Light Dark

Hati-hati Modus Regulator Gas, Warga Cikidang Sukabumi Tertipu Rp 1,5 Juta

Sukabumi | 21 Apr 2021, 13:30 WIB
Regulator gas yang dijual seorang pria kepada warga Cikidang, Sukabumi. Pria itu menjanjikan korbannya dapat doorprize kompor gas, tapi kompor itu tak kunjung datang. Korban pun tertipu Rp 1,5 juta. | Istimewa

SUKABUMIUPDATE.com - Warga Kampung Parakantelu, Desa Cikidang, Kecamatan Cikidang, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, tertipu oleh seorang pria yang mengaku sebagai sales regulator gas. Korbannya adalah Aan Trisnawati (40 tahun) yang sudah memberikan uang Rp 1,5 juta karena dijanjikan kompor gas seharga Rp 18 juta.

Anak Aan, Karlina (19 tahun) mengatakan, pria yang mengaku Aldi itu datang ke rumah dan meminta izin melakukan pengecekan gas di rumahnya pada 11 Maret 2021 lalu. Setelah melakukan pemeriksaan gas, pria yang menggunakan id card Kartu Kendali LPG Tabung 3 KG dengan logo Kementerian ESDM itu menawarkan tabung gas berikut kompornya.

Baca Juga :

Alasan pria itu menawarkan regulator baru karena regulator yang dipakai Aan itu sudah lama dan khawatir bocor. Aan pun menuruti apa yang dikatakan pria itu dengan membeli regulator tersebut.

Tak sampai sebulan, pria itu datang lagi ke rumah Aan dengan tujuan memberikan doorprize karena sudah membeli regulator itu. Adapun doorprizenya itu bisa memilih tabung gas 3 Kg atau tabung gas 12 Kg.

Aan pun memilih yang tabung gas 3 Kg karena bisa dapat dua. Kemudian, si pria itu menawarkan doorprize lainnya yaitu kompor gas. 

"Terus disuruh milih lagi kompor, mamah memilih harga yang paling mahal harga 18 juta, dia bilang ada pajak 1,5 juta," kata Karlina kepada sukabumiupdate.com, Rabu (21/4/2021). 

Karena tergiur hadiah kompor Rp 18 juta itu, Aan pun memberikan uang Rp 1,5 juta kepada pria tersebut dan pria tersebut janji akan kembali beberapa hari lagi. Namun hingga sekarang tidak kunjung datang.

"Mamah senang, maka di bayarlah pajaknya, karena mengaku barangnya belum ada, mau balik lagi ke rumah, sampai sekarang gak ada. Ditunggu-tunggu gak datang-datang, katanya mau hari Sabtu (kemarin) mau ke rumah lagi, gak ada terus," bebernya.

Karlina mengaku terus mencoba menghubungi pria tersebut. Namun, nomor yang biasa dihubungi malah diblokir, dari situ ibunya menyadari bahwa pria yang mengaku sales telah menipunya. "Sudah dicoba di telepon di WhatsApp, sampai nomor di blokir sama dia," tandasnya.

Image

Nandi

Reporter

Image

Andri Somantri

Redaktur