oleh petugas penyekatan di Terminal Cikembang sukabumi | tangkapan layar (istimewa)

SUKABUMIUPDATE.com - Hari pertama pasca perayaan Idul Fitri 1442 H/ 2021 M, ratusan kendaraan wisatawan yang akan berlibur di pantai Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, Jawa barat dipaksa putar balik arah. Ada tiga posko penyekatan, mulai dari Pos TMC, Terminal Cikembang dan simpang tiga gunung butak Palabuhanratu.

Kasat lantas Polres Sukabumi, Akp Riki Fahmi Mubarok mengatakan, sekitar 1.500 kendaraan yang akan memasuki kawasan Palabuhanratu diperiksa tim gabungan satlantas polres sukabumi bersama unsur terkait lainnya. "Data dari Pos PAM Gunung Butak sejak pagi hingga petang tadi, sudah 400 kendaraan yang dipaksa putar balik arah," ujar Akp Riki Fahmi Mubarok kepada awak media di pos PAM Simpang Tiga Gunung butak, Jumat (14/5/2021).

Baca Juga :

Dijelaskan Riki, saat ini tengah dilaksanakan penyekatan khusus untuk mengantisipasi lonjakan wisatawan.  "Wisatawan yang diperbolehkan hanya warga Sukabumi. Itupun dengan catatan wajib masker dan tidak ada kerumunan, tidak lebih dari 50 persen kapasitas tempat wisata tersebut," jelasnya.

 "Jadi kalau misalkan sudah terlihat menumpuk lebih dari 50 persen di lokasi objek wisata, dari pada nanti kita mempunyai cluster baru, kendaraan wisatawan yang mau masuk langsung putar balik arah," sambungnya.

photoPos penyekatan wisatawan gunung butak menuju pantai-pantai di Palabuhanratu Sukabumi - (nandi)

Masih kata Riki untuk mengantisipasi  penumpukan kendaraan Satlantas Polres sukabumi melakukan rekayasa lalu lintas. Putar arah di lakukan di Gunung Butak, terminal Cikembang, dan pos TMC simpang Cikidang. 

Sesuai edaran dari satgas penanganan covid-19, wisatawan dari luar sukabumi hari menunjukkan surat sehat negatif covid-19 tes antigen. wisatawan Sukabumi wajib masker dan melihat situasi tempat wisata, jika terlalu penuh maka akan dicegah untuk masuk.

Image

Nandi

Reporter

Image

Fit NW

Redaktur