Light Dark

Kisah Mang Acung, Duda Asal Jampang Kulon Sukabumi Rawat Dua Anak Gadis

Figur | 10 Apr 2021, 08:46 WIB
Suryaman Supardi (55 tahun) alias Mang Acung tinggal bersama dua orang anak gadisnya di sebuah rumah panggung di Kampung Pasirpogor RT 12/04 Jampang Kulon, Kabupaten Sukabumi. | SU/Ragil Gilang

SUKABUMIUPDATE.com - Suryaman Supardi (55 tahun) atau karib disapa Mang Acung tinggal bersama dua orang anak gadisnya di sebuah rumah panggung di Kampung Pasirpogor RT 12/04 Jampang Kulon, Kabupaten Sukabumi.

Mang Acung sudah lama jadi duda. Ia tinggal di rumah panggung ukuran 8x5 meter bersama anak perempuannya yang berusia 17 tahun dan 12 tahun. Anak sulung tak tamat SMP dan anak bungsu masih kelas 5 SD.

Rumah tempat tinggal Mang Acung cukup memprihatinkan, hanya berdinding bilik bambu dan atap yang sudah lapuk. "Istri meninggal saat anak bungsu usia 6 bulan, dan kakaknya naik kelas 3 SD," kata Mang Acung saat diwawancarai sukabumiupdate.com, Jumat, 9 April 2021.

Baca Juga :

Mang Acung mengaku sudah hampir 13 tahun ia merawat kedua anak gadisnya itu. Meski anak sulung sempat dirawat oleh neneknya yang tinggal di Ciemas selama tiga tahun. Anak sulungnya kembali tatkala sang nenek sudah meninggal.

"Kakaknya tidak sampai tamat SMP. Selain kurang modal, juga mengalami penurunan daya ingat, karena dulu saat ibunya masih ada mengalami luka kecelakaan di bagian kepala. Sekarang sudah belajar menghitung, membaca dan menulism diajarkan ibu-ibu dari UPTD KB Jampang Kulon," ucapnya. 

Ia menuturkan, anak bungsunya ini sering ia bawa ketika pergi bekerja, baik saat ia jadi kuli bangunan maupun kuli serabutan lainnya. Namun semakin bertambah usia, Acung sudah mulai berhenti untuk kerja keluar. Ia lebih fokus mengurus rumah dan merawat anak.

photoSuryaman Supardi (55 tahun) alias Mang Acung tinggal bersama dua orang anak gadisnya di sebuah rumah panggung di Kampung Pasirpogor RT 12/04 Jampang Kulon, Kabupaten Sukabumi. - (SU/Ragil Gilang)

Sementara untuk memenuhi kebutuhan hidup, ia sesekali bekerja serabutan, hingga jadi tukang pijat, itu pun kalau ada yang menyuruh. Selain itu, Acung juga memelihara kambing sudah hampir empat tahun.

"Alhamdulillah, dengan segala usaha dan ikhtiar kami masih bisa bertahan hidup. Dari pemerintah juga ada bantuan PKH, dan empat tahun yang lalu ada bantuan lewat kelurahan berupa uang Rp 3 juta untuk rehab rumah. Ya, seperti inilah kondisi rumah, tiap hari diperbaiki karena memang kayu atapnya dan genting sudah lapuk," lirihnya. 

Image

Ragil Gilang

Reporter

Image

Herlan Heryadie

Redaktur