Light Dark

Hari Pertama Larangan Mudik, Nopol Non Sukabumi Putar Balik di Sukalarang

Sukabumi | 06 May 2021, 13:21 WIB
Pemeriksaan kendaraan yang hendak mudik di perbatasan Sukabumi-Cianjur (Pos Sukalarang), Kamis, 6 Mei 2021. | Sukabumiupdate.com/Riza

SUKABUMIUPDATE.com - Ratusan kendaraan diputar balik petugas gabungan di perbatasan Sukabumi-Cianjur dalam operasi hari pertama larangan Mudik lebaran. Operasi Ketupat Lodaya 2021 tersebut dimulai pada Kamis, 6 Mei 2021 pukul 00.00 WIB.

Kepala Kepolisian Resor Sukabumi Kota Ajun Komisaris Besar Polisi Sumarni mengatakan hingga Kamis pagi ada 170 kendaraan yang diputar balik di perbatasan Sukabumi-Cianjur (Pos Sukalarang) dan Pos Cisaat. Seluruh kendaraan didominasi roda empat dengan nomor polisi Jakarta, Bandung, dan Tangerang.

"Jadi ini ada sedikit, mungkin sudah ada penyekatan di wilayah Cicurug, Kabupaten Sukabumi," kata Sumarni. Ratusan kendaraan tersebut langsung ditempeli stiker putar balik. Angka ini juga berpotensi terus bertambah.

Penyekatan pemudik sendiri dilakukan di empat titik di wilayah hukum Kepolisian Resor Sukabumi Kota: Pos Sukalarang, Cisaat, Terminal Tipe A KH Ahmad Sanusi, dan Terminal Tipe C Lembursitu.

Selain penyekatan, Sumarni juga melakukan pengecekkan terhadap sejumlah pos pengamanan dan pos pelayanan untuk memastikan persiapan menjelang Hari Raya Idul Fitri nanti.

"Ada beberapa pospam kami juga lakukan pengecekkan kesiapsiagaan personel dan sarana prasarana pendukung," katanya.

Baca Juga :

Sumarni berharap kegiatan tersebut dapat membantu mengurangi mobilisasi warga yang akan masuk ke wilayah hukum Kepolisian Resor Sukabumi Kota.

"Bagi warga yang tidak diperkenankan dan tidak termasuk di dalam syarat-syarat yang diperbolehkan untuk melintas, kita langsung putar balik," ujarnya.

"Kami berharap masyarakat untuk lebaran Idul Fitri tahun 1442 Hijrah ini menahan diri tidak melakukan mudik. Bantu kita untuk bersama-sama memerangi Virus Corona. Jangan sampai situasi di negara lain dengan lonjakan angka penyebaran Covid-19 yang sangat tinggi terjadi di wilayah kita karena kita tidak mau menahan diri dan masih egois. Tetap sehat, tetap semangat, dan tetap di rumah saja," katanya.

Image

Riza

Reporter

Image

Oksa Bachtiar Camsyah

Redaktur